<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Filsafat Islam</title>
	<atom:link href="http://filsafatislam.net/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://filsafatislam.net</link>
	<description>Manifestasi-Nya</description>
	<lastBuildDate>Mon, 23 Aug 2010 16:58:55 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Prophethood for Teens, Bukti (14a) : Apakah sepeninggal Nabi saw. dan dengan berakhirnya nubuwwah (kenabian) dan risalah (kerasulan), adalah cukup bagi ummat manusia untuk bersandar pada teks-teks WahyuNya ?</title>
		<link>http://filsafatislam.net/?p=682</link>
		<comments>http://filsafatislam.net/?p=682#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Aug 2010 16:52:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mengenal Kenabian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://filsafatislam.net/?p=682</guid>
		<description><![CDATA[Apakah sepeninggal Nabi saw. dan dengan berakhirnya nubuwwah (kenabian) dan risalah (kerasulan), adalah cukup bagi ummat manusia untuk bersandar pada teks-teks WahyuNya, yang sudah dijaminNya untuk dipeliharaNya dan tidak akan dimasuki kebatilan, agar mencapai keselamatan dan kesempurnaan alamiahnya (fithrah)? Bila tidak cukup, apa yang membuatnya menjadi cukup?
Jawaban terhadap pernyataan ini adalah negatif. Artinya tidak cukup [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apakah sepeninggal Nabi saw. dan dengan berakhirnya nubuwwah (kenabian) dan risalah (kerasulan), adalah cukup bagi ummat manusia untuk bersandar pada teks-teks WahyuNya, yang sudah dijaminNya untuk dipeliharaNya dan tidak akan dimasuki kebatilan, agar mencapai keselamatan dan kesempurnaan alamiahnya (fithrah)? Bila tidak cukup, apa yang membuatnya menjadi cukup?</p>
<p>Jawaban terhadap pernyataan ini adalah negatif. Artinya tidak cukup bagi umat manusia untuk mencapai keselamatan dan kesempurnaan dengan hanya bersandar pada teks-teks WahyuNya. Rasulullah saw. telah menunjukkan Jalan Keselamatan dan kesempurnaan yang tidak akan pernah sesat selama-lamanya. Rasulullah saw. bersabda:</p>
<p>“Hai manusia, aku tinggalkan apa yang akan menghindarkan kamu dari kesesatan, selama kamu berpegang teguh padanya: Kitab Allah dan Itrahku, Ahlu Baitku [<span style="color: #800000;">1</span>].</p>
<p>“Aku tinggalkan padamu apa yang mencegah kamu dari kesesatan – setelah kepergianku – selama kamu berpegang teguh pada keduanya: Kitab Allah, tali penghubung yang terentak dari langit ke bumi, dan ‘itrahku Ahlu Baitku. Keduanya tidak akan berpisah sampai berjumpa denganku di al-Haud. Hati-hatilah dengan perlakuanmu atas keduanya, sepeninggalku nanti.” [2]</p>
<p>“Kutinggalkan padamu kedua penggantiku: Kitab Allah, tali penghubung yang terentang antara langit dan bumi, dan ‘itrahku, Ahlu Baitku. Keduanya takkan berpisah sehingga berjumpa denganku di al-Haud.”[3]</p>
<p>“Kutinggalkan padamu ats-Tsaqalain, Kitab Allah dan Ahlu Baitku. Sungguh keduanya tak akan berpisah, sampai bersama-sama mengunjungiku di al-Haud.”[4]</p>
<p>Hadits ini – dengan redaksi yang berbeda – diriwayatkan oleh lebih dari 200 kitab, diantaranya adalah:</p>
<ol>
<li>Shahih Muslim juz 7, pp. 122; juz 2, pp. 237 dan 238</li>
<li>Al-Turmidzi juz 2, pp. 307 dan 220</li>
<li>Al-Nasai: Kasha’ish, pp.30</li>
<li>Musnad Ahmad bin hanbal juz 3, pp. 13 dan 17; juz 4 pp. 26 dan 59; juz 5, pp. 182 dan 189</li>
<li>Al-Mustadrak, juz II, pp. 148; juz III, pp. 109</li>
<li>Al-Munammaq, juz 9</li>
<li>Thabaqat al-Kubra, juz 1, pp. 194</li>
<li>Al-Mathalib al-’Aliyah, hadis no. 1873</li>
<li>Ihya al-Mayyit bifadhail ahlil Bait, juz XI dan XII, hadis no.6, 22, 23, 40, 43, 55, 56</li>
<li>Kanzul Ummal, juz I, pp. 44</li>
<li>Dan sebagainya.</li>
</ol>
<p>Hadits-hadits shahih yang menetapkan kewajiban berpegang teguh pada ats-Tsaqalain (Kitab Allah dan kerabat Nabi termasuk dalam hadits yang mutawatir. Lebih dari 20 orang sahabat Nabi yang meriwayatkannya. Pada beberapa peristiwa yang berlainan, Rasulullah saw. telah menyampaikannya secara terbuka. Sekali di Ghadir Khum. Juga pada hari wukuf di ‘Arafah pada waktu haji wada’. Dan pada waktu beliau pulang dari Thaif. Sekali lagi dari atas mimbarnya di Madinah. Dan juga di kamar beliau yang mulia pada saat beliau sakit menjelang wafatnya. Ketika itu kamarnya penuh sesak dengan para sahabat. Beliau berkata : “Wahai manusia semua, kiranya telah dekat saatnya aku akan dibawa pergi dengan secepatnya, dan aku telah berpesan padamu sebelum ini demi melepaskan tanggung jawabku padamu. Ketahuilah, aku telah meninggalkan bagimu Kitab Allah dan ‘Itrahku, Ahlu Baitku.” Lalu beliau mengangkat tangan‘Ali sambil berkata: “Inilah‘Alibersama-sama al-Qur’an . Dan al-Qur’an pun bersama‘Ali. Tiada akan berpisah sampai keduanya menghadap aku di al-Haud.</p>
<p>Hal ini diakui oleh banyak sekali di antara tokoh-tokoh penting dari kalangan jumhur (Ahlus Sunnah), sehingga Ibnu Hajar – ketika meriwayatkan hadits Tsaqalain ini – berkata : “Ketahuilah bahwa hadits tentang kewajiban berpegang teguh pada keduanya (Kitab Allah dan Ahlul Bait) diriwayatkan melalui berbagai jalan oleh lebih dari 20 orang sahabat.” Ia menambahkan : “Jalan riwayat hadits itu telah disebutkan secara terperinci pada bab kesebelas (dari kitabnya yang bernama as-Sawa’iq al-Muhriqah). Di antaranya disebutkan bahwa hadits itu diucapkan Rasulullah saw. di ‘Arafah pada waktu haji wada’. Dalam riwayat lain, Beliau mengucapkan ketika sakit menjelang wafat, di hadapan para sahabat yang memenuhi kamar Beliau. Riwayat lain lagi menyebutkan bahwa Beliau mengucapkannya di Ghadir Khumm. Ada juga riwayat menyebutkan ucapan Beliau itu saat Beliau pulang dari Thaif ketika Beliau berpidato di hadapan para sahabat, sebagaimana telah disebutkan tadi”. Ibnu Hajar melanjutkan : “Tidak dapat dikatakan bahwa riwayat-riwayat itu saling bertentangan, sebab mungkin saja Rasulullah saw. sengaja mengulang-ulang pesannya itu di berbagai tempat dan situasi untuk menunjukkan betapa besar perhatian Beliau terhadap al-Qur’an dan Ahlul Bait yang suci.” [5]</p>
<p>Dari penjelasan dalam hadits-hadits tersebut, untuk mencapai keselamatan dan kesempurnaannya, ummat manusia tidak cukup hanya berpegang dengan KitabNya, namun juga dengan bimbingan, petunjuk dan kepemimpinan dari Ahlul Bait Nabi (‘alaihimus-salam).</p>
<p>Diisyaratkan bahwa Ahlul Bait Nabi (‘alaihimus-salam) tidak pernah berpisah dari al-Qur’an al-Karim. Jelas dengan berakhirnya nubuwwah, al-Qur’an al-Karim adalah wahyu terakhir. Ahlul bait Nabi (‘alaihimus salam) adalah bentuk nyata al-Qur’an dalam diri manusia, dan seperti halnya al-Qur’an, mereka juga memiliki sifat-sifat:</p>
<ol>
<li>(tidak mungkin kebatilan datang kepadanya (QS 41 (FUSH-SHILAT):42. Dalam hal Ahlul Bait Nabi (‘alaihis salam), artinya mereka ma’shum.</li>
<li>(Dan Kami-lah yang menjaganya (QS 15(AL-HIJR):9). Sebagaimana Dia Yang Maha Hidup-lah yang langsung menjaga kesucian al-Qur’an, Ia pula yang menjaga kesucian dan kemuliaan Ahlul Bait Nabi (‘alaihimus salam). Hal ini diperkuat dengan firmanNya.</li>
</ol>
<p>“&#8230;SesungguhnyaAllah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kalian ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” (QS 33(AL-AHZAB):33)</p>
<p>3. &#8230;(Sebagai peringatan bagi seluruh alam (QS 25(AL-FURQAN):1)) Sebagaimana al-Qur’an adalah peringatan bagi seluruh semesta, maka Ahlul Bait Nabi (‘alaihimus salam) adalah peringatanNya bagi seluruh manusia dan jin maupun sekalian alam. Banyak kisah-kisah menunjukkan bahwa jin maupun binatang buas pun merujuk dan meminta bimbingan kepada Ahlul Bait Nabi (‘alaihimus salam).</p>
<p>Hal ini ditegaskan juga dalam hadits Safinah:</p>
<p>“Permisalan Ahlul Baitku seperti perahu Nuh. Barangsiapa menaikinya akan selamat, dan barangsiapa meninggalkannya akan binasa.” [6]</p>
<p>Ada riwayat hadits dengan redaksi bahwa Rasulullah SAWW meninggalkan dua hal bagi ummatnya agar tidak tersesat yang berbeda yakni; 1)“Kitab Allah dan sunnahku,  2) Kitab Allah dan sunnah nabiNya</p>
<p>Menarik untuk dicermati bahwa hadits ini sama sekali tidak ada di kutub as sittah (Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasai, Ibnu Majah dan Abu Dawud). Hadits ini dijumpai dalam Al Muwatha Imam Malik dan Mustadrak Al Hakim.<br />
Dalam Mustadrak al-Hakim dituliskan:</p>
<p>Berikut ini isnad dan matan Hadits tsb. [7]</p>
<p>Imam Al-Hakim meriwayatkan hadits tsb dalam Al-Mustadrak (I :93) dengan isnad dari Ibnu Abi Uwais dari ayahnya, dari Tsaur bin Zaid Al-Daily, dari Ikrimah, dari Ibnu ‘Abbas. Diantaranya dalam sanad hadits tsb terdapat Ibn Abi Uwais dan ayahnya. Al-Hafizh Al-Mizzy dalam Tahdzib Al-Kamil (III : 127), mengenai biografi Ibn Abi Uwais &#8211; dan aku akan mengutip perkataan orang yang mencelanya, berkata Muawiyah bin Shalih dari Yahya bin Mu&#8217;in, &#8220;Abu Uwais dan putranya itu (keduanya) dha&#8217;if (lemah).&#8221; Dan dari Yahya ibn Mu&#8217;in juga, Ibn Abi Uwais dan ayahnya (suka) mencuri hadits.&#8221; Dan dari Yahya juga, &#8220;Dia itu suka mengacaukan (hafalan) hadits (mukhallith) dan suka berbohong,”</p>
<p>Tetapi menurut Abu Hatim, Ibn Abi Uwas itu tempat kejujuran (mahalluhu ash-shidq), dia terbukti lengah (dilengahkan / dibiarkan orang) (mughaffal). Imam Nasa&#8217;iy menilai dia dha&#8217;if (lemah). Dan masih menurut Imam Nasa&#8217;iy dalam kesempatan lain, dia tidak tsiqah. Menurut Abu Al-Qasim Al-Alka&#8217;iy, &#8220;Imam Nasa&#8217;iy sangat jelek menilainya sampai ke derajat matruk (Ibn Abi Uwais itu ditinggalkan orang)&#8221;.</p>
<p>Menurut komentar Abu Ahmad bin Ady, &#8220;Ibn Abi Uwais itu meriwayatkan dari pamannya (khal nya) (yaitu) Malik yaitu berupa beberapa hadits gharib yang tidak diikuti oleh seorangpun (dari periwayat lain) (tidak ada mutaba&#8217;ah-nya).</p>
<p>Al-Hafizh Ibn Hajar dalam muqaddimah Al-Fath Al-Bary (hlm. 391 terbitan Dar Al-Ma&#8217;rifah) mengenai Ibn Abi Uwais mengatakan, &#8220;atas dasar itu hadits dia -Ibn Abi Uwais-tidak dapat dipakai sebagai hujjah selain yang terdapat dalam As-shahih, karena celaan yang dilakukan Imam Nasa&#8217;iy dan lain-lainnya &#8230;..&#8221;.</p>
<p>Al-Hafizh Sayyid Ahmad bin As-Shidiq dalam Fath Al-Mulk Al-Aly (hlm 15) mengatakan, &#8220;Berkata Salamah bin Syabib, &#8220;Aku pernah mendengar Isma’il bin Abi Uwais mengatakan, &#8220;Mungkin aku membuat hadits (adhu&#8217;u al-hadits) untuk penduduk Madinah jika mereka berselisih pendapat mengenai sesuatu diantara mereka.&#8221;</p>
<p>Jadi, dia-Ibn Abi Uwais &#8211; dituduh suka membuat hadits (maudhu&#8217;), dan Ibn Mu&#8217;in menilainya sebagai pembohong. Dan haditsnya yang mengandung kata-kata wa sunnaty tidak terdapat dalam salah satu dari Shahihain.</p>
<p>Adapun mengenai ayahnya, Abu Hatim Ar-Razy mengatakan, sebagaimana disebutkan didalam kitab anaknya Al-Jarh wa At-Ta&#8217;dil (V: 92), &#8220;Ditulis haditsnya, tetapi tidak dapat dijadikan hujjah, dan dia tidak kuat.&#8221;</p>
<p>Dalam sumber yang sama, Ibn Abi Hatim mengutip dari Ibn Mu&#8217;in bahwa dia berkata dalam kitab Al-Jarh wa Ta&#8217;dil tsb, &#8220;Abu Uwais itu tidak tsiqah.&#8221;</p>
<p>Imam Al-Hakim telah mengakui ke dha&#8217;if-an hadits tsb, sehingga dia tidak menshahihkannya dalam Al-Mustadrak. Dia hanya menarik (mencarikan) syahid atau saksi penguat bagi hadits tsb, tetapi tetap saja lemah (wahin) dan isnadnya jatuh (saqith), sehingga tampaklah betapa sangat lemahnya hadits tsb.</p>
<p>Kami telah membuktikan bahwa Ibn Abi Uwais dan ayahnya sungguh &#8211; sungguh, salah satu diantara keduanya telah mencuri (membuat) hadits. (Sehingga haditsnya disebut maudhu&#8217;, dibuat-buat).</p>
<p>Al-Hakim meriwayatkan (I : 93) hadits tsb, dia berkata, &#8221; saya telah menemukan syahid atau saksi penguat bagi hadits tsb dari hadits Abi Hurairah&#8221;. Kemudian diriwayatkan dengan sanadnya melaui (jalan) Al-Dhaby: Telah menghaditskan kepada kami Shalih bin Musa At-Thalhy dari Abdul Aziz bi Rafi&#8217; dari Abu Shalih dari Abu Hurairah &#8211; secara marfu&#8217; (Rasulullah saw bersabda),</p>
<blockquote><p>&#8220;Sesungguhnya aku meninggalkan pada kamu sekalian dua perkara yang kalian tidak akan sesat setelah keduanya. Kitabullah dan Sunnahku. Keduanya tidak akan berpisah sehingga keduanya mendatangkan (mengembalikan) telaga (haudh) kepadaku&#8221;. [9]</p></blockquote>
<p>Menurut saya (Sayyid Hasan) hadits tsb juga maudhu&#8217; (dibuat-buat). Disini yang dibicarakan atau yang dikomentari hanya satu orang yaitu Shaleh bin Musa Al-Thalhy. Berikut ini penilaian para imam pakar hadits dari kalangan Kibar Al-Huffazh (penghafal terkenal) yang mencela Shaleh bin Musa Al-Thalhy sebagaimana terdapat dalam kitab Tahdzib Al-Kamal (XIII : 96),&#8221;Berkata Yahya bin Mu&#8217;in, &#8220;Laisa bi-syai&#8217;in (riwayat [hadits] tsb bukan apa-apa).&#8221; Abu Hatim Ar-Razy berkata, &#8220;Dha&#8217;if Al-Hadits (Haditsnya dha&#8217;if).&#8221;</p>
<p>Dia sangat mengingkari hadits dan banyak kemungkaran terhadap perawi yang tsiqah. Menurut penilaian Imam Nasa&#8217;iy, haditsnya tidak perlu ditulis. Atau pada kesempatan yang lain Imam Nasa&#8217;iy berkata, &#8220;Dia itu matruk al-hadits (haditsnya matruk / ditinggalkan).&#8221;</p>
<p>Al-Hafizh Ibn Hajar Al-Asqalany dalam Tahdzib At-Tahdzib (IV: 355) menyebutkan, &#8220;Ibn Hibban berkata bahwa Shaleh bin Musa meriwayatkan dari tsiqat apa yang tidak menyerupai hadits itsbat (yang kuat) sehingga yang mendengarkannya bersaksi bahwa riwayat tsb ma&#8217;mulah (diamalkan) atau maqbulah (diterima) tetapi tidak dapat dipakai untuk ber-hujjah.”</p>
<p>Abu Nu&#8217;aim berkata : &#8220;Dia itu matruk al-hadits, sering meriwayatkan hadits-hadits munkar.&#8221;</p>
<p>Al-Hafizh dalam At-Taqrib juga menghukuminya sebagai rawi matruk (yang harus ditinggalkan) (Tarjamah 2891). Demikian pula Al-Dzahaby dalam Kasyif (2412), yang menyebutkan bahwa dia wahin (lemah). Menurut Al-Dzahaby dalam Al-Mizan (II: 302), hadits riwayat Shaleh bin Musa tsb termasuk kemungkaran yang dilakukannya.</p>
<p>Imam Malik menyebut hadits tsb dalam Al-Muwaththa&#8217; (I : 899 no. 3) tanpa sanad (jadi tidak ada asal-usulnya hadits itu – laa ashlu). Tetapi hal itu tidak ada artinya, karena mengenai kelemahannya telah jelas.</p>
<p>Al-Hafizh Ibn Abdilbar dalam At-Tahmid (XXIV : 331) menyebutkan sanad ketiga mengenai hadits dha&#8217;if tsb, &#8220;Dan telah menghaditskan kepada kami Abdurrahman bin Yahya, dia berkata, &#8220;telah menghaditskan kepada kami Ahmad bin Sa&#8217;id, dia berkata, &#8220;telah menghaditskan kepada kami Muhammad ibn Ibrahim Al-Daibaly, dia berkata, &#8220;telah menghaditskan kepada kami Ali bin Zaid Al-Faraidhy, dia berkata, &#8220;telah mengahaditskan kepada kami Al-Haniny dari Katsir bin ‘Abdullah bin Amr bin Auf, dari ayahnya, dari kakeknya (mengenai hadits tsb)&#8221;.</p>
<p>Sekarang kita akan memperbincangkan satu illat atau penyakit saja, yaitu Katsir bin ‘Abdullah yang terdapat dalam isnad hadits tsb. Menurut Imam Syafi&#8217;iy Rahimahullah Ta&#8217;ala &#8211; dia adalah salah satu punggung kebohongan. Sedang menurut Abu Dawud Rahimahullah Ta&#8217;ala, &#8220;dia adalah salah satu pembohong.&#8221;</p>
<p>Ibn Hibban berkata, &#8220;Dia meriwayatkan dari ayahnya, dari kakeknya suatu nuskhah (teks) yang maudhu&#8217; (dibuat-buat) yang tidak halal atau tidak pantas untuk dicantumkan didalam berbagai kitab dan tidak perlu diriwayatkan kecuali untuk (sisi) ta&#8217;ajjub (aneh karena keberaniannya dalam berbohong -pen).</p>
<p>Menurut penilaian Imam Nasa&#8217;iy, dia matruk al-hadits (haditsnya ditinggalkan orang). Imam Ahmad berkata, &#8220;dia itu pengingkar hadits, dia tidak (mempunyai peran) apa-apa.&#8221; Demikian pula menurut peniliaan Yahya bin Mu&#8217;in, bahwa dia tidak (bukan) apa-apa, (tidak ada apa-apanya), (bukan orang penting).”</p>
<p>Kesimpulan dari penulis  adalah sebagai berikut: [10]</p>
<p>“Adapun kata-kata wa sunnaty (dan sunnahku), saya tidak meragukan ke-maudhu&#8217;-annya karena ke-dha&#8217;if-an sanadnya, dan faktor-faktor lainnya yang sangat mempengaruhi kelemahannya.</p>
<p>* * *</p>
<p>Referensi :</p>
<p>[1] Diriwayatkan oleh Turmidzi dan Nasai dari Jabir, dan telah dikutip dari keduanya oleh al-Muttaqi al-Hindi dalam juz I, kitab Kanzul Ummal, halaman 44, bab: berpegang teguh pada al-Qur’an dan sunnah, no. hadits 870</p>
<p>[2] Diriwayatkan oleh Tirmidzi dari Zaid bin Arqam. Dan merupakan hadits yang ke 874 di antara hadits-hadits kitab Kanzul Ummal, juz I, halaman 44</p>
<p>[3] Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Zaid bin Tsabit lewat dua sanad yang shahih, pertama di halaman 182, dan yang kedua di halaman 189, juz V. Diriwayatkan pula oleh Abu Syaibah, Abu Ya’la dan Ibnu Sa’ad dari Abu Sa’id. Tersebut dalam Kanzul Ummal juz I, halaman 47 sebagai hadits ke 945.</p>
<p>[4] Hakim, al-Mustadrak, juz III, pp. 148 dengan keterangan: “Hadit ini isnadnya shahih menurut syarat diriwayatkannya”. Diriwayatkan pula oleh adz-Dzahabi dalam Talkhis al-Mustadrak. Ia mengakuinya sebagai hadits yang shahih sesuai dengan syarat Bukhari dan Muslim.</p>
<p>[5] Syarafuddin al-Musawi, Dialog Sunnah-Syi’ah,Mizan, Bandung, 2001, pp. 39-40</p>
<p><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:TrackMoves /> <w:TrackFormatting /> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:DoNotPromoteQF /> <w:LidThemeOther>EN-US</w:LidThemeOther> <w:LidThemeAsian>X-NONE</w:LidThemeAsian> <w:LidThemeComplexScript>X-NONE</w:LidThemeComplexScript> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> <w:SplitPgBreakAndParaMark /> <w:DontVertAlignCellWithSp /> <w:DontBreakConstrainedForcedTables /> <w:DontVertAlignInTxbx /> <w:Word11KerningPairs /> <w:CachedColBalance /> </w:Compatibility> <w:DoNotOptimizeForBrowser /> <m:mathPr> <m:mathFont m:val="Cambria Math" /> <m:brkBin m:val="before" /> <m:brkBinSub m:val=" " /> <m:smallFrac m:val="off" /> <m:dispDef /> <m:lMargin m:val="0" /> <m:rMargin m:val="0" /> <m:defJc m:val="centerGroup" /> <m:wrapIndent m:val="1440" /> <m:intLim m:val="subSup" /> <m:naryLim m:val="undOvr" /> </m:mathPr></w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"   DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"   LatentStyleCount="267"> <w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading" /> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--> <!--[if gte mso 10]><br />
<mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0cm; 	mso-para-margin-right:0cm; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} --></p>
<p><!--[endif]--></p>
<p class="MsoFootnoteText"><span class="MsoFootnoteReference"><span lang="IN"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Georgia&quot;,&quot;serif&quot;;" lang="IN">[6]</span></span><!--[endif]--></span></span></span><span lang="IN"> Hadits ini diriwayatkan dalam amat banyak kitab dengan beberapa redaksi yang berbeda namun dengan makna yang mirip. Di antaranya adalah:</span></p>
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN"><span>1.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;" lang="IN">Musnad Ahmad bin Hanbal, juz 3, pp. 13, 17, dan 26</span></p>
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN"><span>2.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;" lang="IN">Al-Hafizh Abu Na’im, hilyat al-Awliya, juz 3, pp. 306</span></p>
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN"><span>3.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;" lang="IN">Ibn ‘Abdul Barr, al-Isti’ab</span></p>
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN"><span>4.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;" lang="IN">Al-Khathib al-Baghdadi, Tarik Baghdad, juz 12, pp. 91</span></p>
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN"><span>5.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;" lang="IN">Muhammad bin Thalhah al-Syafi’i, Mathalib al-Su’ul, pp. 20</span></p>
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN"><span>6.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;" lang="IN">Ibn al-Atsir al-Jauzi, al-Nihayah</span></p>
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN"><span>7.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;" lang="IN">Sabth Ibn al-Jauzi, Tadzkirah Khawwaash al-Ummah, pp. 323</span></p>
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN"><span>8.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span class="apple-style-span"><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN">Mustadrak Al-Hakim, jilid 2, halaman 343, jilid 3, halaman 151.</span></span><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span class="apple-style-span"><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN"><span>9.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span></span><!--[endif]--><span class="apple-style-span"><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN">Ash-Shawa’iqul Muhriqah, oleh Ibnu Hajar, halaman 184 dan 234.</span></span><span class="apple-style-span"><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;" lang="IN"> </span></span></p>
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN"><span>10.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span class="apple-style-span"><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN">Nizham Durar As-Samthin, oleh Az-Zarnadi Al-Hanafi, halaman 235.</span></span><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span class="apple-style-span"><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN"><span>11.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span></span><!--[endif]--><span class="apple-style-span"><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN">Yanabi’ul Mawaddah, oleh Al-Qundusi Al-Hanafi, halaman 30 dan 370,cet Al-Haidariyah; halaman 27 dan 308, cet. Islambul.</span></span><span class="apple-style-span"> </span></p>
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN"><span>12.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span class="apple-style-span"><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN">Muhammadiyah, Mesir; halaman 111 dan 140, cet. Al-Maimaniyah, Mesir.</span></span></p>
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN"><span>13.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span class="apple-style-span"><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN">Tarikh Al-Khulafa’, oleh As-Suyuthi Asy-Syafi’i</span></span></p>
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN"><span>14.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span class="apple-style-span"><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN">Is’afur Raghibin, oleh Ash-Shabban Asy-Syafi’I, halaman 109, cet. As-Sa’idiyah; halaman 103, cet. Al-‘Utsamniyah.</span></span></p>
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN"><span>15.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span class="apple-style-span"><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN">Faraid As-Simthain, jilid 2, halaman 246, hadis ke 519.</span></span></p>
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN"><span>16.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span class="apple-style-span"><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN">Al-Mu’jam Ash-Shaghir, oleh Ath-Thabrani, jilid 1, halaman 139.</span></span></p>
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN"><span>17.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span class="apple-style-span"><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN">Nizham Durar As-Samthin, oleh Az-Zarnadi Al-Hanafi, halaman 235.</span></span></p>
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN"><span>18.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span class="apple-style-span"><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN">Majma’uz Zawaid, jilid 9, halaman 168.</span></span></p>
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN"><span>19.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span class="apple-style-span"><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN">Ash-Shawa’iqul Muhriqah, oleh Ibnu Hajar, halaman 148 dan 234, cet. Al-Muhammadiyah; halaman 111 dan 140, cet. Al-Maimaniyah, Mesir.</span></span></p>
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN"><span>20.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span class="apple-style-span"><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN">Nurul Abshar, oleh Asy-Syablanji, halaman 104, cet. As-Sa’idiyah.</span></span></p>
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN"><span>21.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span class="apple-style-span"><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN">Manaqib Al-Imam ‘Ali bin Abi Thalib, oleh Al-Maghazili Asy-Syafi’I, halaman 132, hadis ke: 174,175,176 dan 177, cet. Pertama, Teheran.</span></span></p>
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN"><span>22.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span class="apple-style-span"><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN">‘Uyunul Akhbar, oleh Ibnu Qutaibah, jilid 1, halaman 211, cet. Darul Kutub Al-Mishriyah, Kairo.</span></span></p>
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN"><span>23.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span class="apple-style-span"><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN">Al-Fathul Kabir, oleh An-Nabhani, jilid 1, halaman 414; jilid 2, halaman 113.</span></span></p>
