(1) Wa antal ladzi ta’arrafta ilayya fii kulli syai’in fa roaituka zhaahiran fii kulli syai’in,
(2) Wa antazh zhaahiru li kulli syai’ Yaa man istawaa bi rahmaniyyatihi, Fa shoorol ‘arsyu ghoiban fii dzaatihi,
(3) Mahaqtal aatsaar bil aatsaar, Wa mahautal aghyaar bi muhiithooti aflaakil anwaar,
(4) Yaa man ihtajaba fii suroodiqooti’ arsyihi ‘an an tudrikahul abshoor,
(5) Yaa man tajalla bi kamali bahaa ‘ihi’; Fatahaqqat ‘azhamatuhul minal istiwaa’;
(6) Kaifa takhfa waantazh zhoohiru Am kaifa taghiibu wa antar roqiibul haadhir
(7) Innaka ‘ala kulli syai’in qodiir Walhamdulillahi wahdah;
* * *
(1) Dan Engkau lah Yang Mengenalkan Dirimu padaku dalam segala sesuatu, Maka aku melihatMu Tampak dalam segala sesuatu (Penggalan dari Dua Sayyidusy-Syuhada ‘as di Padang ‘Arafah yang diriwayatkan Sayyid Ibn Thawus r’a)
(2) Dan Engkau (Maha) Tampak bagi segala sesuatu, Wahai Yang Bersemayam dengan KeMahakasihanNya, Maka Arsyi tenggelam dalam ZatNya (Penggalan dari Dua Sayyidusy-Syuhada ‘as di Padang ‘Arafah yang diriwayatkan Sayyid Ibn Thawus r’a)
(3) Kau hilangkan jejak-jejak (eksistensi) dengan jejak-jejak (eksistensi); Dan Kau Hapuskan semua yang lain (selainMu) dengan liputan horizon Cahaya-Cahaya;
(4) Wahai Ia yang Menyembunyikan Diri di baliknya ‘ArsyiNya sehingga tidak tersentuh oleh segala pandangan,
(5)Wahai yang bertajalli dengan Kesempurnaan KeindahanNya Sehingga KeagunganNya menjadi nyata dari seluruh persemayaman
(6) Bagaimana mungkin Engkau tersembunyi sedangkan Engkau (Maha) Tampak ? Atau bagaimana mungkin Engkau gaib sedangkan Engkau yang Maha Mengawasi dan (Maha) Hadir ?
(7) Sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu Dan segala puji bagi Allah semata.
-selamat Idul Adha 1432 H-