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN"><span>24.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span class="apple-style-span"><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN"><span> </span>Ihyaul Mayyit oleh As-Suyuthi (catatan pinggir) Al-Ittihaf, halaman 113.</span></span></p>
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN"><span>25.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span class="apple-style-span"><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN">Muntakhab Kanzul ‘Ummal (catatan pinggir) Musnad Ahmad, jilid 5, halaman 95.</span></span></p>
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN"><span>26.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span class="apple-style-span"><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN">Syarh Nahjul Balghah, oleh Ibnu Abil Hadid, jilid 1, halaman 73, cet. Pertama, Mesir; jilid 1, halaman 218, cet. Mesir, dengan Tahqiq Muhammad Abul Fadhl.</span></span></p>
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN"><span>27.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span class="apple-style-span"><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN">Kunuzul Haqaiq, oleh Al-Mannawi, halaman 119, tanpa menyebutkan cetakan; halaman 141, cet. Bulaq.</span></span></p>
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN"><span>28.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span class="apple-style-span"><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN">Yanabi’ul Mawaddah, oleh Al-Qundusi Al-Hanafi, halaman: 27,28,181,183,193,261 dan 298, cet. Islambul; halaman 30,31,213,217,228,312 dan 375. cet. Al-Haidariyah.</span></span></p>
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN"><span>29.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span class="apple-style-span"><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN">Ihqaqul Haqq, oleh At-Tustari, jilid 9, halaman 270-293, cet. Teheran.</span></span></p>
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN"><span>30.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span class="apple-style-span"><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN">Muhammad wa li wa banuhu Al-Awshiya’, oleh Al-‘Askari, jilid 1, halaman 239-282, cet. Al-Adab.</span></span><span class="apple-style-span"><span style="font-size: 9pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN"> </span></span></p>
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"><span class="apple-style-span"><span style="font-size: 9pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN">31.   Faraid As-Simthain, jilid 2, halaman 244, hadis 517.</span></span><span class="apple-converted-space"><span style="font-size: 9pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN"> (yayasan-aljawad.blogspot.com/2009_10_01_archive.html)</span></span></p>
<p>[7] Mustadrak al-Hakim, juz 1, pp. 93</p>
<p>[8] Disadur dari kitab Shahih Shifat Shalat An-Naby [Shalat Bersama Nabi saw] karya Sayyid Hasan bin Ali Ba&#8217;Agil &#8211; Pustaka Hidayah – Bandung oleh blog http://helmifoad.blogspot.com/2007/09/kitabullah-wa-sunnati-atau-kitabullah.html</p>
<p>[9] Al-Mustadrak al-Hakim, juz 1, pp. 93</p>
<p>[10] Disadur dari kitab Shahih Shifat Shalat An-Naby [Shalat Bersama Nabi saw] karya Sayyid Hasan bin Ali Ba&#8217;Agil &#8211; Pustaka Hidayah – Bandung oleh blog http://helmifoad.blogspot.com/2007/09/kitabullah-wa-sunnati-atau-kitabullah.html</p>
<p><span style="font-size: 9pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN"><br />
</span></p>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 3585px; width: 1px; height: 1px; overflow: hidden;"><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:TrackMoves /> <w:TrackFormatting /> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:DoNotPromoteQF /> <w:LidThemeOther>EN-US</w:LidThemeOther> <w:LidThemeAsian>X-NONE</w:LidThemeAsian> <w:LidThemeComplexScript>X-NONE</w:LidThemeComplexScript> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> <w:SplitPgBreakAndParaMark /> <w:DontVertAlignCellWithSp /> <w:DontBreakConstrainedForcedTables /> <w:DontVertAlignInTxbx /> <w:Word11KerningPairs /> <w:CachedColBalance /> </w:Compatibility> <w:DoNotOptimizeForBrowser /> <m:mathPr> <m:mathFont m:val="Cambria Math" /> <m:brkBin m:val="before" /> <m:brkBinSub m:val=" " /> <m:smallFrac m:val="off" /> <m:dispDef /> <m:lMargin m:val="0" /> <m:rMargin m:val="0" /> <m:defJc m:val="centerGroup" /> <m:wrapIndent m:val="1440" /> <m:intLim m:val="subSup" /> <m:naryLim m:val="undOvr" /> </m:mathPr></w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"   DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"   LatentStyleCount="267"> <w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading" /> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Georgia; 	panose-1:2 4 5 2 5 4 5 2 3 3; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:"Traditional Arabic"; 	panose-1:2 2 6 3 5 4 5 2 3 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:8195 -2147483648 8 0 65 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:1.4pt; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	text-align:justify; 	text-justify:kashida; 	text-kashida:0%; 	text-indent:1.0cm; 	line-height:150%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:14.0pt; 	mso-bidi-font-size:11.0pt; 	font-family:"Georgia","serif"; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:Arial; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-ansi-language:IN; 	mso-no-proof:yes;} p.MsoFootnoteText, li.MsoFootnoteText, div.MsoFootnoteText 	{mso-style-priority:99; 	mso-style-parent:""; 	mso-style-link:"Footnote Text Char"; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Georgia","serif"; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Traditional Arabic"; 	mso-ansi-language:IN; 	mso-no-proof:yes;} span.MsoFootnoteReference 	{mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	vertical-align:super;} span.FootnoteTextChar 	{mso-style-name:"Footnote Text Char"; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-locked:yes; 	mso-style-link:"Footnote Text"; 	mso-ansi-font-size:12.0pt; 	mso-bidi-font-size:12.0pt; 	font-family:"Georgia","serif"; 	mso-ascii-font-family:Georgia; 	mso-hansi-font-family:Georgia; 	mso-bidi-font-family:"Traditional Arabic"; 	mso-ansi-language:IN; 	mso-no-proof:yes;} span.apple-style-span 	{mso-style-name:apple-style-span; 	mso-style-unhide:no;} span.apple-converted-space 	{mso-style-name:apple-converted-space; 	mso-style-unhide:no;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:Arial; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:40400998; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:1943192176 712306044 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579;} @list l0:level1 	{mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt; 	color:black;} ol 	{margin-bottom:0cm;} ul 	{margin-bottom:0cm;} --><!--[if gte mso 10]> <mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0cm; 	mso-para-margin-right:0cm; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} --> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoFootnoteText"><span class="MsoFootnoteReference"><span lang="IN"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Georgia&quot;,&quot;serif&quot;;" lang="IN">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span></span><span lang="IN"> Hadits ini diriwayatkan dalam amat banyak kitab dengan beberapa redaksi yang berbeda namun dengan makna yang mirip. Di antaranya adalah:</span></p>
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN"><span>1.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;" lang="IN">Musnad Ahmad bin Hanbal, juz 3, pp. 13, 17, dan 26</span></p>
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN"><span>2.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;" lang="IN">Al-Hafizh Abu Na’im, hilyat al-Awliya, juz 3, pp. 306</span></p>
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN"><span>3.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;" lang="IN">Ibn ‘Abdul Barr, al-Isti’?b</span></p>
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN"><span>4.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;" lang="IN">Al-Khathib al-Baghdadi, T?r?k Baghd?d, juz 12, pp. 91</span></p>
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN"><span>5.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;" lang="IN">Muhammad bin Thalhah al-Syafi’i, Math?lib al-Su’?l, pp. 20</span></p>
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN"><span>6.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;" lang="IN">Ibn al-Atsir al-Jauzi, al-Nihayah</span></p>
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN"><span>7.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;" lang="IN">Sabth Ibn al-Jauzi, Tadzkirah Khaww?ash al-Ummah, pp. 323</span></p>
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN"><span>8.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span class="apple-style-span"><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN">Mustadrak Al-Hakim, jilid 2, halaman 343, jilid 3, halaman 151.</span></span></p>
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span class="apple-style-span"><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN"><span>9.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span></span><!--[endif]--><span class="apple-style-span"><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN">Ash-Shawa’iqul Muhriqah, oleh Ibnu Hajar, halaman 184 dan 234.</span></span><span class="apple-style-span"> </span></p>
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN"><span>10.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span class="apple-style-span"><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN">Nizham Durar As-Samthin, oleh Az-Zarnadi Al-Hanafi, halaman 235.</span></span></p>
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span class="apple-style-span"><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN"><span>11.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span></span><!--[endif]--><span class="apple-style-span"><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN">Yanabi’ul Mawaddah, oleh Al-Qundusi Al-Hanafi, halaman 30 dan 370,cet Al-Haidariyah; halaman 27 dan 308, cet. Islambul.</span></span><span class="apple-style-span"> </span></p>
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN"><span>12.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span class="apple-style-span"><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN">Muhammadiyah, Mesir; halaman 111 dan 140, cet. Al-Maimaniyah, Mesir.</span></span></p>
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN"><span>13.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span class="apple-style-span"><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN">Tarikh Al-Khulafa’, oleh As-Suyuthi Asy-Syafi’i</span></span></p>
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN"><span>14.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span class="apple-style-span"><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN">Is’afur Raghibin, oleh Ash-Shabban Asy-Syafi’I, halaman 109, cet. As-Sa’idiyah; halaman 103, cet. Al-‘Utsamniyah.</span></span></p>
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN"><span>15.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span class="apple-style-span"><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN">Faraid As-Simthain, jilid 2, halaman 246, hadis ke 519.</span></span></p>
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN"><span>16.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span class="apple-style-span"><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN">Al-Mu’jam Ash-Shaghir, oleh Ath-Thabrani, jilid 1, halaman 139.</span></span></p>
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN"><span>17.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span class="apple-style-span"><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN">Nizham Durar As-Samthin, oleh Az-Zarnadi Al-Hanafi, halaman 235.</span></span></p>
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN"><span>18.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span class="apple-style-span"><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN">Majma’uz Zawaid, jilid 9, halaman 168.</span></span></p>
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN"><span>19.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span class="apple-style-span"><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN">Ash-Shawa’iqul Muhriqah, oleh Ibnu Hajar, halaman 148 dan 234, cet. Al-Muhammadiyah; halaman 111 dan 140, cet. Al-Maimaniyah, Mesir.</span></span></p>
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN"><span>20.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span class="apple-style-span"><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN">Nurul Abshar, oleh Asy-Syablanji, halaman 104, cet. As-Sa’idiyah.</span></span></p>
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN"><span>21.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span class="apple-style-span"><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN">Manaqib Al-Imam ‘Al? bin Ab? Thalib, oleh Al-Maghazili Asy-Syafi’I, halaman 132, hadis ke: 174,175,176 dan 177, cet. Pertama, Teheran.</span></span></p>
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN"><span>22.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span class="apple-style-span"><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN">‘Uyunul Akhbar, oleh Ibnu Qutaibah, jilid 1, halaman 211, cet. Darul Kutub Al-Mishriyah, Kairo.</span></span></p>
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN"><span>23.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span class="apple-style-span"><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN">Al-Fathul Kabir, oleh An-Nabhani, jilid 1, halaman 414; jilid 2, halaman 113.</span></span></p>
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN"><span>24.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span class="apple-style-span"><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN"><span> </span>Ihyaul Mayyit oleh As-Suyuthi (catatan pinggir) Al-Ittihaf, halaman 113.</span></span></p>
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN"><span>25.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span class="apple-style-span"><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN">Muntakhab Kanzul ‘Ummal (catatan pinggir) Musnad Ahmad, jilid 5, halaman 95.</span></span></p>
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN"><span>26.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span class="apple-style-span"><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN">Syarh Nahjul Balghah, oleh Ibnu Abil Hadid, jilid 1, halaman 73, cet. Pertama, Mesir; jilid 1, halaman 218, cet. Mesir, dengan Tahqiq Muhammad Abul Fadhl.</span></span></p>
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN"><span>27.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span class="apple-style-span"><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN">Kunuzul Haqaiq, oleh Al-Mannawi, halaman 119, tanpa menyebutkan cetakan; halaman 141, cet. Bulaq.</span></span></p>
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN"><span>28.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span class="apple-style-span"><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN">Yanabi’ul Mawaddah, oleh Al-Qundusi Al-Hanafi, halaman: 27,28,181,183,193,261 dan 298, cet. Islambul; halaman 30,31,213,217,228,312 dan 375. cet. Al-Haidariyah.</span></span></p>
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN"><span>29.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span class="apple-style-span"><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN">Ihqaqul Haqq, oleh At-Tustari, jilid 9, halaman 270-293, cet. Teheran.</span></span></p>
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN"><span>30.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span></span><!--[endif]--><span class="apple-style-span"><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN">Muhammad wa li wa banuhu Al-Awshiya’, oleh Al-‘Askari, jilid 1, halaman 239-282, cet. Al-Adab.</span></span></p>
<p><span class="apple-style-span"><span style="font-size: 9pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN">Faraid As-Simthain, jilid 2, halaman 244, hadis 517.</span></span><span class="apple-converted-space"><span style="font-size: 9pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN"> (yayasan-aljawad.blogspot.com/2009_10_01_archive.html)</span></span><span style="font-size: 9pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;" lang="IN"><br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://filsafatislam.net/?feed=rss2&amp;p=682</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Contoh Puasa Yang Berhasil dan dipujiNya ?</title>
		<link>http://filsafatislam.net/?p=674</link>
		<comments>http://filsafatislam.net/?p=674#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Aug 2010 08:08:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Beranda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://filsafatislam.net/?p=674</guid>
		<description><![CDATA[Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur. (yaitu) Mata air (dalam surga) yang daripadanya hamba-hamba Allah minum, yang mereka dapat mengalirkannya dengan sebaik-baiknya. Mereka menunaikan nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana. Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur. (yaitu) Mata air (dalam surga) yang daripadanya hamba-hamba Allah minum, yang mereka dapat mengalirkannya dengan sebaik-baiknya. Mereka menunaikan nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana. Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan. “Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih. Sesungguhnya kami takut akan (azab) Tuhan kami pada suatu hari yang (di hari itu) orang-orang bermuka masam penuh kesulitan.” Maka Tuhan memelihara mereka dari kesusahan hari itu, dan memberikan kepada mereka kejernihan (wajah) dan kegembiraan hati.</p>
<p>(QS 76(AL-INSAN):5-11)</p></blockquote>
<p>Ibnu Abbas berkata : suatu hari di Madinah, putera Fathimah ‘as. Hasan dan Husein, sakit. Rasulullah saw dan sejumlah pengikutnya datang mengunjungi mereka. Mereka menganjurkan kepada suami Fathimah, Hadrat ‘Ali bin Abi Thalib, untuk mengucapkan nazar demi kesembuhan dua puteranya itu. Kemudian ‘Ali, Fathimah dan Fidhdhah (pembantu mereka) bernazar, jika Hasan dan Husein sembuh mereka akan berpuasa selama tiga hari. (menurut riwayat yang sama Hasan dan Husein (salam atas mereka) juga bernazar yang sama).</p>
<p>Tak lama kemudian, kedua putera ‘Ali bin Abi Thalib itu pun sembuh. Maka keluarga tersebut mulai melakukan puasa pada hari pertama. Pada saaat itu, keluarga puteri Rasulullah saw itu berada dalam keadaan amat membutuhkan makanan. Lalu Hadhrat Ali, sang kepala keluarga, membawa sekantung gandum yang diberikan kepada isterinya untuk segera digiling. Fathimah ‘as, menggiling sepertiganya hingga menjadi tepung untuk membuat beberapa potong roti.</p>
<p>Menjelang petang, tatkala mereka tengah mempersiapkan hidangan roti buatan tangan puteri Rasul untuk berbuka puasa, tiba-tiba datang seorang miskin menghampiri pintu rumah mereka dan berkata: “Salam atas kalian wahai keluarga Muhammad. Aku seorang muslim yang kelaparan, berikanlah aku makanan. Semoga Allah membalas kebaikan kalian dengan makanan dari surga.” Seluruh anggota keluarga hadhrat ‘Ali berempati dan mengutamakan si miskin yang meminta tersebut dengan memberikan jatah roti untuk berbuka mereka kepada si miskin yang kelaparan itu. Maka, malam itu mereka berpuasa hanya dengan beberapa teguk air.</p>
<p>Hari berikutnya mereka berpuasa lagi. Namun, seperti yang terjadi pada hari sebelumnya, kini, seorang anak yatim menghampiri pintu rumah mereka. Sekali lagi, mereka memberikan roti hidangan berbuka mereka, hingga tak ada sesuatu yang bisa mengisi perut mereka kecuali air.</p>
<p>Di hari berikutnya, mereka berpuasa untuk hari ketiga. Kali ini, seorang tawanan yang datang menghampiri rumah mereka, dan sekali lagi, mereka memberikan makanan berbuka mereka sebagai sedekah.</p>
<p>Pada hari keempat, ‘Ali bin Abi Thalib ‘as. mengajak kedua puteranya hasan dan Husein, menemui Rasulullah Saw. ketika mengetahui keadaan mereka yang memprihatinkan dengan tubuh gemetar karena lapar, Rasul saw berkata: “Aku sedih melihat kondisi kalian seperti ini”. Kemudian Beliau Saw. berdiri dan ke rumah menantunya sambil membimbing dua cucu kesayangan diikuti oleh ‘Ali ‘as.. Ketika sampai di rumah sang menantu, ‘Ali bin Abi Thalib, Rasulullah Saw. mendapati Fathimah as. sedang shalat. Tampak perut puteri terkasih Rasul itu tertekan ke dalam hingga merapat ke punggungnya, kelopak matanya tampak dalam. Rasulullah Saw. benar-benar terharu. Pada saat itulah Jibril ‘as. datang dan berkata: “Wahai Muhammad, terimalah Surah ini. Allah swt. memberi anda selamat karena mempunyai keluarga seperti ini.” Lalu Jibril ‘as. membacakan kepada Rasul Saw. surah Hal-ata.<span style="color: #ff0000;">[1]</span></p>
<p>Kisah serupa juga dinukil oleh Zamakhsyari dalam Tafsir Al-Kasysyaf-nya<span style="color: #ff0000;">[2]</span>. dari  ‘Abdullah bin ‘Abbas juga Syaikh Fadhl bin Hasan Tabarsi dalam Majma’ Al-Bayan-nya.</p>
<p>* * *</p>
<p><strong>Referensi :</strong></p>
<p><span style="color: #ff0000;">[1]</span> Al Ghadir, jilid 3, hal. 107-111.; Ihqaq al-Haqq, jilid 3, hal. 157-171. Dikutip dari Tafsir Nurul Qur’an, ‘Allamah Kamal Faqih Imani, Penerbit Al-Huda, 2006, jilid 19, hal 38-39.</p>
<p><span style="color: #ff0000;">[2]</span> Ibnu ‘Asyur menegaskan bahwa mayoritas pembahasan ulama Sunni mengenai tafsir al-Qur’an didasarkan pada tafsir az-Zamakhsyari. Al-Alusi, Abu al-Su’ud, al-Nasafi, dan para mufassir lain merujuk kepada tafsirnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://filsafatislam.net/?feed=rss2&amp;p=674</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Prophethood for Teens, Bukti (13): Pengertian Imam</title>
		<link>http://filsafatislam.net/?p=668</link>
		<comments>http://filsafatislam.net/?p=668#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Aug 2010 02:24:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mengenal Kenabian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://filsafatislam.net/?p=668</guid>
		<description><![CDATA[Murtadha Muthahhari menuliskan: [1]
Imam berarti seorang pemimpin atau orang yang berada di muka.  Kata Imam tidak menyatakan secara tidak langsung segala  pengertian mengenai kesucian. Imam adalah pribadi yang memiliki  beberapa pengikut, terlepas dari kenyataannya apakah dia itu shaleh atau  tidak. Al-Qur’an sendiri telah menggunakan kata ini dalam kedua  pengertian di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Murtadha Muthahhari menuliskan: <span style="color: #ff0000;">[1]</span></p>
<p>Imam berarti seorang pemimpin atau orang yang berada di muka.  Kata Imam tidak menyatakan secara tidak langsung segala  pengertian mengenai kesucian. Imam adalah pribadi yang memiliki  beberapa pengikut, terlepas dari kenyataannya apakah dia itu shaleh atau  tidak. Al-Qur’an sendiri telah menggunakan kata ini dalam kedua  pengertian di atas. Pada satu tempat al-Qur’an mengatakan:</p>
<blockquote><p><span style="color: #800000;">“Kami telah  menjadikan mereka itu sebagai Imam-imam yang memberi  petunjuk dengan perintah (izin) Kami.” (QS 21 (AL-ANBIYA’):73)</span></p></blockquote>
<p>Di tempat lain al-Qur’an mengatakan:</p>
<blockquote><p><span style="color: #800000;">“Kami menjadikan  mereka pemimpin-pemimpin (imam-imam) yang menyeru kepada neraka.” (QS  28(AL-QASHASH):41)</span></p></blockquote>
<p>Berkenaan dengan Fir’aun, al-Qur’an  menggunakan kalimat yang memberikan suatu pengertian yang serupa dengan  seorang Imam atau pemimpin. Ia mengatakan:</p>
<blockquote><p><span style="color: #800000;">“Ia  berjalan di muka kaumnya di hari kiamat lalu memasukkan mereka ke dalam  neraka.” (QS 11(HUD):98)</span></p></blockquote>
<p>Jadi Imam secara harfiah berarti seorang  pemimpin. Dalam bagian berikutnya, kita akan mencoba membahas  kepemimpinan (Imamah) dalam arti yang positif, yakni kepemimpinan umat  Islam sepeninggal Nabi saw..</p>
<p>* * *</p>
<p>Referensi :</p>
<p><span style="color: #ff0000;">[1] </span>Saduran dari Murtadha Muthahhari, Imamah  dan Khilafah, CV. Firdaus, Jakarta, 1991, pp. 22</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://filsafatislam.net/?feed=rss2&amp;p=668</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Prophethood for Teens, Bukti (12): Dan Muhammad adalah Nabi Terakhir</title>
		<link>http://filsafatislam.net/?p=658</link>
		<comments>http://filsafatislam.net/?p=658#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Aug 2010 06:51:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mengenal Tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://filsafatislam.net/?p=658</guid>
		<description><![CDATA[Al-Qur’an yang mulia menjelaskan bahwaNabi Muhammad saw. adalah nabi terakhir.
“Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS 33(AL-AHZAB):40)
Dalam ayat ini, Nabi Muhammad saw. diberi gelar khatam an-nabiyyin. Khatam (tutup) dalam bahasa Arab berarti sesuatu yang mengakhiri sesuatu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Al-Qur’an yang mulia menjelaskan bahwaNabi Muhammad saw. adalah nabi terakhir.</p>
<p>“Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS 33(AL-AHZAB):40)</p>
<p>Dalam ayat ini, Nabi Muhammad saw. diberi gelar khatam an-nabiyyin. Khatam (tutup) dalam bahasa Arab berarti sesuatu yang mengakhiri sesuatu yang lain. Khatam dapat diartikan sebagai materai yang dengannya surat-surat diamankan, cincin stempel yang digunakan untuk menyegel surat. Khatam juga dapat diartikan diselesaikannya sesuatu.</p>
<p>Gelar khatam an-nabiyyin yang disebutkan dalam ayat ini berarti Nabi Muhammad adalah Nabi yang mengakhiri kenabian. Berakhirnya kenabian ini bukanlah sebuah kemunduran, tetapi merupakan tanda bahwa ajaran yang dibawa oleh para nabi sebelumnya telah sempurna dan disampaikan seluruhnya <span style="color: #800000;">[1]</span>.</p>
<p>Al-Qur’an juga menjelaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan pada Rasulullah saw. adalah sebagai peringatan bagi sekalian alam. Hal ini menunjukkan bahwa pengutusan Rasulullah saw. adalah bagi semesta. Kesempurnaan ajaran yang dibawa oleh Muhammad saw. adalah sedemikian hingga al-Qur’an disifati oleh Dia Yang Maha Mengetahui Lagi Menciptakan sebagai sesuatu yang sudah mencukupi untuk menjadi peringatan bagi seluruh semesta. Ini memperkuat argumen bahwa Rasulullah saw. adalah nabi terakhir, dari sisi bahwa ajarannya demikian sempurnanya sehingga coverage (jangkauannya) adalah seluruh semesta (al-‘alamin).</p>
<blockquote><p>“Mahasuci Zat yang telah menurunkan al-Furqan (al-Qur’an) pada hambaNya sebagai peringatan bagi seluruh alam.”<br />
(QS 25(AL-FURQAN):1)</p></blockquote>
<p>Al-Qur’an juga menjelaskan bahwa kitab yang diturunkanNya pada RasulNya Yang Mulia Muhammad saw. (yakni al-Qur’an) tidak pernah akan dimasuki kebatilan. Kebenaran al-Qur’an adalah dikaitkan langsung dengan kenyataan bahwa al-Qur’an adalah diturunkan oleh ZatNya Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji.</p>
<blockquote><p>“Orang-orang yang kafir kepada adz-dzikr <span style="color: #800000;">[2]</span> ketika mendatangi mereka (mereka pasti menerima balasan). Dansesungguhnya ia (al-Qur’an) adalah benar-benar kitab yang mulia yang tidak mungkin kebatilan datang padanya baik dari hadapannya maupun dari belakang. Kitab ini diturunkan dari Zat Yang Maha Bijaksana dan Maha Terpuji.”<br />
(QS 41(FUSHSHILAT): 41-42)</p></blockquote>
<p>AllahYang Maha Agung berfirman bahwa Ia sendiri yang akan benar-benar memelihara al-Qur’an dan menjaga al-Qur’an sehingga tetap terjaga dan suci dari semua kebatilan.</p>
<blockquote><p>“Sesungguhnya Kami yang menurunkan adz-dzikr (al-Qur’an) dan Kamilah yang menjaganya.” (QS 15 (AL-HIJR):9)</p></blockquote>
<p>Ini memperkuat argumen bahwa Rasulullah saw. adalah nabi terakhir, dari sisi bahwa ajarannya akan terjaga dari seluruh perubahan apapun. Salah satu fungsi diutusnya nabi baru adalah meluruskan penyimpangan ajaran dari nabi-nabi sebelumnya. Jaminan kemurnian al-Qur’an dari Zat Yang Maha Bijak Lagi Memelihara membuat fungsi ini tidak diperlukan lagi sepeninggal Rasulullah saw.</p>
<p>Dalil-dalil bahwa Rasulullah Muhammad saw. adalah nabi terakhir juga dapat ditemukan pada berbagai riwayat (hadits). Di antaranya adalah sebagai berikut.</p>
<p>1) Nabi Muhammad saw. bersabda, “Perumpamaan diriku dan nabi-nabi sebelumku bagaikan seseorang yang membangun sebuah rumah yang indah dan sempurna tetapi ada bagian dinding yang belum terpasang. Setiap orang yang masuk ke dalamnya memperhatikan setiap sudut dari rumah tersebut. Mereka bertanya, ‘Mengapa bagian dinding belum diselesaikan?’ Sebagaimana bagian terakhir rumah tersebut, aku adalah penutup para nabi (khatam an-nabiyyin) <span style="color: #800000;">[3]</span>.</p>
<p>2) Nabi Muhammad saw. bersabda:</p>
<p>“Aku memiliki lima nama: (1) Muhammad; (2) Ahmad; (3) al-Mahi (penolak dan penghancur). Allah swt. menolak dan menghancurkan kesyirikan dan kekafiran dengan perantara diriku; (4) aku adalah al-Hasyir (pengumpul) yaitu pada hari kiamat manusia-manusia berkumpul di kakiku; (5) dan aku adalah ‘Aqib (penutup) yaitu aku datang setelah para nabi dan tidak ada nabi diutus setelahku. <span style="color: #800000;">[4]</span>”</p>
<p>3) Arbadh bin Sariyah meriwayatkan, “Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda,</p>
<p>“Aku adalah hamba Allah. Penutup para nabi sejak zaman Nabi Adam as. masih berwujud tanah liat dan akan kukabarkan pada kalian ajakan ayahku Nabi Ibrahim as. Dan berita gembira dari Nabi Isa as. mengenai diriku. <span style="color: #800000;">[5]</span>”</p>
<p>4) Disebutkan dalam hadis syafaat,</p>
<p>“Manusia mendatangi Isa as. Dan berkata, ‘Wahai Isa, syafaatilah kami. ’ Isa menjawab, ‘Aku tidak berhak. Datanglah pada Muhammad saw. sesungguhnya dia adalah nabi terakhir. <span style="color: #800000;">[6]</span>”</p>
<p>5) “Pada hari kiamat, para nabi dan seluruh umat mendatangiku dan berkata, ‘Wahai Muhammad saw.,engkau adalah Rasulullah dan penutup para nabi. Allah telah mengampuni ‘dosa-dosa’mu sebelum dan sesudah. Memohonlah pada Allah agar kami disyafaati. Tidakkah engkau melihat kondisi kami? <span style="color: #800000;">[7]</span>’”</p>
<p>6) Abu Hurairah meriwayatkan Nabi Muhammad saw. bersabda,</p>
<p>“Aku diutus bagi seluruh manusia dan kenabian diakhiri olehku. <span style="color: #800000;">[8]</span>”</p>
<p>7) Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Rasulullah saw. bersabda,</p>
<p style="text-align: center;">“Aku penutup ribuan nabi bahkan lebih. <span style="color: #800000;">[9]</span>”</p>
<p style="text-align: left;">8. “Wahai‘Ali, aku membuktikan padamu dengan kenabian. Tidak ada nabi setelahku dan engkau pun membuktikan pada manusia dengan tujuh sifat keunggulan yang tidak seorang Quraisy pun mengingkarinya. Engkau adalah orang pertama yang beriman pada Allah,&#8230; <span style="color: #800000;">[10]</span>”</p>
<p style="text-align: left;">9) Abu Dzar Al-Ghifari berkata, Rasulullah saw. bersabda,</p>
<p style="text-align: left;">“Aku adalah penutup para nabi dan engkau wahai‘Ali adalah penutup para washiy. <span style="color: #800000;">[11]</span>”</p>
<p style="text-align: left;">10) Jabir bin ‘Abdullah bertanya pada Rasulullah saw. mengenai sesuatu yang pertama kali diciptakan oleh Allah swt.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: left;">“Wahai Jabir, makhluk pertama yang diciptakan oleh Allah adalah cahaya nabimu. Mengadakan segala kebaikan di dalamnya dan menciptakan segala sesuatu yang lain setelahnya&#8230;Kemudian, memunculkan aku di bumi dan menjadikanku sebagai pemimpin para rasul dan penutup para nabi. Aku diutus bagi seluruh manusia dan sebagai rahamat bagi seluruh alam. <span style="color: #800000;">[12]</span>”</p>
</blockquote>
<p style="text-align: left;">11) Imam‘Ali kw. berkata:</p>
<blockquote>
<p style="text-align: left;">“Allah memilih Adam sebagai makhluk pilihanNya&#8230;setelah Adam bertobat, Allah menempatkan Adam di bumi sehingga dengan perantara keturunannya, bumi menjadi makmur. Hujah Allah menjadi sempurna pada hamba-hambaNya dengan perantaranya. Setelah beliau (Adam as.), Allah swt. tidak pernah mengosongkan bumi dari hujahNya. Bahkan, Allah memperbaharui janjiNya pada hamba-hambaNya dengan perantara para nabi, pembawa risalah, serta penyeru kepadaNya. Mereka terpilih dari masa ke masa hingga tiba masa nabi kita (Muhammad saw) dan dengan perantaranya, hujah Allah berakhir dan berakhir pulalah udzur Tuhan&#8230; <span style="color: #800000;">[13]</span>”</p>
</blockquote>
<p style="text-align: left;">12) “…Allah swt. Mengutus Nabi Muhammad saw. setelah para nabi. Dengan perantara dirinya, wahyu dan kenabian pun berakhir… <span style="color: #800000;">[14]</span>”</p>
<p style="text-align: left;">13) “Aku adalah pemimpin para washiy… Aku adalah pewaris ilmu orang terdahulu, bukti Allah bagi seluruh alam setelah para nabi, dan Nabi Muhammad bin ‘Abdullah penutup para nabi… <span style="color: #800000;">[15]</span>”</p>
<p style="text-align: left;">14) “Demi jiwa ibu dan ayahku yang menjadi tebusan, sungguh dengan kematianmu, maka terhentilah apa yang tak pernah terhenti dengan kematian selainmu dari kenabian dan berita-berita dari langit&#8230; <span style="color: #800000;">[16]</span>”</p>
<p style="text-align: left;"><strong>Referensi :</strong></p>
<p style="text-align: left;"><span style="color: #800000;">[1]</span> Dua paragraf ini disarikan dari Murtadha Mutahhari, Akhir Kenabian, Penerbit Yapi, Bandar Lampung, 1988, pp. 7-9 dan Ja’far Subhani, Siapa Nabi Terakhir?, Al-Huda, Jakarta, 2006, pp. 11-26</p>
<p style="text-align: left;"><span style="color: #800000;">[2] </span> Yang dimaksud dengan kata adz-dzikr di dalam ayat tersebut adalah al-Qur’an. (Tafsir Ibnu Katsir, D?rul Ma’rifah, Beirut, 1992, juz 4, pp. 110-111)</p>
<p style="text-align: left;"><span style="color: #800000;">[3]</span> Shahih Muslim, juz 7, pp. 64-65; Shahih Bukhari, juz 4, pp. 226; Musnad Ahmad bin Hanbal, juz 2, pp. 398 dan 412; At-Taj, jil. 3, pp. 229</p>
<p style="text-align: left;"><span style="color: #800000;">[4]</span> Thabaqat al-Kubra, jil. 1, pp. 65; Musnad Ahmad bin Hanbal, juz 3, pp. 82-84; Shahih Muslim juz 8, pp. 89</p>
<p style="text-align: left;"><span style="color: #800000;">[5] </span>Thabaqat al-Kubra, jil. 1, pp. 96; Musnad Ahmad bin Hanbal, juz 4, pp. 127-128; Yanabi’ al-Mawaddah, pp. 10; al-Mizan, jil. 19, pp. 295 dengan sedikit perbedaan</p>
<p style="text-align: left;"><span style="color: #800000;">[6 ]</span>Musnad Ahmad bin Hanbal, juz 3, pp. 258; Shahih Bukhari, juz 6, pp. 106</p>
<p style="text-align: left;"><span style="color: #800000;">[7]</span> Shahih Bukhari, juz 6, pp. 106; Musnad Ahmad bin Hanbal, juz 2, pp. 436</p>
<p style="text-align: left;"><span style="color: #800000;">[8]</span> Thabaqat al-Kubra, jil. 1, pp. 128; Musnad Ahmad bin Hanbal, juz 2, pp. 412</p>
<p style="text-align: left;"><span style="color: #800000;">[9]</span> Musnad Ahmad bin Hanbal, juz 3, hal. 79</p>
<p style="text-align: left;"><span style="color: #800000;">[10]</span> Hilyat al-Awliya, jil. 1, pp. 66</p>
<p style="text-align: left;"><span style="color: #800000;">[11]</span> Ihq?q al-Haq jil. 4 pp. 120</p>
<p style="text-align: left;"><span style="color: #800000;">[12]</span> Yanabi’ al-Mawaddah, pp. 14 dan 15</p>
<p style="text-align: left;"><span style="color: #800000;">[13] </span>Nahjul Bal?ghah, Khutbah ke-87</p>
<p style="text-align: left;"><span style="color: #800000;">[14]</span> Nahjul Bal?ghah, Khutbah ke-129</p>
<p style="text-align: left;"><span style="color: #800000;">[15]</span> Ghay?t al-Maram pp. 46; Syekh Shaduq, ‘Amali, pp. 17</p>
<p style="text-align: left;"><span style="color: #800000;">[16]</span> Nahjul Bal?ghah, Khutbah ke-230</p>
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: left;">
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 1494px; width: 1px; height: 1px; overflow: hidden;"><!--[if !mso]> <mce:style><!  v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} w\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} --> <!--[endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:TrackMoves>false</w:TrackMoves> <w:TrackFormatting /> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:DoNotPromoteQF /> <w:LidThemeOther>EN-US</w:LidThemeOther> <w:LidThemeAsian>X-NONE</w:LidThemeAsian> <w:LidThemeComplexScript>X-NONE</w:LidThemeComplexScript> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> <w:SplitPgBreakAndParaMark /> <w:DontVertAlignCellWithSp /> <w:DontBreakConstrainedForcedTables /> <w:DontVertAlignInTxbx /> <w:Word11KerningPairs /> <w:CachedColBalance /> </w:Compatibility> <w:DoNotOptimizeForBrowser /> <m:mathPr> <m:mathFont m:val="Cambria Math" /> <m:brkBin m:val="before" /> <m:brkBinSub m:val=" " /> <m:smallFrac m:val="off" /> <m:dispDef /> <m:lMargin m:val="0" /> <m:rMargin m:val="0" /> <m:defJc m:val="centerGroup" /> <m:wrapIndent m:val="1440" /> <m:intLim m:val="subSup" /> <m:naryLim m:val="undOvr" /> </m:mathPr></w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"   DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"   LatentStyleCount="267"> <w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading" /> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Georgia; 	panose-1:2 4 5 2 5 4 5 2 3 3; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:"Traditional Arabic"; 	panose-1:2 2 6 3 5 4 5 2 3 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:8195 -2147483648 8 0 65 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:1.4pt; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	text-align:justify; 	text-justify:kashida; 	text-kashida:0%; 	text-indent:1.0cm; 	line-height:150%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:14.0pt; 	mso-bidi-font-size:11.0pt; 	font-family:"Georgia","serif"; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:Arial; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-ansi-language:IN; 	mso-no-proof:yes;} p.MsoFootnoteText, li.MsoFootnoteText, div.MsoFootnoteText 	{mso-style-priority:99; 	mso-style-parent:""; 	mso-style-link:"Footnote Text Char"; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Georgia","serif"; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Traditional Arabic"; 	mso-ansi-language:IN; 	mso-no-proof:yes;} span.MsoFootnoteReference 	{mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	vertical-align:super;} p.MsoListParagraph, li.MsoListParagraph, div.MsoListParagraph 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	margin-top:0cm; 	margin-right:1.4pt; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:36.0pt; 	mso-add-space:auto; 	text-align:justify; 	text-justify:kashida; 	text-kashida:0%; 	text-indent:1.0cm; 	line-height:150%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:14.0pt; 	mso-bidi-font-size:11.0pt; 	font-family:"Georgia","serif"; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:Arial; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-ansi-language:IN; 	mso-no-proof:yes;} p.MsoListParagraphCxSpFirst, li.MsoListParagraphCxSpFirst, div.MsoListParagraphCxSpFirst 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-type:export-only; 	margin-top:0cm; 	margin-right:1.4pt; 	margin-bottom:0cm; 	margin-left:36.0pt; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-add-space:auto; 	text-align:justify; 	text-justify:kashida; 	text-kashida:0%; 	text-indent:1.0cm; 	line-height:150%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:14.0pt; 	mso-bidi-font-size:11.0pt; 	font-family:"Georgia","serif"; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:Arial; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-ansi-language:IN; 	mso-no-proof:yes;} p.MsoListParagraphCxSpMiddle, li.MsoListParagraphCxSpMiddle, div.MsoListParagraphCxSpMiddle 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-type:export-only; 	margin-top:0cm; 	margin-right:1.4pt; 	margin-bottom:0cm; 	margin-left:36.0pt; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-add-space:auto; 	text-align:justify; 	text-justify:kashida; 	text-kashida:0%; 	text-indent:1.0cm; 	line-height:150%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:14.0pt; 	mso-bidi-font-size:11.0pt; 	font-family:"Georgia","serif"; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:Arial; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-ansi-language:IN; 	mso-no-proof:yes;} p.MsoListParagraphCxSpLast, li.MsoListParagraphCxSpLast, div.MsoListParagraphCxSpLast 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-type:export-only; 	margin-top:0cm; 	margin-right:1.4pt; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:36.0pt; 	mso-add-space:auto; 	text-align:justify; 	text-justify:kashida; 	text-kashida:0%; 	text-indent:1.0cm; 	line-height:150%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:14.0pt; 	mso-bidi-font-size:11.0pt; 	font-family:"Georgia","serif"; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:Arial; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-ansi-language:IN; 	mso-no-proof:yes;} span.FootnoteTextChar 	{mso-style-name:"Footnote Text Char"; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-locked:yes; 	mso-style-link:"Footnote Text"; 	mso-ansi-font-size:12.0pt; 	mso-bidi-font-size:12.0pt; 	font-family:"Georgia","serif"; 	mso-ascii-font-family:Georgia; 	mso-hansi-font-family:Georgia; 	mso-bidi-font-family:"Traditional Arabic"; 	mso-ansi-language:IN; 	mso-no-proof:yes;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:Arial; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;}  /* Page Definitions */  @page 	{mso-footnote-separator:url("file:///C:/DOCUME~1/RAYYAN~1/LOCALS~1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_header.htm") fs; 	mso-footnote-continuation-separator:url("file:///C:/DOCUME~1/RAYYAN~1/LOCALS~1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_header.htm") fcs; 	mso-endnote-separator:url("file:///C:/DOCUME~1/RAYYAN~1/LOCALS~1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_header.htm") es; 	mso-endnote-continuation-separator:url("file:///C:/DOCUME~1/RAYYAN~1/LOCALS~1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_header.htm") ecs;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:894464212; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-1823178592 69271569 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579;} @list l0:level1 	{mso-level-text:"%1\)"; 	mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:22.5pt; 	text-indent:-18.0pt;} ol 	{margin-bottom:0cm;} ul 	{margin-bottom:0cm;} --><!--[if gte mso 10]> <mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0cm; 	mso-para-margin-right:0cm; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} --> <!--[endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <o:shapedefaults v:ext="edit" spidmax="2050" /> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <o:shapelayout v:ext="edit"> <o:idmap v:ext="edit" data="1" /> </o:shapelayout></xml><![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 26.1pt 10pt 1cm; text-indent: 0cm;"><!--[if gte vml 1]><v:shapetype id="_x0000_t202"  coordsize="21600,21600" o:spt="202" path="m,l,21600r21600,l21600,xe"> <v:stroke joinstyle="miter" /> <v:path gradientshapeok="t" o:connecttype="rect" /> </v:shapetype><v:shape id="Text_x0020_Box_x0020_70" o:spid="_x0000_s1026"  type="#_x0000_t202" style='position:absolute;left:0;text-align:left;  margin-left:-9.8pt;margin-top:173.3pt;width:29.3pt;height:23.4pt;z-index:-1;  visibility:visible;mso-width-relative:margin;mso-height-relative:margin'  o:gfxdata="UEsDBBQABgAIAAAAIQC2gziS/gAAAOEBAAATAAAAW0NvbnRlbnRfVHlwZXNdLnhtbJSRQU7DMBBF 90jcwfIWJU67QAgl6YK0S0CoHGBkTxKLZGx5TGhvj5O2G0SRWNoz/78nu9wcxkFMGNg6quQqL6RA 0s5Y6ir5vt9lD1JwBDIwOMJKHpHlpr69KfdHjyxSmriSfYz+USnWPY7AufNIadK6MEJMx9ApD/oD OlTrorhX2lFEilmcO2RdNtjC5xDF9pCuTyYBB5bi6bQ4syoJ3g9WQ0ymaiLzg5KdCXlKLjvcW893 SUOqXwnz5DrgnHtJTxOsQfEKIT7DmDSUCaxw7Rqn8787ZsmRM9e2VmPeBN4uqYvTtW7jvijg9N/y JsXecLq0q+WD6m8AAAD//wMAUEsDBBQABgAIAAAAIQA4/SH/1gAAAJQBAAALAAAAX3JlbHMvLnJl bHOkkMFqwzAMhu+DvYPRfXGawxijTi+j0GvpHsDYimMaW0Yy2fr2M4PBMnrbUb/Q94l/f/hMi1qR JVI2sOt6UJgd+ZiDgffL8ekFlFSbvV0oo4EbChzGx4f9GRdb25HMsYhqlCwG5lrLq9biZkxWOiqY 22YiTra2kYMu1l1tQD30/bPm3wwYN0x18gb45AdQl1tp5j/sFB2T0FQ7R0nTNEV3j6o9feQzro1i OWA14Fm+Q8a1a8+Bvu/d/dMb2JY5uiPbhG/ktn4cqGU/er3pcvwCAAD//wMAUEsDBBQABgAIAAAA IQA/TgBBgAIAAGsFAAAOAAAAZHJzL2Uyb0RvYy54bWysVE1PGzEQvVfqf7B8L5uEj0DEBqUgqkoI UEPF2fHaZFWvx7WdZNNf32fvJkS0F6pedu2ZN8/zfXnVNoatlQ812ZIPjwacKSupqu1Lyb8/3X46 5yxEYSthyKqSb1XgV9OPHy43bqJGtCRTKc9AYsNk40q+jNFNiiLIpWpEOCKnLJSafCMirv6lqLzY gL0xxWgwOCs25CvnSaoQIL3plHya+bVWMj5oHVRkpuTwLeavz99F+hbTSzF58cIta9m7If7Bi0bU Fo/uqW5EFGzl6z+omlp6CqTjkaSmIK1rqXIMiGY4eBPNfCmcyrEgOcHt0xT+H628Xz96VlclHyM9 VjSo0ZNqI/tMLYMI+dm4MAFs7gCMLeSo804eIExht9o36Y+AGPSg2u6zm9gkhMfj0XAIjYRqdDEe nmf24tXY+RC/KGpYOpTco3g5p2J9FyIcAXQHSW9Zuq2NyQU0lm1KfnZ8OsgGew0sjE1YlVuhp0kB dY7nU9walTDGflMaqcj+J0FuQnVtPFsLtI+QUtmYQ8+8QCeUhhPvMezxr169x7iLY/cy2bg3bmpL Pkf/xu3qx85l3eGRyIO40zG2izb3AMrTF3xB1Rb19tRNTHDytkZV7kSIj8JjRFBIjH18wEcbQvap P3G2JP/rb/KER+dCy9kGI1fy8HMlvOLMfLXo6YvhyQloY76cnI5HuPhDzeJQY1fNNaEsQywYJ/Mx 4aPZHbWn5hnbYZZehUpYibdLHnfH69gtAmwXqWazDMJUOhHv7NzJRJ2qlHruqX0W3vWNGdHR97Qb TjF5058dNllamq0i6To3b0p0l9W+AJjo3NP99kkr4/CeUa87cvobAAD//wMAUEsDBBQABgAIAAAA IQCJwkqh4gAAAAoBAAAPAAAAZHJzL2Rvd25yZXYueG1sTI9BT8JAEIXvJv6HzZh4gy0UG6jdEtKE mBg9gFy8TbtD29jdrd0Fqr/e4YSnmcl7efO9bD2aTpxp8K2zCmbTCATZyunW1goOH9vJEoQPaDV2 zpKCH/Kwzu/vMky1u9gdnfehFhxifYoKmhD6VEpfNWTQT11PlrWjGwwGPoda6gEvHG46OY+iRBps LX9osKeioeprfzIKXovtO+7KuVn+dsXL23HTfx8+n5R6fBg3zyACjeFmhis+o0POTKU7We1Fp2Ay WyVsVRAvEl7YEa+4XHmd8QJknsn/FfI/AAAA//8DAFBLAQItABQABgAIAAAAIQC2gziS/gAAAOEB AAATAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAABbQ29udGVudF9UeXBlc10ueG1sUEsBAi0AFAAGAAgAAAAhADj9 If/WAAAAlAEAAAsAAAAAAAAAAAAAAAAALwEAAF9yZWxzLy5yZWxzUEsBAi0AFAAGAAgAAAAhAD9O AEGAAgAAawUAAA4AAAAAAAAAAAAAAAAALgIAAGRycy9lMm9Eb2MueG1sUEsBAi0AFAAGAAgAAAAh AInCSqHiAAAACgEAAA8AAAAAAAAAAAAAAAAA2gQAAGRycy9kb3ducmV2LnhtbFBLBQYAAAAABAAE APMAAADpBQAAAAA= " filled="f" stroked="f" strokeweight=".5pt"> <v:textbox> <![if !mso]></p>
<table cellpadding=0 cellspacing=0 width="100%">
<tr>
<td><![endif]></p>
<div>
<p class=MsoListParagraph style="margin-left:0cm;mso-add-space:auto;     text-indent:0cm;mso-list:l0 level1 lfo1" mce_style="margin-left:0cm;mso-add-space:auto;     text-indent:0cm;mso-list:l0 level1 lfo1"><![if !supportLists]><span     lang=IN style="mso-fareast-font-family:Georgia;mso-bidi-font-family:Georgia" mce_style="mso-fareast-font-family:Georgia;mso-bidi-font-family:Georgia"><span     style="mso-list:Ignore" mce_style="mso-list:Ignore">1)<span style="font:7.0pt "Times New Roman"" mce_style="font:7.0pt "Times New Roman"">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span></span><![endif]><span lang=IN><o:p>&nbsp;</o:p></span></p>
</div>
<p><![if !mso]></td>
</tr>
</table>
<p><![endif]></v:textbox> <w:wrap type="square" /> </v:shape><![endif]--><!--[if !vml]--><img src="file:///C:/DOCUME%7E1/RAYYAN%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image001.gif" alt="Text Box: 1)" hspace="12" width="43" height="35" align="left" /><!--[endif]--> <span style="line-height: 150%; color: #c00000;" lang="IN">“Wahai Jabir, makhluk pertama yang diciptakan oleh </span><span style="line-height: 150%; color: blue;" lang="IN">All?h</span><span style="line-height: 150%; color: #c00000;" lang="IN"> adalah cahaya nabimu. Mengadakan segala kebaikan di dalamnya dan menciptakan segala sesuatu yang lain setelahnya&#8230;Kemudian, memunculkan aku di bumi dan menjadikanku sebagai pemimpin para rasul dan penutup para nabi. Aku diutus bagi seluruh manusia dan sebagai rahamat bagi seluruh alam.”<a name="_ftnref1" href="#_ftn1"><span class="MsoFootnoteReference"><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Georgia&quot;,&quot;serif&quot;; color: #c00000;" lang="IN">[1]</span></span><!--[endif]--></span></a></span><span style="line-height: 150%; font-family: &quot;Traditional Arabic&quot;,&quot;serif&quot;; color: #c00000;" lang="AR-SA"> </span></p>
<div><!--[if !supportFootnotes]--></p>
<hr size="1" /><!--[endif]--></p>
<div id="ftn1">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"><a name="_ftn1" href="#_ftnref1"><span class="MsoFootnoteReference"><span lang="IN"><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Georgia&quot;,&quot;serif&quot;;" lang="IN">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span lang="IN"> Yanabi’ al-Mawaddah, pp. 14 dan 15</span></p>
</div>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://filsafatislam.net/?feed=rss2&amp;p=658</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Prophethood for Teens, Bukti (11e): Nubuat nabi-nabi sebelum Nabi Muhammad saw. bahwa Nabi Muhammad adalah nabi</title>
		<link>http://filsafatislam.net/?p=644</link>
		<comments>http://filsafatislam.net/?p=644#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Aug 2010 05:48:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mengenal Kenabian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://filsafatislam.net/?p=644</guid>
		<description><![CDATA[Berbagai kisah yang menunjukkan bahwa Nabi Muhammad saw. telah dinubuatkan oleh nabi sebelum beliau juga pada masa hidupnya Nabi Muhammad saw.: [1]
Kisah pendeta Bahira :
Sekali waktu ketika Rasulullah saw. berlum beranjak dewasa dan masih hidup bersama Abu Thalib, pamannya itu mengadakan perjalanan untuk berdagang ke Syria seraya membawa serta Rasulullah saw.
Kafilah dagangnya besar dan sarat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berbagai kisah yang menunjukkan bahwa Nabi Muhammad saw. telah dinubuatkan oleh nabi sebelum beliau juga pada masa hidupnya Nabi Muhammad saw.: <span style="color: #800000;">[1]</span></p>
<p><strong>Kisah pendeta Bahira :</strong></p>
<p>Sekali waktu ketika Rasulullah saw. berlum beranjak dewasa dan masih hidup bersama Abu Thalib, pamannya itu mengadakan perjalanan untuk berdagang ke Syria seraya membawa serta Rasulullah saw.</p>
<p>Kafilah dagangnya besar dan sarat muatan. Tatkala mereka memasuki Syria, mereka tiba di sebuah kota bernama Busra dan berhenti singgah dekat sebuah biara. Mereka memasang tenda dan beristirahat. Seorang pendeta bernama Bahira keluar dari biara dan mengundang kafilah itu untuk makan malam. Semua orang dalam kafilah itu menerima undangan pendeta dan kemudian masuk ke dalam biara. Akan tetapi, Abu Thalib meninggalkan keponakannya di luar guna menjaga dagangan mereka.</p>
<p>Bahira bertanya, “Sudahkan semuanya hadir?” Abu Thalib menjawab bahwa semuanya sudah hadir, kecuali seorang anak muda, anggota paling muda dalam kafilahnya. Bahira berkata, “Ajaklah dia kemari.” Abu Thalib yang meninggalkan Rasulullah saw. di luar di bawah sebuah pohon zaitun, memanggil beliau agar masuk. Bahira melihat Rasulullah saw. dari dekat dan berkata kepadanya, “Mendekatlah kemari, aku harus berbicara kepadamu.” Dia menarik Rasulullah saw. ke samping. Abu Thalib mengikuti mereka. Bahira lalu berkata kepada Rasulullah saw.: “Aku akan bertanya kepadamu dan bersumpah kepadamu demi Lat dan ‘Uzza agar engkau menjawab pertanyaanku.”</p>
<p>Rasulullah saw. menjawab, “Tak ada sesuatu pun lebih menjijikkanku daripada kedua berhala itu.” Bahira lalu berkata, “Baiklah, aku bersumpah kepadamu demi Tuhan Yang Esa agar engkau menjawab pertanyaanku dengan jujur.” Rasulullah saw. menjawab, “Aku selalu berkata jujur, tak pernah berdusta. Bertanyalah.” Bahira bertanya, “Apa yang paling kau sukai?” Rasulullah saw. menjawab, “Kesendirian.” Bahira bertanya, “Apa yang paling sering dan paling suka kau perhatikan?” Dia menjawab, “Langit dan bintang-bintangnya.” Bahira bertanya, “Apa yang kau pikirkan?”</p>
<p>Rasulullah saw. tetap diam, tetapi Bahira memperhatikan dahi beliau dengan teliti dan akhirnya bertanya, “Kapan dan dengan pikiran apa engkau tidur?” Beliau menjawab, “Ketika, selagi aku melihat langit, aku menlihat bintang-bintang dan mendapatinya berada dalam pangkuanku, dan diriku ada di atasnya.” Bahira bertanya, “Apakah kau juga bermimpi?” Rasulullah saw. menjawab, “Ya, dan apa saja yang aku lihat dalam mimpi, aku lihat juga dalam keadaan berjaga.” Bahira terus bertanya, “Apa, misalnya, yang kau lihat dalam mimpi?” Rasulullah saw. diam. Bahira juga diam.</p>
<p>Setelah hening sejenak, Bahira bertanya, “Boleh aku melihat di antar kedua bahumu?” Tanpa bergerak, Rasulullah saw. menjawab, “Ya, silakan.” Bahira berdiri, mendekat dan kemudian menyibakkan jubah Rasulullah saw. dari bahunya. Dia melihat tahi lalat hitam, dan bergumam, “Sama.” Abu Thalib bertanya, “Sama dengan apa? Apa yang Anda katakan?” Bahir berkata, “Katakan kepadaku. Apa hubungan Anda dengan anak ini?” Abu Thalib, yang sangat mencintai Rasulullah saw. seperti anaknya sendiri, menjawab, “dia anakku.” Bahira menukas, “Bukan. Ayah anak ini telah meninggal” Abu Th?lib bertanya, “Betul. Bagaimana Anda tahu? Dia memang anak saudaraku.” Bahira berkata kepada Abu Thalib, “Dengar. Anak ini akan menjalani kehidupan yang gemilang dan luar biasa kelak di kemudian hari. Jika orang lain mengetahui apa yang telah kulihat dan mereka mengenalinya, mereka akan membunuh anak ini. Sembunyikan dan lindungi dia dari musuh-musuhnya.” Abu Thalib bertanya, “Katakan padaku, siapa sesungguhnya anak ini?” Bahira pun menjawab, “Dalam sorot matanya, ada tanda-tanda seorang Nabi besar, begitu pula di punggungnya.”</p>
<p><strong>Kisah pendeta Nesturius :</strong></p>
<p>Beberapa tahun kemudian, Rasulullah saw. sekali lagi mengadakan perjalanan ke Damaskus, mengurusi bisnis Khadijah dengan membawa barang-barang dagangannya. Khadijah menyertekan pelayan wanitanya, Maysarah, untuk menemaninya dan memerintahkannya agar benar-benar mematuhi beliau. Dalam perjalanan ini juga, ketika mereka tiba di Syiria, mereka berhenti dekat kota Busra dan beristirahat di bawah sebuah pohon. Di dekat situ ada sebuah biara milik seorang pendeta bernama Nesturius, yang sudah kenal dengan Maysarah. Dia bertanya kepadanya, “Siapakah orang yang tengah beristirahat di bawah pohon itu?” Maysarah menjawab, “Salah seorang dari suku Quraisy.” Pendeta itu berkata, “Belum pernah dan tidak bakal pernah ada seorang yang beristirahat di bawah pohon itu kecuali seorang dari rasul-rasul Allah.” Lalu dia bertanya: “Apakah matanya sedikit berwarna merah?” Maysarah menjawab: “Ya, matanya memang senantiasa berwarna demikian.” Pendeta berkata, “Ya, memang benar. Dia adalah rasul Allah yang terakhir. Mudah-mudahan saja aku berumur panjang dan menyaksikan dia diperintah untuk menyeru manusia beribadah kepada Allah.”</p>
<p><strong>Nubuat kaum Yahudi Madinah</strong></p>
<p>Ada banyak kabilah Yahudi, yang telah membaca keterangan-keterangan tentang nabi yang akan datang, hijrah dari tanah air mereka dan menetap di Hijaz, khususnya di Madinah dan sekitarnya. Mereka tengah menanti-nanti kedatangan nabi yang diharapkan itu. Karena mereka adalah orang-orang kaya, orang-orang Arab merasa iri kepada mereka dan bahkan menjarah harta benda mereka.</p>
<p>Orang-orang Yahudi yang sedih itu selalu berkata, “Kami akan bersabar atas siksaan dan penindasan kalian atas kami hingga Nabi yang dijanjikan berhijrah dari Makkah dan tiba di sini. Kemudian, kami akan memeluk agama Nabi Suci itu dan menuntut balas atas kalian.” Faktor utama yang menyebabkan orang-orang Madinah cepat menerima Islam adalah kesiapan mentalmereka mengenai berita gembira itu. Mereka kelak menerima Islam, namun orang-orang Yahudi mengingkarinya, lantaran sikap keras kepala mereka.</p>
<p>Allah swt. menyebut-nyebut nubuat-nubuat ini di beberapa tempat. Berkaitan dengan berimannya sekelompok orang dari kalangan Ahli Kitab, Allah swt. berfirman dalam al-Qur’an:</p>
<blockquote><p>“(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma&#8217;ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya. memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Quran), mereka itulah orang-orang yang beruntung.”<br />
(QS AL-A’RAF(7):157)</p>
<p>“Dan setelah datang kepada mereka Al Quran dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka, padahal sebelumnya mereka biasa memohon (kedatangan Nabi) untuk mendapat kemenangan atas orang-orang kafir, maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya. Maka laknat Allah-lah atas orang-orang yang ingkar itu.” (QS AL-BAQARAH(2):89)</p></blockquote>
<p>Nubuat-nubuat tersebut adalah nubuat yang kita ketahui melalui sejarah. Tuhan juga menunjukkan kita bukti yang sangat kuat, yaitu dalam bentuk tulisan. Salah satu contohnya adalah dalam Perjanjian Lama. Abdul Ahad Dawud menuliskan <span style="color: #800000;">[2]</span>:</p>
<p>Pada tahun 721 SM, Israel dan ibu kotanya Syakim (Nablus) jatuh ke tangan orang-orang Assyria. Penduduknya yang merupakan sisa-sisa sepuluh keturunan Israel (Ya’qub) kemudian dibuang ke seluruh penjuru Assyria. Hampir satu setengah abad kemudian (pada tahun 586 SM), kerajaan Yahudza dan ibu kotanya al-Quds jatuh ke tangan orang=orang Kaldan di bawah pimpinan Nebukadnezar. Pada saat itu, Haikal Sulaiman dihancurkan. Eksekusi mati diberlakukan terhadap semua keturunan Yahudza dan Benyamin: pendiri kerajaan Yahudza. Yang selamat dari pembantaian itu diasingkan ke Babylon. Mereka tinggal di pengasingan tersebut sampai Cyrus, Raja Persia, menaklukkan Babylon pada tahun 538 SM. Cyrus lalu mengizinkan mereka kembali ke Palestina dan membangun ulang kota al-Quds berikut Haikal Sulaiman.</p>
<p>Ketika fondasi Haikal Sulaiman yang baru diletakkan, terdengarlah teriaan kegembiraan di antara kaum Yahudi. Perasaan haru dan tangis bahagia juga muncul dari kalangan tua yang pernah menyaksikan Haikal Sulaiman dengan mata sendiri sebelum tempat ibadah itu dihancurkan.</p>
<p>Pada saat itulah Allah mengutus seorang nabi yang bernama Hagai untuk menyampaikan risalah penting kepada semua yang hadir:</p>
<blockquote><p>“Semua bangsa akan Ku-gemparkan dan akan datang Himdah untuk semua bangsa, sehingga Aku akan memenuhi rumah-Ku ini dengan keagungan. Demikianlah firman Tuhan semesta alam. Aku memiliki perak dan emas. Demikianlah firman Tuhan semesta alam. Keagungan rumah baru itu lebih hebat dari keagungannya dulu. Demikianlah firman Tuhan semesta alam. Di tempat inilah aku akan memberikan Syalom. Demikianlah firman Tuhan semesta alam.” (Hagai 9/7-9).</p></blockquote>
<p>Paragraf diatas diterjemahkan dari satu-satunya naskah Bibel di milik penulis buku “Muhammad in The Bible” dengan bahasa lokal. Setelah dikomparasikan dengan naskah lain, didapati bahwa terjemah Bibel yang lain menerjemahkan kata Ibrani Himdah dan Syalom menjadi “harapan” (desire) dan “kedamaian” (peace).</p>
<p>Para mufasir Yahudi dan Nasrani sama-sama menilai penting kedua janji yang terdapat di dalam nubuat tersebut. Keduanya memahamai bahwa kata Himdah merupakan nubuat akan munculnya seorang mesias. Kalau nubuat ini hanya diinterpretasikan dengan arti ‘harapan’ dan ‘kedamaian’, tentu ia akan menjadi angan-angan kosong tanpa tujuan konkret. Sebaliknya, jika kita pahami kata Himdah sebagai sosok yang nyata, dan kata Syalom sebagai agama serta agama Islam. Sebab, kata Himdah dan Syalom dengan sangat detil menunjuk pada makna kata Ahmad dan Islam.</p>
<p>Sebelum menetapkan kebenaran nubuat yang berkenaan dengan kata Ahmad dan Islam ini,akan lebih baik jika asal dua kata ini diurai.</p>
<p>Pertama: Kata Himdah di dalam bahasa Ibrani diucapkan, “ve yavu himdath kol haggoyim” yang secara literal berarti, ‘maka kelak akan datang Himdah bagi semua bangsa’. Kata ini diambil dari bahasa Ibrani kuno atau Arami; aslinya adalah himd yang dilafalkan tanpa huruf mati menjadi himid, di dalam bahasa Ibrani berarti ‘harapan yang sangat besar’, ‘sesuatu yang sangat diinginkan’, atau ‘sesuatu yang selalu dikejar oleh manusia’. Di dalam bahasa Arab, kata kerja ha-mi-da juga berasal dari akar kata yang sama: ha’-mim-dal; yang berarti ‘pujaan’, atau ‘yang terpuji’.</p>
<p>Jadi apakah ada yang lebih patut dipuji dibandingkan seseorang yang selalu didamba dan diharapkan? Apa pun arti yang diambi dari akar kata ini, hakikatnya tidak akan berubah dan tidak dapat diperdebatkan lagi: kata Ahmad dalam bahasa Arab merupakan turunan dari kata Himdah.</p>
<p>Allah berfirman,</p>
<p>“(ingatlah) ketika Isa putra Maryam berkata, ‘Wahai bani Israel, sesungguhnya aku utusan Allah kepada kalian, yang membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan seorang rasul yang akan datang setelahku, yang namanya Ahmad (Muhammad),”<br />
(QS. ASH-SHAFF (61):6)</p>
<p>Di dalam Injil Yohanes yang ditulis dalam bahas Yunani muncul nama Paracletos: bentuk kata yang tidak dikenal dalam sastra Yunani. Akan tetapi ada kata Periqlytos yang makna dan maksudnya tepat merujuk pada kata Ahmad. Jadi, kata itu pasti merupakan terjemahan Yunani asli bagi kata Himdah dalam bahasa Arami sebagaimana yang dilafalkan oleh Isa al-Masih.</p>
<p>Kedua: Mengenai asal kata syalom dan syalama dalam bahasa Ibrani, serta kata salam dan islam dalam bahasa Arab, tampaknya saya tidak perlu membebani pembaca dengan uraian linguistik. Sebab, semua ahli bahasa Semit mengetahui bahwa kata syalom dan syalam merupakan derivasi dari satu kata yang sama. Keduanya memunculkan arti ‘kedamaian’ atau ‘penyerahan diri’.</p>
<p>Nubuat tentang Nabi Muhammad saw. ditemukan juga dalam agama Hindu. Abdul Ahad Dawud dan Abdul Haq Vidyarthi menuliskan <span style="color: #800000;">[3]</span></p>
<p>Sejak dulu, kaum Hindu sudah dikenal atas tindakan mereka mengagungkan pahlawan. Sifat mereka ini, sesungguhnyalah, kemudian menjadi salah satu bentuk di dalam agama mereka. Maharishi Vyasa adalah sosok yang sangat dihormati oleh kaum Hindu sebagai Rishi agung dan mendapat bimbingan langit. Dia adalah sosok yang sangat‘Alm, takut kepada Tuhan, dan manusia yang berhati suci. Dialah pria yang menyusun Weda di bawah berbagai tajuk. Dia juga menulis kitab yang sangat berharga yang berhubungan dengan mistisme. Gita dan Maha Bharata adalah hasil karya penanya yang sangat luar biasa. Namun, karya terhebatnya adalah delapan belas volume kitab Purana. Yang terutama di antara kitab Purana adalah sebuah kitab yang dikenal sebagai “Bhavishya Puran” di mana sang Maharishi melontarkan pengamatan luar biasa tentang berbagai kejadian pada masa depan. Kitab ini disebut Bhavishya Puran karena memuat berbagai kejadian yang akan terjadi pada masa depan. Kaum Hindu menganggap kitab ini sebagai firman Tuhan sama halnya dengan Weda. Maharishi Vyasa hanyalah orang yang mengumpulkan kitab ini. Penulis sebenarnya adalah Sang Mahakuasa. Kopi dari Bhavishya Puran, yang berbagai nubuatnya kami kutip dalam uraian ini, dicetak oleh Venktesh-wer Press di Mumbai. Kami menemukan nubuat berikut di dalam Prati Sarg ParvIII: 3, 3, 5-8</p>
<p>“Seorang malechha (berasal dari negara lain dan berbicara bahasa lain) guru spiritual akan datang bersama para sahabatnya. Namanya adalah Muhammad. Raja (Bhoj) setelah memandikan Maha Dev Arab (yang serupa malaikat) di dalam “Panchgavya” dan Sungai Gangga (untuk membersihkan dirinya dari dosa) menawarkan hadiah kepadanya atas pengabdiannya yang tulus dan menghormatinya, dan kemudian berkata, ‘Aku membungkuk di hadapanmu, wahai kebanggaan manuia, penghuni Arabia. Engkau telah kumpulkan kekuatan besar untuk membunuh iblis dan engkau sendiri terlindung dari musuh-musuh malechha. Wahai citra Tuhan Yang Mahaasih, Tuhan Yang Mahabesar, akulah hambaMu, dan anggaplah aku sebagai hambaMu yang bersimpuh di hadapanMu.’”</p>
<p>Tentang nubuat nabi-nabi terdahulu terhadap nabi-nabi sesudahnya, Imam‘Ali kw. bersabda <span style="color: #800000;">[4]</span></p>
<p>“Allah yang Mahasuci tak pernah membiarkan hambaNya tanpa nabi diutuskan kepada mereka, atau tanpa kitab yang diturunkan kepada mereka atau argumen yang mengikat atau dalil yang kuat. Para rasul itu tidak merasa kecil karena kecilnya jumlah mereka dan besarnya jumlah yang mendustainya. Di antara yang mendahului menyebutkan yang menyusulnya atau pengikut yang telah dikenalkan oleh pendahulunya.”</p>
<p><strong>Referensi :</strong></p>
<p><span style="color: #800000;">[1]</span> Allamah Sayyid Muhammad Husain Thabathaba’i, Inilah Islam, Pustaka Hidayah, Jakarta, 1996, pp. 77-80<br />
<span style="color: #800000;">[2] </span>Abdul Ahad Dawud, Muhammad in The Bible, Penerbit Almahira, Jakarta, 2009, pp.3-5<br />
<span style="color: #800000;">[3]</span> Abdul Haq Vidyarthi dan ‘Abdul Ahad Dawud, Ramalan tentang Muhammad saw. Dalam Kitab suci Agama Zoroaster, Hindu, Buddha, dan Kristen, Penerbit Hikmah, Jakarta, 2008, pp.28-35<br />
<span style="color: #800000;">[4]</span> Nahjul Bal?ghah, Ansariyan Publications, Qum, 2002 M/1423 H, Vol. 1, Khutbah 1,  pp. 31</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://filsafatislam.net/?feed=rss2&amp;p=644</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pohon Eksistensi Ibnu &#8216;Arabi (versi lengkap)</title>
		<link>http://filsafatislam.net/?p=623</link>
		<comments>http://filsafatislam.net/?p=623#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Jul 2010 07:14:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Beranda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://filsafatislam.net/?p=623</guid>
		<description><![CDATA[Sebelumnya telah dipublish 4 artikel bersambung yang berisi terjemahan  buku The Tree of Being (Shajarat al-Kawn) An Orde to the Perfect Man karangan Ibn’ Arabi. Untuk mengingatkan, berikut adalah link-linknya :

POHON EKSISTENSI IBNU ‘ARABI (Bagian 1)
POHON EKSISTENSI IBNU ‘ARABI (Bagian 2)
POHON EKSISTENSI IBNU ‘ARABI (Bagian 3)
POHON EKSISTENSI IBNU ‘ARABI (Bagian 4)

Untuk melengkapi 4 artikel diatas, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebelumnya telah dipublish 4 artikel bersambung yang berisi terjemahan  buku The Tree of Being (Shajarat al-Kawn) An Orde to the Perfect Man karangan Ibn’ Arabi. Untuk mengingatkan, berikut adalah link-linknya :</p>
<ol>
<li><a href="http://filsafatislam.net/?p=48" target="_self">POHON EKSISTENSI IBNU ‘ARABI (Bagian 1)</a></li>
<li><a href="http://filsafatislam.net/?p=50" target="_self">POHON EKSISTENSI IBNU ‘ARABI (Bagian 2)</a></li>
<li><a href="http://filsafatislam.net/?p=52" target="_self">POHON EKSISTENSI IBNU ‘ARABI (Bagian 3)</a></li>
<li><a href="http://filsafatislam.net/?p=54" target="_self">POHON EKSISTENSI IBNU ‘ARABI (Bagian 4)</a></li>
</ol>
<p>Untuk melengkapi 4 artikel diatas, berikut adalah terjemahan lengkap buku The Tree of Being (Shajarat al-Kawn) An Orde to the Perfect Man  karangan Ibn’ Arabi yang diterjemahkan oleh AAUWABDDAM (Ayatullah Al Uzma Wa’Arif Billah Deddy Djuniardi Antafani Masyhadi).</p>
<p>Berikut adalah linknya : <a href="http://filsafatislam.net/wp-content/uploads/2010/07/POHON-EKSISTENSI-Ibnu-Arabi.pdf" target="_blank">Download &#8220;POHON EKSISTENSI Ibnu Arabi&#8221; (versi lengkap) (PDF)</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://filsafatislam.net/?feed=rss2&amp;p=623</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Prophethood for Teens, Bukti (11d): Mukjizat Agung: Al-Qur’an</title>
		<link>http://filsafatislam.net/?p=611</link>
		<comments>http://filsafatislam.net/?p=611#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Jul 2010 22:21:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mengenal Kenabian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://filsafatislam.net/?p=611</guid>
		<description><![CDATA[Al-Qur’an adalah mu’jizat abadi Nabi Besar, khatam an-nabiyyin, Muhammad saw. Merupakan mu’jizat yang jauh lebih besar, lebih agung dari Musa as. membelah lautan, ‘Isa as. meniup burung yang terbuat dari tanah debu hingga menjadi burung hidup ataupun Sulaiman as. yang berkendara angin. Di antara mu’jizat-mu’jizat al-Qur’an adalah sebagai berikut:

Pesona al-Qur’an telah amat banyak menarik pendengarnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Al-Qur’an adalah mu’jizat abadi Nabi Besar, khatam an-nabiyyin, Muhammad saw. Merupakan mu’jizat yang jauh lebih besar, lebih agung dari Musa as. membelah lautan, ‘Isa as. meniup burung yang terbuat dari tanah debu hingga menjadi burung hidup ataupun Sulaiman as. yang berkendara angin. Di antara mu’jizat-mu’jizat al-Qur’an adalah sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Pesona al-Qur’an telah amat banyak menarik pendengarnya memeluk Islam.  Penuturan tentang hal ini tak terhitung banyaknya tercatat dalam tarikh.</li>
<li>Tidak ada prosa dan puisi manapun yang memiliki keserasian, keseimbangan kata dan kedalaman serta komprehensifitas maknawi seperti al-Qur’an</li>
<li>Keindahan al-Qur’an melampaui segala ruang, waktu, ras dan budaya. Hal ini adalah “tanda” bahwa al-Qur’an adalah pancaran Keindahan Murni (Jamalun Mahdhun), yakni al-Mufidh (Sang Maha Pelimpah Wujud). Hanya Ialah yang didambakan KeindahanNya oleh segenap umat manusia, tak kenal ruang dan waktu.</li>
<li>Adalah mencengangkan bahwa gaya bahasa Nabi saw. sendiri berbeda dengan al-Qur’an. Hal ini memperjelas bahwa al-Qur’an memiliki sumber yang berbeda dengan kata-kata Rasulullah saw.. Hal ini juga terjadi pada “murid sejati” Rasulullah saw., yakni Imam ‘Ali bin Abi Thalib kw..</li>
</ol>
<p>Imam ‘Ali bin Abi Thalib kw. akrab dengan al-Qur’an sejak usia sepuluh tahun dan hafal al-Qur’an di luar kepala dan selalu membacanya, serta menjadi ketua penulis wahyu hingga akhir hayat Nabi. Namun gaya bahasa Imam ‘Ali bin Abi Thalib kw. sama sekali berbeda dengan gaya bahasa al-Qur’an.</p>
<p>5)    Geometri kata-kata al-Qur’an tak tertandingi. Tak seorangpun yang telah mampu mengubah satu pun kata-kata al-Qur’an dari tempatnya tanpa merusak keindahannya. Tak seorangpun juga yang telah mampu menghasilkan sesuatu seperti al-Qur’an.</p>
<p>“Bahkan mereka mengatakan: &#8220;Muhammad telah membuat-buat al-Quran itu&#8221;, Katakanlah: &#8220;(Kalau demikian), maka datangkanlah sepuluh surat-surat yang dibuat-buat yang menyamainya, dan panggillah orang-orang yang kamu sanggup (memanggilnya) selain Allah, jika kamu memang orang-orang yang benar&#8221;.Jika mereka yang kamu seru itu tidak menerima seruanmu (ajakanmu) itu maka ketahuilah, sesungguhnya al-Quran itu diturunkan dengan ilmu Allah, dan bahwasanya tidak ada Tuhan selain Dia, maka maukah kamu berserah diri (kepada Allah)?” (QS 11(HUD):13-14)</p>
<blockquote><p>“Atau (patutkah) mereka mengatakan &#8220;Muhammad membuat-buatnya&#8221;. Katakanlah: &#8220;(Kalau benar yang kamu katakan itu), maka cobalah datangkan sebuah surat seumpamanya dan panggillah siapa-siapa yang dapat kamu panggil (untuk membuatnya) selain Allah, jika kamu orang yang benar&#8221;. Bahkan yang sebenarnya, mereka mendustakan apa yang mereka belum mengetahuinya dengan sempurna padahal belum datang kepada mereka penjelasannya. Demikianlah orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (rasul). Maka perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang zalim itu.” (QS 10(YUNUS):38-39)</p></blockquote>
<p>Benarlah ungkapan Imam ‘Ali bin Abi Thilib kw. dalam Nahjul Balaghah Khutbah ke 110:</p>
<blockquote><p><span style="color: #800000;">“Maka sesungguhnya ia adalah sebaik-baik perkataan (al-hadits)”</span></p>
<p><span style="color: #800000;">“Maka sesungguhnya ia adalah yang membuat hati-hati bersemi”<br />
</span></p>
<p><span style="color: #800000;">“Maka sesungguhnya ia adalah obat dari dada-dada”</span></p>
<p><span style="color: #800000;">“Maka sesungguhnya ia adalah kisah-kisah yang paling bermanfaat”</span></p></blockquote>
<p>Tentang hal ini, Allamah Sayyid Muhammad Husain Thabatha’i menuliskan:</p>
<p>&#8220;Adalah kenyataan yang tak terbantah bahwa bahasa Arab adalah bahasa yang kaya, yang mampu mengungkapkan keadaan-keadaan subyektif manusia dengan cara yang paling jelas dan paling tepat. Tidak ada bahasa lain yang mampu menyamai bahasa Arab dalam hal ini. Sejarah menyaksikan bahwa bangsa Arab di masa jahiliyah mampu mencapai kefasihan berbahasa yang tak tertandingi dalam sejarah.</p>
<p>Bahasa fasih dan ekspresif merupakan nilai yang paling berharga dalam kebudayaan Arab. Penghargaan besar diberikan kepada orang-orang yang mampu berbicara indah dan bermutu tinggi. Sebagaimana halnya bangsa Arab menempatkan berhala-berhala mereka di Ka’bah, mereka juga menggantunggkan puisi-puisi yang indah dan menawan yang dikarang oleh orator-orator dan penyair-penyair mereka yang terkemuka di dinding Ka’bah. Sementara mereka menggunakan bahasa yang demikian kaya dan banyak aturan-aturan khusus tanpa kekeliruan, mereka juga suka amat suka menghiasi kata-kata mereka.</p>
<p>Di masa ketika ayat-ayat al-Qur’an pertama kali diwahyukan kepada Rasulullah saw. dan dibacakan kepada orang banyak, ayat-ayat tersebut menciptakan kericuhan di kalangan bangsa Arab dan orator-orator mereka. Pembicaraan al-Qur’an amat menawan, manis, dan penuh makna, sehingga menemukan jalan masuk ke dalam hati mereka dan mempengaruhi jiwa orang-orang yang memiliki kesadaran spiritual, hingga para pembicara yang fasih segera dilupakan orang, dan puisi-puisi yang indah (yan dikenal dengan sebutan al-Mu’alliqat (artinya “puisi-puisi yang digantungkan”, karena digantungkan di dinding Ka’bah)) segera diturunkan dari dinding Ka’bah.</p>
<p>Firman Allah demikian indah tak terlukiskan, dan menggugah hati hingga semua orang tertarik kepadanya. Dengan bentuknya yang manis, ayat-ayat tersebut segera mengunci mulut para orator.<br />
Pada tahun-tahun awal misi-misi kerasulannya, Rasulullah saw. dihadapkan pada seorang orator Arab yang ternama bernama Walid. Rasulullah saw. membacakan beberapa ayat permulaan surah Ha Mim Sajdah (Surah Fushshilat). Dengan segenap kesombongan dan kebanggaannya, Walid terpaksa mendengarkan dengan penuh perhatian hingga Rasulullah saw. sampai pada ayat:</p>
<blockquote><p>“Jika mereka berpaling, maka katakanlah “Aku telah memperingatkan kamu dengan petir, seperti petir yang menimpa kaum Ad dan kaum Tsamud”<br />
(QS 41 (FUSHSHILAT):13)</p></blockquote>
<p>Kemudian wajah Walid berubah, dia mulai gemetar tak terkendali dan nampak seolah-olah kehilangan akal. Kerumunan orang pun lalu bubar dan bercerai berai.</p>
<p>Sesudah itu beberapa orang pergi menemui Walid dan menggerutu: “Kamu telah menghinakan kita semua di hadapan Muhammad.” Walid menjawab: “Tidak, aku bersumpah demi Tuhan, kamu semua tahu bahwa aku tak takut pada seorang pun dan tak menginginkan apa pun dari orang lain. Dan kamu semua tahu bahwa aku adalah seorang penyair ulung dan pembicara yang cakap. Apa yang kudengar dibacakan oleh Muhammad bukanlah seperti pembicaraan manusia biasa. Apa yang dikatakannya sangat memukau dan menawan hati. Kalian tak bisa menyebutnya puisi atau prosa. Kata-katanya sangat menyentuh hati dan mendalam. Kalau aku harus memberikan penilaian, aku betul-betul tak bisa mengatakan apa-apa, berilah aku waktu tiga hari untuk mempertimbangkannya.” Mereka pun kembali menemuinya setelah tiga hari, dan Walid mengatakan: “Kata-kata Muhammad adalah sihir yang mempengaruhi orang banyak.”</p>
<p>Orang-orang kafir Arab dan Musyrik, yang sebenarnya adalah ahli-ahli bahasa yang amat fasih, bersama segala kesombongan mereka, mundur dari tantangan tersebut dan karenanya lalu mengubah kontes sastra tersebut menjadi perjuangan berdarah. Lebih mudah bagi mereka untuk terbunuh, daripada harus menerima kekalahan atau penghinaan di arena sastra. Orator-orator Arab yang tak mampu menandingi al-Qur’an yang mulia itu bukan cuma mereka yang hidup di masa turunnya wahyu, tapi juga mereka yang hidup di abad-abad berikutnya. Karena tak mampu menghadapi tantangan tersebut, mereka lalu mundur teratur.</p>
<p>Mengapa Rasulullah saw. dengan gaya berbahasanya yang khusus tidak menempati puncak keindahan dalam kesusasteraan Arab, jika kata-katanya merupakan kata-kata manusia sehingga terbuka bagi saingan-saingan? Orator-orator yang semasa dengan Rasulullah saw. tidak mengatakan hal ini, dan penentang-penentang al-Qur’an tidak bisa mengklaim atau membuktikan hal itu. Apa pun sifat atau bakat yang telah berkembang hingga ke puncaknya lewat kemampuan seorang jenius, dalam kenyataannya adalah sesuatu yang muncul dari kemampuan manusia; suatu produk manusiawi. Jadi, adalah mungkin bagi orang lain untuk mengikuti jalan yang ditempuh jenius itu. Lalu, melalui perjuangan dan upaya yang cukup keras, melakukan sesuatu seperti yang dilakukan sang jenius, atau melakukan sesuatu hal yang sama tetapi lebih baik, paling tidak dalam satu hal.</p>
<p>Dalam hal itu, sang jenius awal yang telah membuka jalan tersebut hanya menjadi seorang perintis belaka. Sebaga contoh, tak seorang pun mampu mengalahkan kemurahan hati tokoh legendaris Arab Hatim Ta’i; tetapi orang bisa melakukan perbuatan seperti yang dilakukannya. Orang tidak bisa mengalahkan Mir, sang kaligrafer Iran, dalam hal kaligrafi, atau mengalahkan Mani (pendiri agama Manikaenisme) dalam hal melukis. Tetapi dengan upaya yang cukup, orang dapat menulis satu kata dengan gaya Mir, atau melukis sebuah lukisan kecil dengan gaya Mani.</p>
<p>Menurut hukum yang sama, jika al-Qur’an hanya merupakan contoh terbaik dari kefasihan berbahasa manusia (bukan firman Tuhan), maka akan terbuka kemungkinan bagi orang-orang lain (terutama ahli-ahli bahasa yang terkemuka di dunia), melalui latihan, untuk meniru gaya al-Qur’an dalam menciptakan sebuah buku, atau paling tidak sebuah surah, yang sama dengan al-Qur’an. Dalam mengemukakan tantangannya, al-Qur’an meminta orang-orang untuk menghasilkan ayat-ayat yang sama seperti ayat-ayat al-Qur’an, tidak usah lebih baik:</p>
<blockquote><p>“Dan jika kalian dalam keraguan tentang yang kami turunkan kepada hamba Kami, buatlah satu surah yang semisalnya dan ajaklah saksi-saksi kalian selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.”<br />
(QS 2(AL-BAQARAH):23)</p></blockquote>
<p>Kesimpulannya, haruslah dicatat bahwa al-Qur’an al-Karim tidak bisa ditiru, tidak hanya dalam hal kefasihan dan gaya bahasanya yang mengagumkan, melainkan juga dalam hal isinya. Ia menawarkan jawaban-jawaban yang nyata terhadap kebutuhan-kebutuhan umat manusia. Ia menawarkan ajaran-ajaran yang otoritatif mengenai alam gaib, kebenaran-kebenaran spiritual, dan masalah-masalah lain umat manusia pada umumnya. Karena alasan-alasan ini, tak seorang pun akan berhasil membuat sesuatu yang seperti al-Qur’an.”</p>
<p>6)    Pengetahuan yang dikandung al-Qur’an amat luas cakupannya, tak terukur dalamnya; mulai dari persoalan metafisika yang paling dasar hingga regulasi masyarakat yang kompleks; yang madih menjadi obyek perenungan dan penelitian terus menerus melampaui zamannya.</p>
<blockquote><p>“Dan Kami turunkan kepadamu Kitab (al-Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.”<br />
(QS 16 (AN-NAHL):89)</p></blockquote>
<p>7)    Pribadi penerima al-Qur’an, yakni Nabi saw. yang berasal dari lingkungan masyarakat jahiliyah yang nyaris tidak beradab, Beliau tidak belajar oleh guru manapun sebelum menjalankan tugas kenabiannya, tidak ada catatan sedikitpun adanya aktifitas intelektual, pengajaran, akademik dari Rasulullah saw.. Bahkan tidak ada sebaris puisi yang Beliau susun!<br />
8)    Berita-berita gaib yang disebutkan al-Qur’an telah menjadi kenyataan. Diantaranya:</p>
<p>a)    Kemenangan Romawi Setelah Kekalahannya dan Kemenangan Perang Badar</p>
<p>“Alif Lam Mim.(1)Telah dikalahkan bangsa Rumawi,(2)di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang(3)dalam beberapa tahun lagi. Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang). Dan di hari (kemenangan bangsa Rumawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman,(4)Karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Dialah Maha Perkasa lagi Penyayang.(5)”<br />
(QS 30(RUM):1-5)</p>
<p>Pada abad kelima dan keenam Masehi terdapat dua adikuasa, Romawi yang beragama Kristen dan Persia yang menyembah api. Sejarawan menginformasikan bahwa pada 614 M terjadi peperangan antara kedua adikuasa itu berakhir dengan kekalahan Romawi. Ketika itu kaum musyrik di Makkah mengejek kaum Muslim yang cenderung mengharapkan kemenangan Romawi yang beragama samawi itu di atas Persia yang menyembah api. Ayat-ayat tersebut turun pada tahun kekalahan itu, menghibur kaum Muslim dengan dua hal.</p>
<p>Pertama, Romawi akan menang atas Persia pada tenggang waktu tertentu.</p>
<p>Kedua, saat kemenangan itu tiba, kaum Muslim akan bergembira, bukan saja dengan kemenangan Romawi, melainkan juga dengan kemenangan yang dianugerahkan Allah (kepada mereka).</p>
<p>Ternyata bahwa pemberitaan tersebut benar adanya. Sejarah menginformasikan bahwa tujuh tahun setelah kekalahan Romawi – tepatnya pada 622 M – terjadi lagi peperangan antara kedua adikuasa tersebut, dan kali ini pemenangnya adalah Romawi.</p>
<p>Kedua, pada tahun kemenangan itu kaum Muslim akan bergembira dengan kemenangan yang dianugerahkan Allah. Kemenangan dimaksud adalah kemenangan dalam peperangan Badar yang terjadi bertepatan dengan kemenangan dalam peperangan Badar yang terjadi bertepatan dengan kemenangan Romawi itu, yakni pada tahun kedua Hijrah, atau tahun 622 M.</p>
<p>Tujuh tahun sebelum terjadinya peristiwa-peristiwa itu, Nabi Muhammad saw. telah mengetahui dan menyampaikannya. Dari mana beliau memperoleh sumber berita itu? Kalau bukan dari Allah Yang Maha Mengetahui, dari siapa lagi?</p>
<p>Mahabenar Allah dalam segala firmanNya.</p>
<p>b)    Rasulullah saw. akan kembali ke Makkah setelah hijrahnya</p>
<blockquote><p>“Sesungguhnya yang mewajibkan atasmu (melaksanakan hukum-hukum) al-Quran, benar-benar akan mengembalikan kamu ke tempat kembali. Katakanlah: &#8220;Tuhanku mengetahui orang yang membawa petunjuk dan orang yang dalam kesesatan yang nyata&#8221;.”<br />
(QS 28(AL-QASHASH):85)</p></blockquote>
<p>c)    Keaslian dan kemurnian al-Qur’an selalu ada dalam penjagaanNya. Dan hal ini terbukti dengan banyaknya hafiz maupun kesesuaian seluruh versi mushaf al-Qur’an yang digunakan umat muslimin di dunia saat ini.</p>
<blockquote><p>“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan al-Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (QS 15(AL-HIJR):9)</p></blockquote>
<p>d)    Ayat-ayat yang tidak bisa dipahami kecuali dengan memahami pengetahuan yang belum diketahui saat al-Qur’an diturunkan. Misal:</p>
<blockquote><p>Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan) dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan air itu, dan sekali-kali bukanlah kamu yang menyimpannya.”<br />
(QS 15(AL-HIJR):22)</p></blockquote>
<blockquote><p>“Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”<br />
(QS 27(AN-NAML):88)</p></blockquote>
<blockquote><p>“Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?dan gunung-gunung sebagai pasak?”<br />
(QS 78(AN-NABI):6-7)</p></blockquote>
<p>e)    Ayat-ayat tentang kejadian dan kekacauan besar yang terjadi dalam tubuh umat Islam ataupun dunia pada umumnya sepeninggal Rasulullah saw..</p>
<blockquote><p>Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.”<br />
(QS 5(AL-MAIDAH):54)</p></blockquote>
<blockquote><p>“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui,dengan kembali bertaubat kepada-Nya dan bertakwalah kepada-Nya serta dirikanlah shalat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah,yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.”<br />
(QS 30(AR-RUM:30-32)</p></blockquote>
<p>f)    Mu’jizat al-Qur’an: Berita Gaib Tentang al-Walid bin al-Mughirah</p>
<p>“Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina(10), yang banyak mencela dan ke sana kemari membawa fitnah (11), yang sangat enggan berbuat baik, yang sangat melampaui batas lagi banyak berdosa (12), yang kaku, kasar, kemudian terkenal kejahatannya/diakui orangtuanya(13) karena dia mempunyai (banyak)harta dan anak(14) apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, dia berkata, “(Ini adalah) dongeng-dongengan orang-orang dahulu kala” (15), Kami akan berikan tanda ia di belalai (hidung)nya.(16)&#8221; (QS 68(AL-QALAM):10-16)</p>
<p>Ayat ini turun berkaitan dengan ulah seorang musyrik yang bernama al-Walid bin al-Mughirah. Ada dua pemberitaan gaib pada rangkaian ayat-ayat tadi. Pertama, gaib masa lampau yang diisyaratkan oleh ayat ke-13.</p>
<p>Sulaiman bin Umar al-Jamal, berkomentar tentang ayat tersebut sebagai berikut :</p>
<p>Al-Walid bin al-Mughirah diangkat anak oleh “ayah”-nya dan dinisbahkan kepada al-Mughirah, setelah selama delapan belas tahun tidak dikenal siapa ayahnya. Ketika ayat-ayat tersebut turun, al-Walid berkata kepada ibunya, “Sesungguhnya Muhammad (melalui al-Qur’an) menyifati saya dengan sembilan sifat, dan semuanya saya mengerti, kecuali satu (yaitu zanim). Jelaskan kepadaku, kalau tidak kupenggal lehermu.” Maka ibunya menjawab, “sesungguhnya ayahmu impoten, aku khawatir kehilangan harta, maka aku berhubungan (seks) dengna penggembala, dan engkau adalah anak si penggembala itu.</p>
<p>Demikian terlihat al-Qur’an mengungkap rahasia pribadi seseorang, yang sangat disembunyuikan, bahkan yang bersangkutan sendiri tidak mengetahuinya. Kalau pemberitaan gaib itu, berkaitan dengan masa lampau, yang kedua berkaitan dengan masa depannya.</p>
<p>Seperti terbaca pada ayat ke-16, yang bersangkutan (dalam hal ini al-Walid bin al-Mughirah) akan diberi tanda pada hidungnya. Mahabenar Allah, karena dalam peperangan Badar yang terjadi pada tahun kedua Hijrah, al-Walid terlibat pada peperangan tersebut dan dia mengalami luka pada hidungnya, sehingga berbekas sepanjang hayatnya.<br />
Demikian, berita yang belum terjadi, diinformasikan oleh al-Qur’an dan terbukti kebenarannya, jauh setelah informasi itu disampaikan.</p>
<p>g)    Pemberitaan Gaib tentang Abu Jahal</p>
<p>“Bagaimana pendapatmu tentang orang yang melarang (9) seorang hamba ketika dia mengerjakan shalat.(10) Bagaimana pendapatmu jika orang yang melarang itu berada di atas kebenaran (11) atau dia menyuruh (orang lain) bertakwa kepada Allah. (12) Bagaimana pendapatmu jika orang yang melarang itu mendustakan dan berpaling (13) Tidakkah ia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat segala perbuatannya? (14) Ketahuilah, sungguh jika ia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami akan tarik ubun-ubunnya (15) yaitu ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka (16) Maka biarlah ia memanggil geng (kelompok)nya untuk menolongnya (17) Kami akan memanggil Malaikat Zabaniyah (18) Sekali-kali jangan! Janganlah kamu patuh kepadanya. Sujud dan dekatkanlah (dirimu kepada Allah) (19)” (QS 96 (AL-‘ALAQ):9-19)</p>
<p>Para ulama sepakat menyatakan bahwa ayat-ayat tersebut turun menyangkut Abu Jahal yang melarang atau menghalangi Nabi Muhammad saw. melaksanakan shalat dengan berbagai cara dan ancaman.<br />
Abu Jahal adalah tokoh mafioso kaum musyrik di Makkah dan mempunyai kelompok yang sangat disegani, sedangkan Nabi Muhammad saw., ketika turunnya ayat ini, belum memiliki kekuatan yang memadai untuk mengimbangi Abu Jahal dan kelompoknya. Namun demikian, Allah swt., mengecam sikap Abu Jahal itu bahkan memerintahkan kepada Nabi untuk menyampaikan ancamanNya (ayat 15).</p>
<p>Sungguh jika al-Qur’an merupakan karya Nabi Muhammad, tidaklah logis beliau akan menyampaikan ancaman demikian pada saat kondisi dan situasi beliau sedemikian lemah, dan karena itu pula Abu Jahal yang mendengar ancaman itu berkata, “Apakah engkau mengancamku, sedangkan aku adalah tokoh yang paling banyak anggota kelompoknya di lembah ini?” Mendengar komentar ini, sekali lagi al-Qur’an menantang dengan ayat ke-17, serta mengancamnya dengan Zabaniyah, yaitu malaikat penjaga neraka yang bertugas menyiksa orang-orang durhaka.<br />
Ayat ke-15 mengancam Abu Jahal apabila tidak berhenti menghalangi shalat (dan menjalankan misinya), ia akan diseret ubun-ubunnya.</p>
<p>Sikap keras Abu Jahal ternyata terus berlanjut. Abu JahAllah pemicu peperangan Badar yang terjadi pada tahun kedua Hijrah. Ketika itu pasukan musyrik Makkah yang berangkat dari Makkah untuk menyelamatkan kafilah, sudah ingin kembali karena kafilah telah selamat, tetapi Abu Jahal enggan kembali, sebelum kaum Muslim dihabisi. Di sini ancaman Allah itu terbukti. Perang Badar, perang antara kaum Muslim yang berjumlah 317 orang di bawah pimpinan Nabi Muhammad saw. berkecamuk melawan pasukan kaum musyrik yang berjumlah sekitar 1300 orang di bawah pimpinan Abu Jahal.</p>
<p>Kekalahan pahit dan total menimpa pasukan kaum musyrik. Abu Jahal sendiri pun tewas. Dalam keadaan tak berdaya, ia ditemui oleh Ibnu Mas’ud, seorang sahabat Nabi yang pendek lagi lemah. Khawatir jangan sampai Abu Jahal masih memiliki kekuatan, sahabat Nabi tersebut meletakkan panah dari kejauhan di kedua lubang hidung Abu Jahal. Kemudian ditusuknya, lalu ditebas lehernya, dan karena beliau tidak sanggup membawanya, maka diseretnya kepala pembangkang itu dengan tali, menuju Rasulullah saw.. Demikian, ancaman Allah – pada masa jaya Abu Jahal – untuk menyeret ubun-ubunnya, jika ia tidak berhenti membangkang terbukti jauh setelah ancaman dan informasi itu disampaikan.</p>
<p>Mahabenar Allah dengan segala firman-Nya.</p>
<p>9)    Pengaruh al-Qur’an terhadap jiwa manusia</p>
<p>“Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik, (yaitu) al-Qur’an yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang. Gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendakiNya. Barangsiapa yang disesatkan Allah, maka tidak ada suatu pemberi petunjuk untuknya.”<br />
(QS 39 (AZ-ZUMAR):23)</p>
<p>Dalam buku al-I’jaz al-‘Ilmi fi al-Qur’an, Muhammad Kamil Abdush Shamad, menulis antara lain sebagai berikut:<br />
Alat-alat observasi elektronik yang dikomputerisasi telah digunakan untuk mengukur perubahan-perubahan fisiologis pada sejumlah sukarelawan sehat yang sedang mendengarkan dengan tekun ayat-ayat al-Qur’an. Merka terdiri dari sejumlah kaum Muslim yang dapat berbahasa Arab dan yang tidak pandai – Muslim dan bukan muslim. Dibacakan kepada mereka penggalan ayat-ayat al-Qur’an (dalam bahasa Arab) kemudian terjemahannya ke bahasa Inggris. Percobaan ini membuktikan adanya pengaruh yang menenangkan hingga mencapai 97 persen. Pengaruh tersebut bahkan terlihat dalam benguk perubahan-perubahan fisiologis yang tampak melalui berkurangnya tingkat ketegangan saraf. Perincian hasil eksperimen ini telah dilaporkan pada konferensi tahunan XVII Organisasi Kedokteran Islam Amerika Utara yang diselenggarakan di Santa Lusia pada Agustus 1984.</p>
<p>Selanjutnya Muhammad Kamil menulis:</p>
<p>Telah dilakukan pula studi perbandingan untukmengetahui apakah pengaruh serta dampak-dampak fisiologis tersebut, benar-benar disebabkan oleh al-Qur’an bukan oleh faktor-faktor luar seperti suara, nada, dan langgam bacaan al-Qur’an yang berbahasa Arab itu, atau karena pendengara mengetahui bahwa yang dibacakan kepadanya adalah bagian dari kitab suci. Untuk maksud studi ini, digunakan alat ukur stres yang dilengkapi dengan komputer dari jenis MEDAL 3002, yaitu alat yang diciptakan dan dikembangkan oleh Pusat Kedokteran Universitas Boston di Amerika Serikat. Alat tersebut mengukur reaksi-reaksi yang menunjuk kepada ketegangan dengan dua cara. Pertama, pemeriksaan psikologis secara langsung melalui komputer. Kedua, pengamatan dan pengukuran perubahan-perubahan fisiologis pada tubuh. Percobaan dilakukan sebanyak dua ratus sepuluh kali terhadap lima orang sukarelawan, tiga pria dan dua wanita yang umur mereka berkisar antara 17-40 tahun dengan rata-rata usia 22 tahun. Kesemua sukarelawan itu tidak beragama Islam dan tidak berbahasa Arab.</p>
<p>Kedua ratus sepuluh percobaan itu dibagi dalam tiga jenis, 85 kali diperdengarkan ayat-ayat al-Qur’an yang dibacakan secara mujawwad (tanpa lagu), 85 kali bacaan berbahasa Arab bukan dari ayat al-Qur’an, dengan suara dan nada yang sama dengan bacaan mujawwad itu, sedangkan 40 kali (sisa dari 210 itu) tidak dibacakan apa-apa, tetapi diminta dari yang bersangkutan untuk duduk dengan tenang sambil menutup mata yang jug amerupakan posisi mereka dalam 2&#215;85 percobaan kedua jenis yang disebut sebelum ini.</p>
<p>Tujuan percobaan tersebut adalah untuk mengetahui apakah redaksi ayat-ayat al-Qur’an mempunyai dampak terhadap yang mengerti artinya, dan apakah pengaruh itu – apabila ada – benar-benar merupakan pengaruh redaksi ayat al-Qur’an, bukan pengaruh nada dan langgam bahasa Arab yang asing di telinga pendengarnya. Sedangkan tujuan percobaan tanpa bacaan adalah untuk mengetahui seberapa jauh pengaruh posisi dalam memberikan ketenangan. Dari hasil pengamatan awal, terbukti bahwa tidak ada pengaruh posisi duduk tanpa bacaan dalam mengurangi ketegangan, karena itu percobaan ini pada tahap akhir hanya dilakukan pada dua jenis percobaan pertama. Pada akhirnya, hasil yang diperoleh adalah, 65 persen dari percobaan yang menggunakan ayat-ayat al-Qur’an mempunyai pengaruh positif dalam memberi ketenangan, sedangkan yang bukan ayat al-Qur’an hanya 35 persen.</p>
<p>Marilah kita kembali kepada awal uraian. Penulis tadinya menilai subjektivitas beberapa ulama tentang pengaruh psikologis ayat-ayat al-Qur’an. Tetapi, kini, kalau apa yang dikemukakan di seini tidak bias dan benar-benar valid, tentu pandangan penulis semula itu telah keliru, karena terbukti betapa Kitab Suci al-Qur’an memberi pengaruh terhadap para pendengar dan pembacanya.</p>
<p>10)    Tidak ada kontradiksi dalam al-Qur’an. Dalam dunia material, tidak ada apapun yang tidak berubah. Al-Qur’an diturunkan berangsur-angsur dalam waktu 23 tahun dalam berbagai kondisi dan situasi, ruang serta waktu: di Makkah maupun Madinah, siang ataupun malam, sepanjang perjalanan maupun di rumah, dalam keadaan senang maupun susah. Ia mengandung beragam subyek dari penyingkapan rahasia spiritual, moralitas, hukum untuk segala aspek kehidupan. Satu bagian al-Qur’an terkadang saling melengkapi dan membahas yang dibahas dalam bagian lain. Demikian dahsyat kenyataan bahwa dalam kondisi seperti ini, tidak ada kontradiksi dan perbedaan apa pun dalam al-Qur’an dalam prinsip-prinsip dan seluruh ajarannya! Ini adalah suatu “tanda” yang terang bahwa al-Qur’an bukanlah berasal dari manusia, namun benar-benar berasal dari Zat Yang Maha Mengetahui yang melampaui batasan materialitas apapun!</p>
<p>“Maka apakah mereka tidak memperhatikan al-Quran? Kalau kiranya al-Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.” (QS 4(AN-NISA):82)</p>
<p>Demi langit yang mengandung hujan.Dan bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan,sesungguhnya al-Quran itu benar-benar firman yang memisahkan antara yang hak dan yang bathil.dan sekali-kali bukanlah dia senda gurau.” (QS 86(ATH-THARIQ):11-14)</p>
<p>“Maka Aku bersumpah dengan tempat beredarnya bintang-bintang. Dan sesungguhnya itu benar-benar sumpah yang besar sekiranya kamu mengetahui. Dan (ini) sesungguhnya al-Qur’an yang sangat mulia. Dalam Kitab yang terpelihara (Lauh Mahf?dz). Tidak ada yang menyentuhnya selain hamba-hamba yang disucikan. Diturunkan dari Tuhan seluruh alam.”(QS 56(AL-WAQI’AH):75-80)</p>
<p>11)    Keseimbangan redaksi al-Qur’an</p>
<p>Dibalik jumlah pengulangan kosakata al-Qur’an, Rasyad Khalifah mengulas kata basmalah yang terdiri dari 19 huruf. Jumlah bilangan kata-kata basmalah yang terdapat dalam al-Qur’an tersebut walaupun berbeda-beda namun adalah kelipatan 19.</p>
<p>(1)    Ism dalam al-Qur’an sebanyak 19 kali.<br />
(2)    Allah sebanyak 2698 kali yang merupakan perkalian 142 x 19.<br />
(3)    Ar-Rahman sebanyak 57 = 3 x 19.<br />
(4)    Ar-Rahim sebanyak 114 = 6 x 19</p>
<p>Dari sini kemudian ia beralih pada keseimbangan-keseimbangan yang lain.</p>
<p>Allah yang telah menurunkan al-Kitab(AL-Qur’an) dengan penuh kebenaran serta dengan timbangan (perimbangan), dan tahukah kamu, boleh jadi Hari Kiamat itu telah dekat” (QS 42 (ASY-SYU’ARA’):17)</p>
<p>Abdurrazaq Naufal dalam bukunya al-‘ijaz al-‘Adad al-Qur’an al-Karim (Kemukjizatan dari Segi Bilangan dalam al-Qur’an), mengemukakan contoh-contoh lain tentang keseimbangan tersebut.</p>
<p>A.    Keseimbangan antara jumlah bilangan kata dan antonimnya misalnya:<br />
(al-hayah/kehidupan) dan (al-maut/kematian) masing-masing sebanyak 145 kali.<br />
(al-naf’/manfaat) dan  (al-fasad/kerusakan atau mudarat) masing-masing 50 kali.<br />
(al-harr/panas) dan  (al-bard/dingin) masing-masing 4 kali.<br />
(ash-shalihat/kebajikan) dan  (as-sayyiat/keburukan) masing-masing 167 kali.<br />
(ath-thuma’ninah/kelapangan atau ketenangan) dan  (adh-dhayyiq/kesempitan atau kekesalan) masing-masing 13 kali.<br />
(ar-Ruhbah/cemas atau takut) dan  (ar-raghbah/harap atau ingin) dalam berbagai bentuknya masing-masing 8 kali.<br />
(al-kufr/kekufuran dalam bentuk definite) dan (al-iman/iman) masing-masing 17 kali.<br />
(kufr dalam bentuk indefinite) dan (iman) masing-masing 8 kali.<br />
(ash-shaif/musim panas) dan  (asy-syita’)/musim dingin) masing-masing 1 kali.</p>
<p>B.    Keseimbangan Jumlah Bilangan Kata dengan Sinonim atau Makna yang Dikandungnya</p>
<p>(al-harts/membajak [sawah]) dan (az-zira’ah/bertani) masing-masing 14 kali.<br />
(al-‘ujub/membanggakan diri atau angkuh) dan (al-ghurur/angkuh) masing-masing 27 kali. (adh-dhllun/orang sesat) dan (al-maut?/mati [jiwanya]) masing-masing 17 kali.<br />
(al-Qur’an),  (al-wahy), (al-islam) masing-masing 70 kali.<br />
(al-‘aql/akal), (an-nur/cahaya) masing-masing 49 kali.<br />
(al-jahr/nyata) dan (al-‘alaniyah/nyata) masing-masing 16 kali.</p>
<p>C.    Keseimbangan Antara Jumlah Bilangan Kata Dengan Jumlah Kata yang Menunjuk kepada Akibatnya</p>
<p>(al-infaq/menafkahkan) dan (ar-ridh?/kerelaan) masing-masing 73 kali<br />
(al-bukhl/kekikiran) dan  (al-hasrah/penyesalan) masing-masing 12 kali.<br />
(al-kafirin/orang-orang kafir) dan (an-nur/neraka/pembakaran) masing-masing 154 kali.<br />
(az-zakah/penyucian) dan (al-barakat/kebajikan yang banyak) masing-masing 32 kali.<br />
(al-fahisyah/kekejian) dan (al-ghadhab/murka) masing-masing 26 kali.</p>
<p>D.    Keseimbangan Antara Jumlah Bilangan Kata dan Kata Penyebabnya</p>
<p>(al-israf/pemborosan) dan (as-sur’at/ketergesa-gesaan) masing-masing 23 kali.<br />
(al-mau’izhah/nasihat/petuah) dan (al-lisan/idah) masing-masing 25 kali.<br />
Di samping keseimbangan-keseimbangan tersebut, ditemukan pula keseimbangan khusus</p>
<p>E.    Keseimbangan Khusus</p>
<p>Misalnya:<br />
1-Kata (yaum/hari) dalam bentuk tunggal, sejumlah 365 kali, sebanyak hari-hari dalam setahun. Sedangkan kata hari yang menunjuk kepada jamak (ayyam) dan dua (/yaumain), jumlah keseluruhannya hanya tiga puluh, sejumlah hari-hari dalam sebulan. Di sisi lain kata yang berarti “bulan” – (syahr – asyhur) hanya terdapat dua belas kali, sejumlah bulan dalam setahun.<br />
2-Al-Qur’an menjelaskan bahwa langit ada tujuh, dan penjelasan ini diulanginya sebanyak “tujuh kali” pula, yaitu pada QS 2(AL-BAQARAH):29, QS 17(AL-ISRA’):14, QS 23(AL-MU’MIN?N):86, QS 41(FUSHSHILAT):12, QS 65(ATH-THALAQ):12, QS 67(AL-MULK):3) dan QS 71(NUH):15. Di sisi lain penjelasannya tentang terciptanya langit dan bumi dalam enam hari, dinyatakan pula dalam tujuh ayat.<br />
3-Kata-kata yang menunjuk kepada utusan Tuhan, baik (rasul),  atau (nadzir/pemberi peringatan) keseluruhannya berjumlah 518 kali, dan jumlah ini seimbang dengan jumlah penyebutan nama-nama nabi, dan rasul, dan pembawa berita tersebut, yakni 518.</p>
<p>Apakah mungkin keseimbangan jumlah kata sekompleks ini adalah kebetulan? Tentu tidak mungkin, jelas ini merupakan salah satu segi mu’jizat al-Qur’an yang tak terbantah.<br />
* * *</p>
<p>Referensi :</p>
<ol>
<li>Disadur dari ‘Allamah Sayyid Muhammad Husayn Thabathaba’i, Inilah Islam, Pustaka Hidayah, Bandung, 1996, pp. 107-109</li>
<li> M. Quraish Shihab, Mukjizat al-Qur’an, Mizan, Bandung, 2007, pp. 217-224</li>
<li> Tafsir al-Futuhat al-Ilahiyyah atau lebih dikenal dengan H?syiah al-Jamal</li>
<li> M. Quraish Shihab, Mukjizat al-Qur’an, Mizan, Bandung, 2007, pp. 239-242</li>
</ol>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 7885px; width: 1px; height: 1px; overflow: hidden;"><!--[if gte mso 9]><xml> <o:OfficeDocumentSettings> <o:RelyOnVML /> <o:AllowPNG /> </o:OfficeDocumentSettings> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:TrackMoves /> <w:TrackFormatting /> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:DoNotPromoteQF /> <w:LidThemeOther>EN-US</w:LidThemeOther> <w:LidThemeAsian>X-NONE</w:LidThemeAsian> <w:LidThemeComplexScript>X-NONE</w:LidThemeComplexScript> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> <w:SplitPgBreakAndParaMark /> <w:DontVertAlignCellWithSp /> <w:DontBreakConstrainedForcedTables /> <w:DontVertAlignInTxbx /> <w:Word11KerningPairs /> <w:CachedColBalance /> </w:Compatibility> <m:mathPr> <m:mathFont m:val="Cambria Math" /> <m:brkBin m:val="before" /> <m:brkBinSub m:val=" " /> <m:smallFrac m:val="off" /> <m:dispDef /> <m:lMargin m:val="0" /> <m:rMargin m:val="0" /> <m:defJc m:val="centerGroup" /> <m:wrapIndent m:val="1440" /> <m:intLim m:val="subSup" /> <m:naryLim m:val="undOvr" /> </m:mathPr></w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"   DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"   LatentStyleCount="267"> <w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading" /> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Georgia; 	panose-1:2 4 5 2 5 4 5 2 3 3; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:"Traditional Arabic"; 	panose-1:2 2 6 3 5 4 5 2 3 4; 	mso-font-alt:"Times New Roman"; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:8195 -2147483648 8 0 65 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:1.4pt; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	text-align:justify; 	text-justify:kashida; 	text-kashida:0%; 	text-indent:1.0cm; 	line-height:150%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:14.0pt; 	mso-bidi-font-size:11.0pt; 	font-family:"Georgia","serif"; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-ansi-language:IN; 	mso-no-proof:yes;} p.MsoFootnoteText, li.MsoFootnoteText, div.MsoFootnoteText 	{mso-style-priority:99; 	mso-style-parent:""; 	mso-style-link:"Footnote Text Char"; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Georgia","serif"; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Traditional Arabic"; 	mso-ansi-language:IN; 	mso-no-proof:yes;} span.MsoFootnoteReference 	{mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	vertical-align:super;} span.FootnoteTextChar 	{mso-style-name:"Footnote Text Char"; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-locked:yes; 	mso-style-link:"Footnote Text"; 	mso-ansi-font-size:12.0pt; 	mso-bidi-font-size:12.0pt; 	font-family:"Georgia","serif"; 	mso-ascii-font-family:Georgia; 	mso-hansi-font-family:Georgia; 	mso-bidi-font-family:"Traditional Arabic"; 	mso-ansi-language:IN; 	mso-no-proof:yes;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --><!--[if gte mso 10]> <mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0cm; 	mso-para-margin-right:0cm; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} --> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"><span lang="IN">Disadur dari ‘Allamah Sayyid Muhammad Husayn Th</span><span lang="IN">?</span><span lang="IN">b</span><span lang="IN">?</span><span lang="IN">th</span><span lang="IN">?</span><span lang="IN">b</span><span lang="IN">?</span><span lang="IN">’</span><span lang="IN">?</span><span lang="IN">, Inilah Islam, Pustaka Hidayah, Bandung, 1996, pp. </span><span>107-109</span></p>
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"><span class="MsoFootnoteReference"><span lang="IN"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Georgia&quot;,&quot;serif&quot;;" lang="IN">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span></span><span>M. Quraish Shihab, Mukjizat al-Qur’an, Mizan, Bandung, 2007, pp. </span><span lang="IN">217-224</span></p>
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"><span class="MsoFootnoteReference"><span lang="IN"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Georgia&quot;,&quot;serif&quot;;" lang="IN">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span></span><span style="color: black;" lang="IN">Tafsir <em>al-Fut</em></span><em><span style="color: black;" lang="IN">?</span></em><em><span style="text-decoration: underline;"><span style="color: black;" lang="IN">h</span></span></em><em><span style="color: black;" lang="IN">?</span></em><em><span style="color: black;" lang="IN">t al-Il</span></em><em><span style="color: black;" lang="IN">?</span></em><em><span style="color: black;" lang="IN">hiyyah</span></em><span style="color: black;" lang="IN"> atau lebih dikenal dengan <em>H</em></span><em><span style="color: black;" lang="IN">?</span></em><em><span style="color: black;" lang="IN">syiah al-Jamal</span></em></p>
<p><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Georgia&quot;,&quot;serif&quot;;" lang="IN"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Georgia&quot;,&quot;serif&quot;;" lang="IN">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span></span><span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Georgia&quot;,&quot;serif&quot;;">M. Quraish Shihab, Mukjizat al-Qur’an, Mizan, Bandung, 2007, pp. </span><span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Georgia&quot;,&quot;serif&quot;;" lang="IN">239-242</span></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://filsafatislam.net/?feed=rss2&amp;p=611</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Prophethood for Teens, Bukti (11c): Mukjizat Rasulullah saw.</title>
		<link>http://filsafatislam.net/?p=600</link>
		<comments>http://filsafatislam.net/?p=600#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Jun 2010 17:04:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mengenal Kenabian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://filsafatislam.net/?p=600</guid>
		<description><![CDATA[Mukjizat Rasulullah saw. sangat berlimpah. Diantaranya adalah sebagai berikut:
1)  Seorang Yahudi datang dan berkata kepada Nabi Muhammad saw., “Dimana Tuhanmu?” dan Nabi Muhammad saw. menjawab, “Kebijakan dan KekuatanNya ada di mana-mana, tapi dia sendiri tidak ada pada suatu tempat tertentu.” “Bagaimanakah Ia?” Orang tersebut menambahkan. Nabi Muhammad saw. berkata, “Bagaimana mungkin aku menjelaskan bagaimana [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mukjizat Rasulullah saw. sangat berlimpah. Diantaranya adalah sebagai berikut:</p>
<p><span style="color: #800000;">1) </span> Seorang Yahudi datang dan berkata kepada Nabi Muhammad saw., “Dimana Tuhanmu?” dan Nabi Muhammad saw. menjawab, “Kebijakan dan KekuatanNya ada di mana-mana, tapi dia sendiri tidak ada pada suatu tempat tertentu.” “Bagaimanakah Ia?” Orang tersebut menambahkan. Nabi Muhammad saw. berkata, “Bagaimana mungkin aku menjelaskan bagaimana Ia, sedangkan Ia tidak memiliki sifat-sifat makhluk?” Orang Yahudi tersebut mengakhiri dengan meminta bukti Muhammad adalah nabi. Seketika itu juga batu-batu dan semua benda lain menyatakan bahwa Muhammad adalah Nabi Allah, lalu orang Yahudi tersebut menjadi seorang muslim.</p>
<p><span style="color: #800000;">2) </span> Suatu hari seorang Arab berkata, “Siapa ini?” Rasulullah, jawab mereka. “Demi Latta dan ‘Uzza,” Jawab orang tersebut, “Kau adalah musuh terbesarku, dan agar kaumku tidak menyebutku lamban, kubunuh kau.” “Berimanlah,” kata Nabi saw. Orang Arab tersebut melempar kadal hijau dari lengan bajunya, dan berkata, “Aku tidak akan beriman sampai kadal ini beriman.” Tiba-tiba kadal itu dalam bahasa Arab yang elok berseru, “Wahai hiasan dari semua yang akan dikumpulkan pada hari pembalasan, kau akan memimpin orang-orang yang ikhlas ke surga.” “kepada siapa kamu menyembah?” kata Nabi saw.. Kadal tersebut menjawab, “kepada Tuhan yang menguasai melebihi segala, Yang Maha Tahu, dan telah menjadikan api sebagai alat penghukumnya.” “Siapa aku?” Muhammad saw. melanjutkan. Kadal tersebut menjawab, “Engkau adalah utusan Tuhan semesta alam, dan penutup para nabi. Bahagialah orang yang mengenalmu, dan tiada harapan orang yang mengingkarimu. “Tidak ada bukti yang lebih jelas daripada ini,” Kata orang Arab tersebut, “dan walaupun aku datang ke sini menganggapmu musuh terbesarku, aku sekarang mencintaimu lebih dari hidupku, ayahku, atau ibu. Kemudian dia mengulangi syahadatnya, menjadi Muslim, dan kembali ke Bani Salim, asalnya, kemudian lebih membawa seribu orang lebih untuk memeluk Islam.</p>
<p><span style="color: #800000;">3)</span> Suatu hari Muhammad bertanya kepada seorang Mukmin bagaimana dia menganggap saudara seimannya. Dia mengatakan bahwa dia menganggap mereka seperti dirinya sendiri; senang dan susah mereka adalah senang dan susah dirinya. Kau adalah kekasih Allah, kata Nabi saw., kau akan jadi orang yang lebih kaya dari yang lain dengan menyampaikan shalawat kepada Muhammad, Ali, dan keluarganya. Suatu hari Abu Bakar dan Umar menemuinya di pasar. Umar berkata kepadanya, “pekerjaan apa yang telah kau lakukan?” “Aku tidak punya apapun untuk dijual,” jawabnya, “tetapi selalu bersalawat kepada Muhammad dan keluarganya.” Umar mengatakan bahwa itu tidak ada gunanya, ketika pulang hanya akan menemukan masalah, kelaparan, dan kesusahan, dan malaikat yang memberikan lapar dan haus kepada Muhammad akan siap melayaninya. Orang tersebut bersumpah bahwa siapapun yang mempercayainya akan menerima rahmat yang agung.</p>
<p>Seorang tukang ikan lewat. Umar dan Abu Bakar menyuruhnya menjual ikannya kepada orang tersebut. Umar dan Abu Bakar mengatakan, “Beli ikan itu, dan Nabi saw. akan membayarnya.” Orang tersebut mengambil ikan itu. Tukang ikan kemudian meminta Nabi saw. untuk membayarnya, dan diberi satu dirham. “Ini beberapa kali lipat harga ikan tersebut,” katanya sambil pulang. Mukmin tersebut lalu menemukan dua batu berharga di dalam ikan itu seharga dua ratus dirham. Abu Bakar dan Umar menyuruh tukang ikan untuk menuntutnya. Setelah mukmin tersebut memberikan dua batu itu kepada tukang ikan, batu itu berubah menjadi kalajengking dan menyengatnya. Dan kalajengking itu pun dibuang. Ini tidak aneh, kata Abu Bakar dan Umar. Mukmin tadi menemukan dua batu lagi di ikan tersebut. Abu Bakar dan Umar memaksa tukang ikan untuk mengambilnya. Tapi sebelum itu dua batu itu berubah menjadi dua ular, yang menggigitnya. Dia berteriak dan berkata kepada muslim tersebut, ambil ini! Aku tidak membutuhkannya. Mukmin tadi mengambil ular itu dan ular itu kembali menjadi batu berharga.</p>
<p><span style="color: #800000;">4) </span> Suatu hari sekelompok orang Yahudi menemui Rasulullah saw., Malik bin as-Sayf, satu dari mereka, berkata “Engkau meyatakan dirimu adalah Utusan Allah, namun aku tidak percaya pada misimu hingga permadani yang aku duduki menyaksikan kenabianmu.” Sedangkan Abu Lababah, seorang Yahudi yang lain dalam kelompok tersebut, menyatakan bahwa ia tidak akan percaya hingga cemeti yang ia pegang di tangannya memberikan kesaksian yang serupa. Seorang Yahudi yang lain Ka’ab bin al-Asyraf menyatakan hal yang serupa dengan rekan-rekannya hingga keledainya menyaksikan kebenaran Nabi.</p>
<p>Rasulullah saw. bersabda: “Tidaklah bagi hamba Yang Maha Tinggi, setelah bukti mukjizat misi mereka telah dikaruniakan pada mereka, untuk menganggap diri mereka sendiri menunjukkan bukti seperti yang kamu inginkan. Sebaliknya, mereka harus merendah pada Tuhan dan menaatiNya, dan ridha dengan apa yang ingin Ia Karuniakan pada mereka. Namun bukankah penjelasan tentang aku dan kenabianku yang ada dalam Taurat, Injil dan suhuf Ibrahim cukup untuk meyakinkanmu kebenaran pernyataanku?”</p>
<p>“Dan tidakkah kamu menemukan bukti dalam kitab-kitab tersebut bahwa Ali bin Abi Thalib adalah saudaraku, penerusku, khalifah dan ciptaan terbaik setelah aku? Tidakkah cukup bagimu bahwa Allah telah menganugerahkan kepadaku suatu mukjizat yang demikian jelas sepeti Qur’an yang seluruh manusia bersama-sama tidak ada yang mampu membuat (serupa dengan Qur’an)?</p>
<p>“Saya tidak berani memohon pada Tuhanku untuk memberikan keinginan-keinginanmu yang tidak masuk akal, namun aku tegaskan bahwa bukti-bukti mukjizat misiku yang Ia telah kehendaki terwujud, adalah cukup memuaskanku dan meyakinkanmu. Jika sekarang Ia berkehendak menganugerahkan apa yang engkau minta, itu adalah dari ketakterhinggaan karuniaNya padaku dan padamu! Jika Ia tidak memenuhi keinginan-keinginanmu, itu adalah karena hal tersebut adalah sia-sia, terutama karena Ia telah membawakan bukti yang lengkap bagi keimanan.<br />
Rasulullah saw. belum lama selesai menyelesaikan sabdanya, maka kemudian dengan kekuatan Ilahiah, permadani yang diduduki oleh Malik bin as-Sayf berbicara dan berkata:</p>
<p>“Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Satu Tuhan Yang Maha Indah, yang tidak memiliki sekutu, (namun) Sendiri dalam mencipta dan mengatur segala sesuatu. Kepadanya seluruh maujud bergantung, sedangkan Ia bebas dari ketergantungan terhadap apa pun. Baginya perubahan dan kerusakan adalah mustahil. Ia tak memiliki istri, tak memiliki anak, dan tiada yang menemaniNya dalam kerajaanNya (KekuasaanNya). Dan aku bersaksi bahwa engkau, wahai Muhammad, adalah hambaNya dan utusanNya yang telah Ia utus sebagai petunjuk agama, dan nabi dari keimanan yang benar, dan yang Ia ingin menangkan di atas seluruh agama lain, walaupun orang-orang yang musyrik tidak menyukainya. Dan aku juga bersaksi bahwa ‘Ali bin Abi Thalib adalah saudaramu, penerusmu dan khalifah ummatmu, dan makhluk terbaik setelahmu.</p>
<p>Barangsiapa mencintainya mencintaimu, dan musuhnya adalah juga musuhmu. Barangsiapa menaatinya menaatimu, barangsiapa melawannya melawanu, dan barangsiapa menaatimu menaati Allah, dan layak memperoleh kebahagiaan dan keridhaanNya. Barangsiapa tidak menaatimu, tidak menaati Allah dan akan memperoleh siksa neraka yang paling pedih.”Menyaksikan permadani tersebut bersaksi seperti itu, orang-orang Yahudi tersebut tercengang. Namun mereka mengatakan bahwa kejadian tersebut hanyalah sihir yang nyata.</p>
<p>Pernyataan tersebut membuat permadani tersebut naik dan membuang orang-orang Yahudi yang duduk di atasnya, dan dengan kekuatan Ilahiah kembali permadani tersebut berbicara dan berkata:<br />
“Yang Maha Tinggi mengaruniakan kepadaku bahwa aku adalah sebuah permadani, dan Ia membuatku bersaksi atas KetunggalanNya dan KeagunganNya, dan bersaksi bahwa NabiNya Muhammad adalah Nabi yang paling utama, dan utusan bagi semua makhluk dan dibangkitkan dalam keadilan dan kebenaran bersama hamba-hamba Allah. (Ia membuatku) juga bersaksi atas imamah saudaranya, penerusnya dan wazirnya, dan diciptakan dari cahayanya, temannya, kepercayaannya, dan pengemban amanahnya, pelaksana janji-janji Muhammad, penolong teman-temannya, dan menakluk musuh-musuhnya.</p>
<p>“Aku taat pada ia yang Muhammad telah menunjuknya sebagai Imam, dan membenci musuhnya. Oleh karena itu, tidaklah layak orang-orang kafir menginjakku dan duduk di atasku, tidak ada yang layak melakukan itu padaku kecuali mereka yang beriman pada Allah, rasulNya dan penerusnya.” Maka Nabi saw. memerintahkan pada Salman, Abu Dzar, Miqdad, dan Amir duduk di atas permadani tersebut, dan berkata, “Engkau telah beriman pada apa yang elah disaksikan olehnya.”<br />
Kemudian Ia Yang Maha Tinggi berturut membuat cemeti di tangan Abu Lababah maupun keledai Ka’ab bin al-Asyraf berbicara dan bersaksi atas KetuggalanNya, kenabian Rasulullah Muhammad saw. dan imamah Imam ‘Ali bin Abi Thalib as.. Namun mereka semua tetap tidak beriman pada kebenaran Rasulullah saw!</p>
<p>Setelah orang-orang Yahudi tersebut pergi maka turunlah ayat:</p>
<blockquote><p>“Sesungguhnya orang-orang kafir (ingkar) sama saja bagi mereka kamu peringatkan atau tidak kauperingatkan, mereka tak beriman.” (QS 2(AL-BAQARAH):6)</p></blockquote>
<p><span style="color: #800000;">5) </span> Dalam sebuah pertempuran, pedang Ukasyah bin Mihsan ra. patah, lalu Rasulullah memberinya sebatang kayu yang menjadi pedang.</p>
<p><span style="color: #800000;">6)</span> Pada suatu ketika seseorang mendekat kepada Nabi saw., maka nabi langsung bertanya, Anda bermaksud ke mana? Orang tersebut menjawab: “Saya bermaksud menemui keluarga saya.” Nabi saw. bersabda lagi inginkah Anda kutunjukkan kepada kebaikan? “ Orang tersebut menjawab : “ Apa kebaikan itu?” Nabi saw. bersabda : “ Anda bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang wajib disembah kecuali Allah Yang Esa tidak ada sekutu bagi-Nya, dan Muhammad itu hamba dan rasul-Nya.”  Orang tersebut berkata : “ Siapa yang bersaksi kepadamu terhadap apa yang engkau katakan itu ? “ Nabi menjawab : “ Pohon ini yang berada di tepi wadi”, maka pohon itupun terhunjam di antara kedua tangan Nabi dan mengucapkan syahadat tiga kali, dan orang itu mengikuti ungkapan pohon itu, kemudian dia kembali ke tempatnya.</p>
<p><span style="color: #800000;">7) </span> Orang Quraisy menaruh 360 berhala di Ka’bah. Berhala-berhala itu jatuh sujud ketika disebutkan ayat,</p>
<p>“Allah menyaksikan bahwa tiada tuhan melainkanNya&#8230;”<br />
(QS ALI IMRAN:18)</p>
<p><span style="color: #800000;">8. </span>Dalam perang Khaibar, seorang Arab Badui datang kepada Nabi saw. dan, setelah memeluk Islam, menyatakan keinginannya untuk ikut berperang bersama Nabi saw.. Rasul saw. lalu meminta beberap sahabat untuk mengurus keperluan orang Arab Badui itu. Ketika kaum Muslimin berhasil menaklukkan sebuah benteng dan mendapatkan banyak ghanimah, para lelaki mengeluarkan sekawanan ternak untuk digembalakan. Harta rampasan perang itu kemudian dibagi-bagi kepada seluruh pasukan dan si Arab Badui itu pun memperoleh bagian. Ketika bagiannya diberikan kepadanya, si Arab Badui itu membawa bagiannya ke hadapan Rasul saw. dan bertanya, “Apakah ini?” Rasul saw. menjelaskan bahwa itu adalah bagiannya dari harta rampasan perang. Si Arab Badui itu berkata, “Saya tidak datang kepadamu untuk ini.” Sambil menunjuk lehernya, ia melanjutkan, “Saya mengikutimu dengan harapan bahwa saya dapat terkena anak panah di sini dan lalu masuk surga.” Rasul saw. bersabda, “Jika memang itu yang kau inginkan, Allah akan berbuat demikian.”</p>
<p>Dalam peperangan berikutnya di Khaibar, mayat si Arab Badui itu ditemukan di antara para pejuang yang gugur dalam pertempuran. Rasul saw. bertanya, “Apakah itu orang yang sama?” Ketika para sahabat mengiyakan, Rasul saw. bersabda, “Ia jujur kepada Allah, maka Allah mewujudkan keinginannya.”</p>
<p><span style="color: #800000;">9)</span> Baihaqi meriwayatkan dalam Dala’il an-Nubuwwah dan Ibnu Abdil-Barr dalam Al-Isti’ab dari Ummu Ashim ra., istri Utbah bin Farqad ra.:<br />
Kami bertiga adalah istri-istri Utbah ra. dan kami memakai parfum terbaik. Tetapi, keharuman yang keluar dari tubuh Utbah mengalahkan keharuman kami semua. Suatu hari aku bertanya kepada Utbah tentang rahasia aroma tubuhnya. Ia menceritakan, “Ketika aku sakit, Nabi saw. datang menjengukku dan membuka pakaianku lalu mengambil ludahnya serta menggosokkannya pada kedua telapak tangannya dan menyebarkannya pada perut dan punggungku. Sejak hari itu, tubuhku mengeluarkan keharuman yang mengalahkan semua wewangian.”</p>
<p><span style="color: #800000;">10)</span> Mukjizat Pembelahan Bulan</p>
<p>“Telah dekat datangnya saat itu dan telah terbelah bulan.”<br />
(QS 54(AL-QAMAR):1)</p>
<p>Dalam riwayat-riwayat awal, kalimat ini dijelaskan bukan sebagai suatu tanda eskatologik, melainkan lebih sebagai berkaitan dengansuatu mukjizat yang dilakukan oleh Nabi untuk meyakinkan kaum Quraisy yang meragukan kebenaran risalah yang dibawanya: dia membelah bulan menjadi dua bagian, yang pada antaranya Gunung Hira dapat dilihat. Untuk meyakinkan orang-orang yang tidak percaya kepada mukjizat ini, Qadhi ‘Iyad menyatakan bahwa:</p>
<blockquote><p>Belum pernah diceritakan oleh bangsa mana pun di atas bumi ini bahwa bulan terlihat pada malam itu sebegitu rupa sehingga dapat dikatakan bahwa ia tidak terbelah. Bahkan jika hal ini telah diriwayatkan dari banyak tempat yang berlainan, sehingga kita harus membuang kemungkinan bahwa semua orang setuju untuk berdusta, toh kita tidak akan dapat menerima ini sebagai bukti dari kebalikannya, sebab bulan itu tidak dilihat dengan cara yang sama oleh orang-orang yang berbeda &#8230; Suatu gerhana dapat dilihat di suatu negeri, tetapi tidak di negeri lain; di satu tempat gerhana itu menyeluruh, sedang di tempat lain hanya sebagian.</p></blockquote>
<p>Karena hidup di Ceuta, Qadhi ‘Iyad tentu saja tidak mengenal tradisi India. Dia akan senang sekali jika mengetahui bahwa di bagian dunia itu diceritakan bahwa seorang raja bernama Syakrawati Farmad di India Selatan benar-benar telah melihat bulan yang terbelah itu, dan ketika dia mengetahui dari saksi-saksi yang dapat dipercaya tentang apa yang sedang terjadi di Makkah pada malam itu, dia memeluk Islam. Karena itu, pemukiman Muslim pertama di anak benua India dianggap sebagai akibat mukjizat tersebut. Kisah ini tentunya lebih dikenal luas di India selatan, dan diceritakan kembali di sana pada akhir Abad Pertengahan dalam suatu teks bahasa Arab. Adalah menarik untuk dicatat bahwa bahkan sampai pertengahan abad kesembilan belas, sebuah miniatur dibuat di istana Rajput (Hindu) di Kotah, yang menunjukkan pembelahan bulan dengan seluruh rinciannya.</p>
<p>Karena Muhammad disamakan, dalam bahasa puisi, dengan matahari atau cahaya pagi, wajarlah bagi para penyair itu bahwa:matahari akan membelah bulan menjadi dua,” sebagaimana diungkapkan oleh Sana’i pada awal abad kedua belas, dan puisi rakyat – entah itu dalam bahasa Sindh, Panjab, Swahili atau bahasa-bahasa lainnya – selalu mengulang-ceritakan mukjizat ini, dan menghiasinya dengan rincian-rincian yang memikat. Para ahli pikir yang lebih rasionalistik, dapat dimengerti, menemui banyak kesulitan jika harus menjelaskan tentang pembelahan bulan itu, dan kadang-kadang mereka berusaha menghapuskan dongengan dari peristiwa itu dan fenomena adialami lainnya. Ahli teologi pembaru dari India, Syah Waliullah dari Delhi, menulis pada pertengahan abad kedelapan belas bahwa pembelahan bulan itu mungkin merupakan semacam halusinasi, atau barangkali disebabkan “oleh asap, oleh sebuah bintang yang sedang menukik kebawah, segumpal awan, atau gerhana matahari atau bulan yang mungkin telah memberi kesan bahwa bulan tersebut benar-benar terbelah dua.” Sekalipun demikian, dalam puisi bahasa Arab yang ditulisnya untuk menghormati Nabi, Syah Waliullah pun, bersama dengan beratus-ratus penulis yang saleh lainnya, dengan penuh kasih sayang telah membicarakan tentnag mukjizat ini yang membuktikan kebesaran Muhammad. Sebab orang-orang beriman tahu bahwa dia yang benar-benar mencintai Nabi. Sebagaimana yang dilagukan Rumi dalam salah satu syair lirikannya, dapat membelah bulan dengan jari Mushthafa.<br />
Hadis tentang terbelahnya bulan diriwayatkan banyak para sahabat, di antara mereka Abdullah bin Mas’ud, Anas bin Maalik, Hudzaifah al-Yaman, Ibnu ‘Umar, Ibnu ‘Abbas, Jubair bin Muth’im, sehingga jama’ah ahli tafsir mengungkapkan bahwa tidak ada khilafiyah. Bahkan Ibnu Mas’ud bersumpah, “Demi Allah aku menyaksikan terbelahnya bulan itu. Terbelahnya bulan itu merupakan tanda Kenabian Rasalullah saw. dan terbelahnya bulan itu adalah tanda dekatnya kiamat itu.”</p>
<p><span style="color: #800000;">11) </span> Mukjizat: Domba Umm Ma’bad</p>
<p>Sekelompok Sahabat Nabi melewati tenda Umm Ma’bad di padang pasir, dan berusaha membeli daging dan kurma darinya, tetapi wanita itu sama sekali tidak mempunyai apa-apa untuk dimakan. Lalu Nabi menunjuk kepada satu-satunya domba yang sedang berbaring di pojok, dan bertanya:<br />
“Apakah ia mempunyai susu?”<br />
Dia berkata: Ia terlalu lemah.”<br />
Nabi bertanya: “Apakah Engkau mengizinkan aku untuk memerah susunya?”<br />
Dia berkata: “Engkau yang lebih kusayangi daripada ayah dan ibu, jika aku tahu ia mempunyai susu maka aku pasti telah memerahnya sebelumnya.”</p>
<p>Lalu Rasul Allah memanggil domba itu, dan meletakkan tangannya pada ambingnya, dan menyerukan nama Allah, serta berdoa untuk wanita itu dan dombanya. Tiba-tiba domba itu menegakkan kakinya ke arahnya, dan susu mulai mengalir. Nabi meminta sebuah wadah untuk susu itu, dan memerah banyak susu ke dalamnya. Lalu dia memberikannya kepada wanita itu agar diminum hingga kenyang, dan dia memberikannya kepada para sahabatnya sampai perut mereka kenyang, dan dia sendiri minum paling akhir. Setelah mereka memuaskan rasa dahaga, Nabi memerah susu sekali lagi sampai wadah itu penuh, dan dia meninggalkannya dan mereka meneruskan perjalanan.</p>
<p>Beberapa lama kemudian suami wanita itu, Abu Ma’bad, tiba dengan menuntun beberapa ekor kambing lapar yang rupanya sangat menyedihkan dan yang sumsumnya hampir kering. Ketika dia melihat susu itu, dia terkejut dan bertanya kepadanya: “Dari mana engkau dapatkan susu ini, Umm Ma’bad? Sebab domba itu telah kering dan tidak ada ternak perah di rumah ini.”<br />
Wanita itu berkata: “Benar, tapi seorang pria mulia telah melewati tempat ini dan begini, begitu.”<br />
Dia berkata: “Lukiskan penampilannya , Umm Ma’bad!?<br />
Wanita itu berkata: “Aku melihat seorang pria yang sangat bersih, dengan wajah cemerlang, dengan sopan santun sempurna. Dia tidak kurus dan tidak botak; lemah lembut dan anggun; matanya hitam legam, dengan bulu mata melengkung, suaranya merdu dan lehernya bersinar, janggutnya tebal, alis matanya melengkung indah. Ketika dia diam, kemuliaan melingkupinya, dan ketika dia berbicara dia tampak berwibawa, dan kecemerlangan cahaya mengelilinginya. Seorang pria yang paling tampak dan bercahaya dari jauh, dan yang paling manis dan lembut hati dari dekat.”</p>
<p>Al-Barzanji mengungkapkan mukjizat ini dalam shalawat al-Barzanji Natsar bab XVI :</p>
<p>Dalam perjalanannya ke Madinah belaw saw. berhenti di kampung Qudaid, tempat tinggal Umi Ma’bad al-Khuza’i.<br />
Beliau bermaksud membeli daging atau susu, akan tetapi ia tidak mempunyai persediaan.<br />
Kemudian beliau melihat seekor kambing di rumah itu yang tidak digembalakan.<br />
Maka beliau minta izin kepadanya untuk memerahnya, Ummu Ma’bad memberi izin dan berkata:’Jika ada air susunya tentu sudah kami perah.’<br />
Beliau memerah kambing itu dengan tangannya sambil berdoa kepada Allah, selaku tuan dan pembimbingnya.<br />
Maka memancarlah air susu kambing itu dengan derasnya, sehingga dapat diminum oleh beliau dan orang-orang yang berada di sekitarnya.<br />
Kemudian beliau memerah lagi, dan setelah penuh satu bejana ditinggalkannya sebagai tanda.<br />
Setelah itu, datanglah Abu Ma’bad. Tatkala melihat susu itu ia terheran-heran.<br />
Dia bertanya kepada istrinya: “Dari mana kamu dapatkan susu ini, padahal kita tidak punya kambing perah yang berair susu.”<br />
Jawab istrinya: “Tadi ada seorang laki-laki pembawa berkah datang kemari, sosok dan sifat orangnya begini-begini.”<br />
Suaminya berkata: “Beliau pasti orang Quraisy,” seraya menyumpahi diri.<br />
Seandainya ia bertemu beliau pasti ia beriman serta mengikuti dan menemani jejak langkah beliau.<br />
Beliau saw. sampai di Madinah hari Senin tanggal 12 Rabiul Awal, kedatangannya menjadikan Madinah bercahaya dan semarak.<br />
Sahabat-sahabat Anshar menjemputnya dan beliau singgah dulu di Quba untuk membangun masjid yang didasarkan atas ketaqwaan.</p>
<p><span style="color: #800000;">12)</span> Sebelum Perang Badar dimulai, Nabi saw. menunjukkan kepada para sahabatnya tempat para pemuka Quraisy akan mati. Semua prediksi Nabi saw. tepat.</p>
<p><span style="color: #800000;">13)</span> Sebelum wafatnya, Nabi saw. memberitahu Fathimah as. tentang kematiannya sendiri, lalu memberitahukan bahwa Fathimah as. adalah orang pertama yang akan menyusulnya. Kedua kabar ini ternyata benar.</p>
<p><span style="color: #800000;">14) </span> Ali bin Abi Thalib kw. Meriwayatkan, “Saya sedang bersama Nabi saw. di Mekah. Setiap gunung dan pohon yang dilewatinya mengucapkan, “As-Salamu ‘alayka ya Rasulallah,””<br />
Farwah, menceritakan dari al-Walid bin Abi Tsaur al-Hamdaniy, dari Ismail al Sudiyy dari ‘Ibad Abi Yazid, dari Ali bin Abi Thalib ra. berkata: “Kami bersama Nabi saw. di Makkah, terus kami bepergian bersama beliau dalam satu perjalanan, maka setiap kami melewati pohon-pohon dan gunung-gunung pasti mengucapkan: “Assalamu ‘alaika ya Rasulallah”.</p>
<p><span style="color: #800000;">15) </span> Ibnu Abbas ra. meriwayatkan:</p>
<p>Seorang Arab Badui datang kepada Rasulullah saw. dan berkata, “Bagaimana aku bisa tahu bahwa engkau seorang nabi?” Rasul saw. menjawab, “Dengan kesaksian pohon kurma itu bahwa saya adalah rasul Allah.” Si Arab Badui setuju. Rasul saw. kemudian memanggil pohon kurma itu dan pohon itu pun bergerak menghampiri Nabi saw. lalu merunduk di hadapannya. Setelah itu, Rasul saw. menyuruh pohon tersebut untuk kembali lalu ia pun kembali ke tempatnya. Si Arab Badui memeluk Islam saat itu juga dan di situ juga.</p>
<p><span style="color: #800000;">16)</span> Jabir ra. meriwayatkan:<br />
Pada hari Perjanjian Hudaibiah, orang-orang merasa kehausan dan mereka menghampiri Nabi saw. untuk meminta air. Air dalam bejana hanya tinggal sedikit. Rasul saw. lalu berwudu. Setelah itu, beliau memasukkan tanganya ke dalam bejana dan air keluar dari sela-sela jemarinya seperti mengalir dari mata air. Orang-orang pun minum dan berwudu. Jumlah mereka seribu lima ratus orang.</p>
<p><span style="color: #800000;">17)</span> Pada hari Perjanjian Hudaibiah, ada sebuah sumur yang diambil airnya oleh seribu empat ratus orang sampai kering. Kemudian, Rasulullah saw. datang dan meminta bejana air.Ketika berwudhu, beliau berkumur lalu berdoa. Kemudian beliau meuangkan air ke dalam sumur tersebut. Setelah dibiarkan beberapa saat, mereka mengambil air dari sumur tersebut untuk mereka dan hewan-hewan mereka sampai mereka berangkat lagi.</p>
<p><span style="color: #800000;">18)</span> Ketika orang Mekah gagal menghalangi orang untuk memeluk Islam, mereka menganiaya orang-orang mukmin. Usman bin Mazun ra. ditampar oleh seorang musyrik dengan sangat keras sehingga bola matanya copot. Ketika menghadap Nabi saw. dan melaporkan kejadian itu, nabi menaruh kembali bola mata yang copot ke tempatnya semula seperti belum pernah copot.</p>
<p><span style="color: #800000;">19) </span> Banyak kejadian yang telah Nabi saw. tahu jauh sebelum kejadian itu. Nabi Muhammad saw. memperingatkan Abuzar bahwa ia akan dizalimi Usman dan bahwa ia akan dimandikan, dikafani, dan dikubur oleh sekelompok orang dari Irak.</p>
<p><span style="color: #800000;">20)</span> Nabi Muhammad saw. memberitahu Zayd bin Suhan bahwa salah satu anggota tubuhnya akan mendahuluinya ke surga. Sesuai dengan itu, dia kehilangan tangannya di perang di Nahavend (Nahrawan?).</p>
<p><span style="color: #800000;">21) </span> Nabi Muhammad saw. telah memberitahukan kesyahidan Imam Husain dan keluarganya, dan memberikan Ummu Salamah pasir Karbala, yang akan berubah menjadi darah ketika pembantaian tersebut terjadi.</p>
<p><span style="color: #800000;">22)</span> Nabi Muhammad saw. telah meramalkan kesyahidan dan penguburan Imam Ali ar-Ridha’ di Khurasan.</p>
<p><span style="color: #800000;">23) </span> Suatu hari Nabi saw. sedang duduk bersama Ali, Fathimah, Hasan dan Husain, dia berkata kepada mereka, “Kuburan kalian akan terpencar dan terpisah satu sama lain.” Husain bertanya apakah mereka meninggal secara alami atau dibunuh. Muhammad saw. menjawab, “Kamu, kakakmu dan ayahmu akan dibunuh dalam kezaliman, dan keturunanmu akan dizalimi oleh tiran. Husain bertanya kembali apakah akan ada yang mengunjungi kuburan mereka. Nabi saw. mengatakan “Sekelompok orang dari umatku akan mengunjungi kuburanmu karena aku, mereka yang akan kutemui di hari pembalasan dan kuselamatkan pada hari itu.”</p>
<p><span style="color: #800000;">24) </span> Baihaqi meriwayatkan dari Ummul Fadhl ra.:<br />
Saya sedang memangku Imam Husain as. Ketika Nabi saw. datang dan memandangnya sambil menitikkan air mata. Saya bertanya kepada beliau mengapa menangis. Rasul saw. mengungkapkan bahwa Jibril telah memberitahunya bahwa para pengikutnya akan membunuh cucunya, Husain ra..</p>
<p><span style="color: #800000;">25) </span> Ibnu Asakir meriwayatkan dari Muhammad bin Umar bin Hasan:<br />
Suatu saat saya bersama Imam Husain ra. di Karbala. Sang imam berkata begitu melihat Syimar, “Allah dan RasulNya mengatakan kebenaran.” Ketika ditanya, ia mengutarakan, “Nabi saw. mengabarkan bahwa beliau melihat seekor anjing bebercak putih mengendus darah di kulitnya.” Syimar memiliki kusta putih dan berbintik putih.</p>
<p><span style="color: #800000;">26) </span> Abdurrahman bin Auf mengutip Abu Raja’ yang meriwayatkan dari Imran bin Husain:<br />
Dalam sebuah perjalanan, kami mengadu kehausan kepada Rasul saw.. Beliau saw. turun dari kendaraan lalu memanggi beberapa orang di antara kami dan menyuruh mereka untuk mencari air. Mereka pergi dan bertemu dengan seorang wanita yang menunggang unta dengan kantung air dari kulit di kedua sisi untanya. Mereka pun membawa wanita itu ke hadapan Rasul saw. yang mempersilakannya untuk turun dari untanya.</p>
<p>Nabi saw. meminta diambilkan bejana dan mengisinya dengan air dari kantung-kantung kulit tempat air itu. Lalu, kami dipersilakan untuk mengambil air. Kami, empat puluh orang yang kehausan, minum hingga puas serta mengisi kantung air dan bejana yang ada pada kami. Saya bersumpah demi Allah, kantung air itu terlihat lebih penuh daripada ketika Nabi saw. mulai mengambil airnya.</p>
<p><span style="color: #800000;">27)</span> Ummul Fadhl ra. bermimpi bagian tubuhnya lepas dan jatuh ke pangkuannya. Rasulullah mengatakan bahwa Fatimah ra. akan melahirkan anak laki-laki dan ditaruh di pangkuan Ummul Fadhl ra.. Hal itu tepat. Imam Husain lahir dan diletakkan di pangkuan Ummul Fadhl ra.. (Diriwayatkan Baihaqi dari Ummul Fadhl)</p>
<p><span style="color: #800000;">28)</span> Seorang lelaki berbohong bahwa ia tidak bisa makan menggunakan tangan kanan. Lalu Nabi saw. berkata, “semoga engkau benar-benar tidak bisa,” Lalu lelaki tersebut benar-benar tidak bisa mengangkat tangan kanan sampai ke mulut. (Diriwayatkan oleh Salamah bin Akwa)</p>
<p><span style="color: #800000;">29)</span> Seorang bayi berumur satu hari ditanya oleh Nabi Muhammad saw., “Siapakah aku?” dan dia menjawab, “Engkau adalah nabi Allah.” Sejak saat itu, dia dapat berbicara. (diriwayatkan oleh Khatib)</p>
<p><span style="color: #800000;">30)</span> Seorang penyembah berhala wanita, yang sering mencaci maki Nabi Muhammad saw, bertemu Nabi saw. dengan bayi berumur dua tahun di pundaknya. Bayi tersebut memberi salam kepadanya, mengejutkan ibunya yang penyembah berhala. Ketika ditanya, bayi tersebut menjawab bahwa dia telah diberitahu oleh Tuhan segala alam tentang Nabi Muhammad saw.</p>
<p><span style="color: #800000;">31) </span> Seorang anak terlambat berbicara sampai dianggap bisu oleh orang-orang. Dia ditanya oleh nabi, “siapa saya?” “Utusan Allah,” Jawabnya. Kemudian dia dapat berbicara.</p>
<p><span style="color: #800000;">32) </span> Al-Qur’an adalah mukjizat paling agung nabi Muhammad saw.. Mukjizat-mukjizat al-Qur’an akan dijelaskan dalam bukti (11d): Mukjizat Agung: Al-Qur’an</p>
<p>* * *</p>
<p>Referensi :</p>
<ol>
<li>Saduran dari ‘Allamah Muhammad Baqir al-Majlisi, Hiyat al-Qulub, Ansariyan Publications, Qum, 1997, pp. 132</li>
<li>Saduran dari ‘Allamah Muhammad Baqir al-Majlisi, Hiyat al-Qulub, Ansariyan Publications, Qum, 1997, pp. 167-168</li>
<li>‘Allsmah Muhammad Baqir al-Majlisi, Hiyat al-Qulub, Ansariyan Publications, Qum, 1997, pp. 163-164<br />
Terjemahan dan saduran bebas dari ‘Allamah Muhammad Baqir al-Majlisi, Hiyat al-Qulub, Ansariyan Publications, Qum, 1997, pp. 141-144. Mungkin ada beberapa kesalahan penerjemahan karena misinterpretasi bahasa yang mohon dimaklumi.</li>
<li>Ibnu Hisyam, Buku Pertama, jil. I dan II, h. 637, rujuk kepada Badr Azimabadi, Kumpulan Hadis Shahih 300 Mukjizat Muhammad saw., penerbit Hikmah, Jakarta, 2008, pp. 133, cerita yang sama juga terdapat pada ‘Allamah Muhammad B?qir al-Majlisi, Hiyat al-Qulub, Ansariyan Publications, Qum, 1997, pp. 162</li>
<li>KH Drs. Muchtar Adam, “Ma’rifaturrasul : Kenali dan Cintai Nabi-Mu Pasti Tidak Akan Sesat Dan Menyesatkan”, Makrifat, hal. 157</li>
<li>Saduran dari ‘Allamah Muhammad Baqir al-Majlisi, Hiyat al-Qulub, Ansariyan Publications, Qum, 1997, pp. 159<br />
Badr Azimabadi, Kumpulan Hadis Shahih 300 Mukjizat Muhammad saw., penerbit Hikmah, Jakarta, 2008, pp. 97-98</li>
<li>Badr Azimabadi, Kumpulan Hadis Shahih 300 Mukjizat Muhammad saw., penerbit Hikmah, Jakarta, 2008, pp. 272</li>
<li>Annemarie Schimmel, Dan Muhammad Adalah Utusan Allah, Mizan, Bandung, 1985, pp.102-103. Mukjizat ini juga disebutkan dalam ‘All?mah Muhammad Baqir al-Majlisi, Hiyat al-Qulub, Ansariyan Publications, Qum, 1997, pp. 155</li>
<li>Ja’far al-Subhaan, “Mafahim al Qur’an, jilid 4, hal. 80-81, dikutip dari KH Drs. Muchtar Adam, “Ma’rifaturrasul : Kenali dan Cintai Nabi-Mu Pasti Tidak Akan Sesat Dan Menyesatkan”, Makrifat, hal. 155</li>
<li>Annemarie Schimmel, Dan Muhammad Adalah Utusan Allah, Mizan, Bandung, 1985, pp. 109-110</li>
<li>H.A.A Dahlan, Maulid Al-Barzanji, Penerbit Diponegoro, Bandung,82-86</li>
<li>Saduran dari Badr Azimabadi, Kumpulan Hadis Shahih 300 Mukjizat Muhammad saw., penerbit Hikmah, Jakarta, 2008, pp. 135</li>
<li>Saduran dari Badr Azimabadi, Kumpulan Hadis Shahih 300 Mukjizat Muhammad saw., penerbit Hikmah, Jakarta, 2008, pp. 135-136</li>
<li>HR Muslim dalam Misykat, kutip dari Badr Azimabadi, Kumpulan Hadis Shahih 300 Mukjizat Muhammad saw., penerbit Hikmah, Jakarta, 2008, pp. 56-57</li>
<li>Imam al-Tirmidzi, Kitab al-Manaqib, jilid 9 hal 247; Imam al-Hakim al Mustadrak, jilid 2 hal 620 ; Imam Baihaqi, Kitab al-Dalail, jilid 2 hal 153; dikutip dari buku karya KH Drs. Muchtar Adam, “Ma’rifaturrasul : Kenali dan Cintai Nabi-Mu Pasti Tidak Akan Sesat Dan Menyesatkan”, Makrifat, hal. 186</li>
<li>HR Tirmidzi, dikutip dari Badr Azimabadi, Kumpulan Hadis Shahih 300 Mukjizat Muhammad saw., penerbit Hikmah, Jakarta, 2008, pp. 57</li>
<li>HR Bukhari dan Muslim, dikutip dari Badr Azimabadi, Kumpulan Hadis Shahih 300 Mukjizat Muhammad saw., penerbit Hikmah, Jakarta, 2008, pp. 61</li>
<li>Saduran dari Badr Azimabadi, Kumpulan Hadis Shahih 300 Mukjizat Muhammad saw., penerbit Hikmah, Jakarta, 2008, pp. 68. Cerita ini bersumber pada HR Bukhari</li>
<li>Saduran dari Badr Azimabadi, Kumpulan Hadis Shahih 300 Mukjizat Muhammad saw., penerbit Hikmah, Jakarta, 2008, pp. 68-69. Cerita ini bersumber pada HR Ibnu Hisyam.</li>
<li>Saduran dari ‘Allamah Muhammad Baqir al-Majlisi, Hiyat al-Qulub, Ansariyan Publications, Qum, 1997, pp. 181</li>
<li>Saduran dari ‘Allamah Muhammad Baqir al-Majlisi, Hiyat al-Qulub, Ansariyan Publications, Qum, 1997, pp. 181</li>
<li>Saduran dari ‘All?mah Muhammad Baqir al-Majlisi, Hiyat al-Qulub, Ansariyan Publications, Qum, 1997, pp. 181</li>
<li>Saduran dari ‘All?mah Muhammad Baqir al-Majlisi, Hiyat al-Qulub, Ansariyan Publications, Qum, 1997, pp. 181</li>
<li>Saduran dari ‘All?mah Muhammad Baqir al-Majlisi, Hiyat al-Qulub, Ansariyan Publications, Qum, 1997, pp. 181</li>
<li>Badr Azimabadi, Kumpulan Hadis Shahih 300 Mukjizat Muhammad saw., penerbit Hikmah, Jakarta, 2008, pp. 166-167</li>
<li>Badr Azimabadi, Kumpulan Hadis Shahih 300 Mukjizat Muhammad saw., penerbit Hikmah, Jakarta, 2008, pp. 167-168</li>
<li>Badr Azimabadi, Kumpulan Hadis Shahih 300 Mukjizat Muhammad saw., penerbit Hikmah, Jakarta, 2008, pp. 63</li>
<li>Saduran dari Badr Azimabadi, Kumpulan Hadis Shahih 300 Mukjizat Muhammad saw., penerbit Hikmah, Jakarta, 2008, pp. 166</li>
<li>Saduran dari Badr Azimabadi, Kumpulan Hadis Shahih 300 Mukjizat Muhammad saw., penerbit Hikmah, Jakarta, 2008, pp. 226</li>
<li>Saduran dari Badr Azimabadi, Kumpulan Hadis Shahih 300 Mukjizat Muhammad saw., penerbit Hikmah, Jakarta, 2008, pp. 270-271</li>
<li>‘Allamah Muhammad Baqir al-Majlisi, Hiyat al-Qulub, Ansariyan Publications, Qum, 1997, pp. 165</li>
<li>Saduran dari ‘Allamah Muhammad Baqir al-Majlisi, Hiyat al-Qulub, Ansariyan Publications, Qum, 1997, pp. 160</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://filsafatislam.net/?feed=rss2&amp;p=600</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Prophethood for Teens, Bukti (11b): Kesempurnaan Ajaran Nabi Muhammad saw. dan Konstruktivitas Sosial Masyarakat yang Dibentuk Ajaran Nabi Muhammad saw</title>
		<link>http://filsafatislam.net/?p=584</link>
		<comments>http://filsafatislam.net/?p=584#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Jun 2010 15:28:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mengenal Kenabian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://filsafatislam.net/?p=584</guid>
		<description><![CDATA[Ajaran Nabi Muhammad saw. adalah ajaran yang paripurna. Untuk  membuktikan kesempurnaan ajaran tersebut, berarti harus merangkum ajaran  tersebut. Karena itu, kami kutip sebagian kecil dari ajarannya –kutipan  dari al-Qur’an dan hadits- yang merupakan bukti bahwa ini adalah ajaran  yang dibawa oleh seorang nabi [1] .
1)    Ajaran Nabi Muhammad saw. mengajarkan sendi-sendi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Ajaran Nabi Muhammad saw. adalah ajaran yang paripurna. Untuk  membuktikan kesempurnaan ajaran tersebut, berarti harus merangkum ajaran  tersebut. Karena itu, kami kutip sebagian kecil dari ajarannya –kutipan  dari al-Qur’an dan hadits- yang merupakan bukti bahwa ini adalah ajaran  yang dibawa oleh seorang nabi [1]<span style="color: #800000;"> </span>.</p></blockquote>
<p>1)    Ajaran Nabi Muhammad saw. mengajarkan sendi-sendi al-mabda’  (asal muasal realitas) bahwa segala sesuatu adalah berasal dari Realitas  Tunggal yakni al-Haqq al-Wahid yang tiada lain adalah Hakikat Zat Tuhan  itu sendiri. Dan bagaimana Sifat-Sifat Tuhan Yang Maha Suci seperti  bahwa Ia adalah Maha Mengetahui, Maha Kuasa, Maha Hidup dan seterusnya</p>
<blockquote><p><span style="color: #000080;">“Allah Pencipta (badi’) langit dan bumi…”<br />
(QS 2 (AL-BAQARAH):117)</span></p>
<p><span style="color: #000080;">“Allah  lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara  keduanya dalam enam masa…”<br />
(QS 32 (AS-SAJDAH):4)</span></p></blockquote>
<blockquote><p><span style="color: #000080;">“dialah Yang Awal, Akhir, Jelas, Bathin, dan Dia Mengetahui  segala  sesuatu.” (QS 57(AL-HADID):2-3)</span></p>
<p><span style="color: #000080;">“Allah  cahaya langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah  lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu  di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya)  seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang  berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur  (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja)  hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas  cahaya, Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan  Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha  Mengetahui segala sesuatu.”<br />
(QS 24(AN-NUR):35)</span></p></blockquote>
<p>2)    Ajaran Nabi Muhammad saw. mengajarkan tentang hakikat kehidupan  dan perjalanan jiwa manusia mulai dari lahir hingga mati dan apa yang  dialami manusia setelah kematiannya (al-ma’ad). Dan bagaimana seorang  manusia agar mencapai kebahagiaan abadi yang sejati dalam Limpahan  RahmatNya di alam keabadian tersebut.</p>
<blockquote><p><span style="color: #000080;">“Sesungguhnya yang mewajibkan atasmu (melaksanakan  hukum-hukum) al-Quran, benar-benar akan mengembalikan kamu ke tempat  kembali&#8230;&#8221; (QS 28(AL-QASHASH):85)</span></p>
<p>“Sungguh telah kami ciptakan manusia dalam bentuk yang  sebaik-baiknya. Kemudian kami kembalikan ke tempat yang  seburuk-buruknya. Kecuali orang-orang yang beriman dan berbuat baik,  maka bagi mereka pahala yang tiada putus. Maka apa yang membuatmu  mendustakan hari pembalasan sesudah itu? Tidakkah Allah Yang Paling Adil  diantara yang adil?”<br />
(QS 95(AT-TIN):8)</p>
<p>“Dan jiwa serta penyempurnaan ciptaannya. Maka Allah mengilhamkan  kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.Sesungguhnya  beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu. Dan sesungguhnya merugilah  orang yang mengotorinya.” (QS 91(ASY-SYAMS):7-10)</p></blockquote>
<p>3)    Agama yang dibawa nabi Muhammad saw., sebagai ajaran yang  dibawa oleh nabi, memiliki cara yang efektif dalam “mengingatkan”  manusia akan fitrahnya.</p>
<blockquote><p><span style="color: #000080;">“Apa kau lihat orang yang mendustakan agama? Yaitu orang-orang  yang menghardik anak yatim. Dan tidak menganjurkan memberi makan orang  miskin. Maka celakalah orang yang salat. Orang-orang yang terhadap  salatnya lalai. Orang-orang yang riya. Dan enggan (menolong dengan)  barang berguna.” (QS 107(AL-MA’UN))</span></p>
<p><span style="color: #000080;">“Kecelakaanlah  bagi setiap pengumpat lagi pencela. yang mengumpulkan harta dan  menghitung-hitung. dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengkekalkannya.  sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke  dalam Huthamah. Dan tahukah kamu apa Huthamah itu? (yaitu) api (yang  disediakan) Allah yang dinyalakan, yang (membakar) sampai ke hati.  Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka,(sedang mereka itu)  diikat pada tiang-tiang yang panjang.” (QS 104(AL-HUMAZAH))</span></p>
<p><span style="color: #000080;">“Maka  hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas)  fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak  ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi  kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS 30(AR-RUM):30)</span></p></blockquote>
<p>4)    Cara hidup yang diajarkan oleh agama nabi Muhammad saw. sangat  lengkap dalam mendekatkan diri kepada Tuhan dan juga dalam berinteraksi  sesama makhluk. Sebagian cara hidup tersebut dicantumkan dalam  al-Qur’an, kitab suci agama nabi Muhammad saw..</p>
<blockquote><p><span style="color: #000080;">“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya pada saat  menasehati anaknya, “Hai anakkku, janganlah kamu mempersekutukan Allah,  sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang  besar.” Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada kedua  orang tuanya, ibunya yang telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang  bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu  dan dan kepada dua orangtuamu, hanya kepadaKulah kembalimu. Dan jika  keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak  ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya.  Dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang  yang kembali kepadaKu, kemudian hanya kepadaKulah kembaimu, maka  Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. “Hai anakku, sungguh,  jika ada seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau  di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasnya).  Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.” “Hai anakku,  dirikanlah shalat dan suruhlah berbuat baik dan laranglah berbuat ingkar  dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu. Sesungguhnya yang demikian  itu termasuk hal-hal yang diwajibkan. Dan janganlah kaupalingkan  wajahmu dari manusia dan jangan berjalan di muka bumi dengan angkuh.  Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi  membanggakan diri. Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah  suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara adalah suara keledai.” (QS  31(LUQMAN):13-19)</span></p></blockquote>
<p>5)    Agama Islam, agama yang dibawa Rasulullah saw., merupakan suatu  agama yang memiliki ideologi, tatanan sosial, serta cara hidup (way of  life) yang lengkap.</p>
<blockquote><p><span style="color: #000080;">“Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri  melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran  (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah  disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama  dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan  mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari  Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa  yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya  (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang  itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.” (QS  2(AL-BAQARAH):275)</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Hai  manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan  seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku  supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia  diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu.  Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”(QS  49(AL-HUJURAT):13)</span></p></blockquote>
<blockquote><p><span style="color: #003366;">“Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang  murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum  yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap  lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap  orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut  kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah,  diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas  lagi Maha Mengetahui.”<br />
(QS 5(AL-MA’IDAH):54)</span></p></blockquote>
<blockquote><p>“…Pada hari ini Kusempurnakan bagimu agamamu, dan telah  Kucukupkan kepadamu nikmatKu, dan telah Kuridhai Islam itu jadi agama  bagimu. Maka barangsiapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat  dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS  5(AL-MAIDAH):3)</p></blockquote>
<p>6)    Ajaran nabi Muhammad saw. mengandung basis moralitas yang dapat  menciptakan keluhuran jiwa seperti ketabahan, kesabaran, keberanian,  keadilan, kasih sayang, kedermawanan, dan lain-lain.</p>
<blockquote><p>“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan  sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang  yang khusyu&#8217;,” (QS 2(AL-BAQARAH):45)</p>
<p>“Melepaskan budak, atau memberi makan pada hari kelaparan, kepada  yatim yang dekat, atau miskin yang sangat fakir. Kemudian ada diantara  orang-orang yang beriman dan saling berwasiat akan kesabaran dan  berwasiat akan kasih sayang. Itulah golongan kanan.” (QS  90(AL-BALAD):13-18)</p></blockquote>
<p>7)    Agama yang dibawa oleh nabi Muhammad saw. mengandung  fundamen-fundamen moralitas sosial seperti persatuan, pengorbanan untuk  masyarakat,  dan lain-lain.</p>
<p>“Dan tidaklah manusia kecuali umat yang satu&#8230;”<br />
(QS 10(YUNUS):19)</p>
<p>“Wahai manusia! Sungguh Kami ciptakan kalian dari satu laki dan satu  wanita. Lalu Kami buat kalian berbangsa dan bersuku untuk berkenalan.  Sungguh yang paling mulia dari kalian di sisi Allah adalah yang paling  bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS  49(AL-HUJURAT):13)</p>
<p>“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah  kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan  bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.” (QS 3(ALI IMRAN):200)</p>
<p>“Kecuali orang-orang yang beriman dan berbuat baik dan saling  berwasiat kepada kebenaran dan berwasiat kepada kesabaran” (QS  103(AL-‘ASHR):3)</p>
<p>8)    Agama yang dibawa nabi Muhammad saw. mengandung suatu petunjuk  lengkap agar manusia bisa bertransformasi menjadi insan sempurna.  Sebagai contoh adalah yang digambarkan oleh hadits Qudsi berikut ini:</p>
<blockquote><p>“Senantiasa seorang hamba itu mendekatkan diri kepadaKu  dengan nawafil (amalan-amalan) sunah sehingga Aku mencintainya. Apabila  Aku mencintainya, maka jadilah Aku telinganya yang dia pakai untuk  mendengar, dan jadi matanya yang dipakai untuk melihat, dan lidahnya  yang ia pakai untuk berbicara, dan tangannya yang ia pakai untuk berbuat  dan kakinya yang ia pakai untuk berjalan/berusaha. Maka dengan Akulah  dia mendengar, melihat, berbicara, berfikir, berbuat dan berjalan.”</p></blockquote>
<p>Al-Qur’an menjelaskan bahwa manusia perlu untuk senantiasa beriman  dan beramal shalih untuk mencapai kondisi fithrahnya, yakni ahsani  taqwim (bentuk yang sebaik-baiknya)</p>
<p>“Sesungguhya telah kami ciptakan manusia dalam bentuk yang  sebaik-baiknya. Lalu kami kembalikan mereka ke bentuk yang  seburuk-buruknya. Kecuali orang-orang yang berbuat baik&#8230;” (QS  90(AT-TIN):4-6)</p>
<p>Di antara ciri-ciri manusia sempurna (insan kamil) adalah mereka yang  menyadari kehadiranNya di segala ruang dan waktu dengan kesadaran yang  diliputi Cinta dan Kerinduan yang menyala kepadaNya.</p>
<p>“Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu  menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas lagi Maha  Mengetahui.”</p>
<p>9)    Ajaran nabi Muhammad saw. memiliki argumen-argumen yang kuat  tentang kebenaranNya, kebenaran kenabian, dan kebenaran Hari Akhir.</p>
<p>“Dan tidaklah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi itu berkuasa  menciptakan yang serupa dengan itu? Benar, Dia berkuasa. Dan Dialah Maha  Pencipta lagi Maha Mengetahui.” (QS 36(YASIN):81)</p>
<p>“Bertasbih kepada apa-apa di langit dan bumi dan Dialah Yang Maha  Perkasa lagi Maha Bijaksana. Miliknya kerajaan langit dan bumi, Dia  menghidupkan dan mematikan dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.  Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, Dialah Yang Zhahir dan Yang Bathin, dan  Dia Mengetahui segala sesuatu.”<br />
(QS 57(AL-HADID):2-3)</p>
<p>“Dialah Allah yang tiada tuhan melainkan Dia, Yang Mengetahui yang  gaib dan yang nyata, Dialah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang.” (QS  59(AL-HASYR):22)</p>
<p>“Awal agama adalah pengenalanNya. Dan kesempurnaan pengenalanNya  adalah pembenaranNya. Dan kesempurnaan pembenaranNya adalah  pengEsaanNya. Dan kesempurnaan pengEsaanNya adalah ikhlas kepadaNya. Dan  kesempurnaan ikhlas kepadaNya adalah penafian sifat atasNya. Dengan  penyaksian bahwa setiap sifat bukanlah yang disifati. Dan penyaksian  bahwa yang disifati bukanlah sifat itu sendiri: maka barangsiapa  menyifati Allah maka dia telah membayangkanNya. Dan barangsiapa  membayangkanNya maka telah menduakanNya. Dan barangsiapa menduakanNya  maka dia tidak tahu tentangNya. Dan barangsiapa tidak tahu tentangNya  maka dia telah menunjukNya. Dan barangsiapa menunjukNya maka dia telah  membatasiNya. Dan barangsiapa membatasiNya maka dia telah menghitungNya.  Barangsiapa berkata di dalam apakah Ia maka ia telah mengatakan bahwa  Dia dikandung sesuatu, barangsiapa berkata di atas apakah Ia maka ia  telah mengosongkan sesuatu dariNya, Dia ada tanpa bermula dan maujud  tanpa berasal dari ketiadaan, bersama segala sesuatu namun tidak dengan  suatu kesertaan (kedekatan fisik), dan bukan segala sesuatu namun tidak  dengan keterpisahan. Dia adalah Pelaku namun tidak dengan makna gerak  dan alat.”</p>
<p style="text-align: right;">“Ya Allah!  Sesungguhnya aku bermohon kepadamu<br />
dengan RahmatMu yang meliputi segala sesuatu<br />
dan dengan kekuasaanMu yang dengannya Engkau taklukkan segala sesuatu<br />
dan karenaNya merunduk segala sesuatu<br />
dan karenaNya merendah segala sesuatu<br />
dengan kemuliaanMu yang mengalahkan segala sesuat<br />
dengan kekuatanMu yang tak tertahankan oleh segala sesuatu<br />
dengan kebesaranMu yang memenuhi segala sesuatu<br />
dengan kekuasaanMu yang mengatasi segala sesuatu<br />
dengan wajahMu yang kekal setelah punah segala sesuatu<br />
dengan asmaMu yang mencakup segala sesuat<br />
dengaan cahaya wajahMu yang menyinari segala sesuatu<br />
Wahai Nur, Wahai Yang Mahasuci!<br />
Wahai Yang Awal dari segala awal!<br />
Wahai Yang Akhir dari segala akhir!”</p>
<p style="text-align: left;">“Dialah yang  mengutus rasulNya dengan petunjuk dan agama yang benar untuk  dimenangkanNya atas setiap agama dan cukuplah Allah saksinya.” (QS  38(AL-FATH):28)</p>
<p style="text-align: left;">“Rasul telah  beriman kepada al-Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya,  demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah,  malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka  mengatakan): &#8220;Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan  yang lain) dari rasul-rasul-Nya,&#8221; dan mereka mengatakan: &#8220;Kami dengar  dan kami taat.&#8221; (Mereka berdoa): &#8220;Ampunilah kami ya Tuhan kami dan  kepada Engkaulah tempat kembali.&#8221;”</p>
<p style="text-align: left;">“Nabi itu  lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri&#8230;” (QS  33(AL-AHZAB):6)</p>
<p style="text-align: left;">“Orang-orang  yang kafir berkata: &#8220;Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu  tanda (kebesaran) dari Tuhannya?&#8221; Sesungguhnya kamu hanyalah seorang  pemberi peringatan; dan bagi tiap-tiap kaum ada orang yang memberi  petunjuk.” (QS 13(AR-RA’D):7)</p>
<p style="text-align: left;">“Maka  takutilah neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu. Disiapkan untuk  orang-orang kafir.”<br />
(QS 2(AL-BAQARAH):24)</p>
<p style="text-align: left;">“Sesungguhnya  Kami menyediakan bagi orang-orang kafir rantai, belenggu dan neraka  yang menyala-nyala.”<br />
(QS 76(AL-INSAN):4)</p>
<p style="text-align: left;">10)    Ajaran  nabi Muhammad saw. adalah ajaran yang sesuai dengan cara manusia  belajar dan sesuai dengan kadar akal mereka. Sebagai contoh, al-Qur’an  tidak hanya mengajak manusia melakukan pembuktian rasional filosofis  tentang KeberadaanNya, KetunggalanNya dan Sifat serta WujudNya Yang Suci  dari segala kekurangan. al-Qur’an juga mengajak manusia untuk  mentafakuri fakta-fakta alamiah yang dapat dilihat oleh semua manusia ,  baik dengan cara berfikir yang paling sederhana hingga para ilmuwan yang  menggunakan alat observasi yang canggih dan metoda analisa yang  kompleks dalam mencapai kesadaran Ilahiah.</p>
<p style="text-align: left;">“Tidakkah  mereka perhatikan unta, bagaimana ia diciptakan? Dan langit, bagaimana  ia ditinggikan? Dan gunung, bagaimana ia ditegakkan? Dan bumi, bagaimana  ia dihamparkan?”<br />
(QS 88(AL-GHASYI’AH):17-20)</p>
<p style="text-align: left;">“Sesungguhnya  dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang  terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.” (QS 3(ALI  IMRAN):190)</p>
<p style="text-align: left;">Al-Qur’an  juga mengajak manusia untuk mempelajari narasi-narasi historis dan  mengambil pelajaran darinya. Sebagian besar manusia memahami kebenaran,  dan menghayati kebenaran, melalui narasi-narasi. Dan tentu sejarah  adalah narasi yang memiliki nilai kebenaran amat tinggi, karena berdasar  pada realitas yang benar-benar terjadi.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: left;">“Dan bagi  setiap umat saat tertentu. Maka apabila datang saat mereka, mereka tidak  menunda sesaatpun atau mempercepat.” (QS 7(AL-A’RAF):34)</p>
</blockquote>
<blockquote>
<p style="text-align: left;">“&#8230;Setiap  umat akan dipanggil ke catatannya&#8230;”<br />
(QS 35(AL-JATSIYAH):28)</p>
<p style="text-align: left;">“&#8230;Kami  jadikan setiap umat menganggap baik perbuatan mereka&#8230;” (QS  6(AL-AN’AM):1-8)</p>
<p style="text-align: left;">“&#8230; Dan  tiap-tiap umat telah merencanakan makar terhadap rasul mereka untuk  menawannya dan mereka membantah dengan (alasan) yang batil untuk  melenyapkan kebenaran dengan yang batil itu; karena itu Aku azab mereka.  Maka betapa (pedihnya) azabKu” (QS 40(AL-MU’MIN):5)</p>
<p style="text-align: left;">“Wahai  manusia! Sesungguhnya yang mengumpulkan manusia adalah setuju dan tidak  setuju. Dan sesungguhnya yang membunuh unta Tsamud adalah satu orang,  tapi Allah menghukum mereka semua ketika mereka setuju dengannya. Maka  Dia (Allah) swt. berfirman: “Kemudian mereka membunuhnya, lalu mereka  menjadi menyesal.”(QS 26(ASY-SYU’ARA’):157)”</p>
</blockquote>
<p style="text-align: left;">11)    Untuk  menjamin keberlanjutan dan keterpeliharaan kemurnian agamanya, nabi  Muhammad saw. meninggalkan dua hal yang terjamin keberlanjutan dan  keterpeliharaan kemurniannya, yaitu:</p>
<p style="text-align: left;">“Rasulullah  saw. Berkata: sesungguhnya telah aku tinggalkan bagi kalian dua perkara,  salah satunya lebih besar daripada yang lain yaitu Kitab Allah ‘Azza wa  Jalla sebagai sebuah tali yang menghubungkan langit dan bumi serta  itrahku Ahlul Baitku. Mereka tidak akan berpisah sampai bertemu di  telaga al-haudh.”</p>
<p style="text-align: left;">Kitab Allah,  al-Qur’an, merupakan kitab yang terpelihara, seperti yang akan  dijelaskan dalam salah satu mukjizat Rasulullah saw.. Sama sekali tidak  ada perubahan dalam kitab tersebut. Ini menjamin keberlanjutan agama  nabi Muhammad saw. terus ada sampai sekarang dan nanti. Tetapi, walaupun  kitab tersebut tidak dirubah, tetap ada upaya-upaya penyelewengan pada  agama nabi Muhammad saw.. Karena itu, diperlukan sesuatu yang dapat  menyampaikan ajaran yang sesuai dengan ajaran asli secara langsung  kepada manusia, dengan bahasa manusia, dan penjelasan yang lebih detil.  Karena itu, Rasulullah saw. meninggalkan perkara kedua, yaitu &#8216;Itrah  Ahlul-Baytnya. Hal ini juga diungkapkan dalam sabda Rasulullah saw. yang  lain:</p>
<blockquote>
<p style="text-align: left;">“…Rasulullah  saw. berkata: Agama akan terus tegak sampai dengan 12 khalifah dari  Quraisy. …”</p>
<p style="text-align: left;">“Barangsiapa  aku pemimpinnya, maka ‘Ali pemimpinnya”</p>
</blockquote>
<p style="text-align: left;">12)     Memberikan pandangan hidup dan pandangan dunia yang lengkap bagi  manusia, sehingga manusia benar-benar memahami tentang dirinya, semesta  lahir, realitas batin dan Tuhan serta alam-alam tak kasat indera, juga  memahami posisinya dalam perjalanan segenap semesta menuju kesempurnaan  alamiahnya masing-masing, dan juga memahami apa saja yang baik dan  terbaik, apa saja yang benar dan paling benar, apa saja yang indah dan  terindah bagi dirinya dalam bertindak dan berperilaku dalam rangka  mencapai kebahagiaan dan kesempurnaannya fithrahnya. Pandangan dunia  seperti ini tentu setidaknya memberikan suatu jawaban terhadap realitas  alam seperti langit, bumi, galaxy, makhluk hidup, lautan, dsb. Juga  realitas adialami seperti malaikat, realitas-realitas tak kasat indera,  seperti jin, realitas sosial, politik, hukum maupun realitas jiwa  manusia itu sendiri secara lengkap dan memuncak.</p>
<p style="text-align: left;">13)    Ajaran  nabi Muhammad saw. menyampaikan kabar gembira bagi orang-orang yang  berbuat baik dan peringatan bagi orang-orang yang berbuat tidak baik.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: left;">“Dan  sampaikanlah kabar gembira bagi orang-orang yang beriman dan berbuat  baik bahwa bagi mereka surga, mengalir di bawahnya sungai-sungai. Tiap  kali mereka diberi rizki buah-buahan darinya, mereka berkata, “Ini rizki  mirip dengan yang telah diberikan kepada kami sebelumnya.” Dan untuk  mereka di sana istri-istri yang disucikan dan mereka kekal di dalamnya.”  (QS 2(AL-BAQARAH):25)</p>
<p style="text-align: left;">“Sesungguhnya  orang-orang Mukmin dan orang-orang Yahudi dan orang Nasrani dan para  Shabi’in barangsiapa percaya (beriman) dengan Allah dan hari akhir dan  berbuat baik maka bagi mereka balasan di sisi Tuhan mereka dan tiada  takut atas mereka dan tiada bersedih pula.” (QS 2(AL-BAQARAH):62)</p>
<p style="text-align: left;">“Maka siapa  berbuat sekecil atom maka kebaikan menemuinya. Dan siapa berbuat sekecil  atom maka keburukan menemuinya.” (QS 99(AL-ZALZALAH):7-8)</p>
<p style="text-align: left;">“Dan bagi  orang yang takut saat menghadap Tuhannya ada dua surga. Maka nikmat  Tuhanmu yang mana yang akan kaudustakan?” (QS 55(AR-RAHMAN):46-47)</p>
</blockquote>
<p style="text-align: left;">14)     Memberikan suatu petunjuk yang jelas tentang kepemimpinan masyarakat  Ilahiah, karena tidak mungkin suatu masyarakat yang baik dan utama  terwujud tanpa pimpinan baik dari sisi otoritas keagamaan, sosial  politik maupun kepemimpinan batiniah terdalam masyarakat manusia  (esoterik) dalam mencapai kesempurnaan realitasnya. Kepemimpinan  (Imamah) merupakan satu keharusan untuk menjaga kemurnian agama,  menegakkan agama dan memastikan bahwa agama benar-benar menjadi cahaya  yang menerangi kehidupan masyarakat dan membawa masyarakat ke arah  kesempurnaanya. Hal ini juga ditegaskan oleh para pemikir seperti  al-Mawardi dalam al-Ahkam al-Sulthaniyyah, Abu Muhammadi bin Hazm  al-Andalusi dalam al-Fishal fi al-Milal, Ibnu Khaldun dalam Muqaddimah,  al-Jazairy dalam al-Fiqh ‘ala al- Madzahib al-Arba’ah, al-Muhaqqiq al  Karky dalam al-Jawahir, Aayatullah al Burujurdy dalam al-Badr al-Zahir,  Ayatullah Khomeiny dalam Kitab al-Bay’.<br />
al-Qur’an menyebutkan</p>
<blockquote>
<p style="text-align: left;">“Sesungguhnya  wali kamu itu hanyalah Allah, RasulNya, dan orang-orang yang beriman  dan mendirikan shalat, dan membayar zakat ketika mereka ruku’.” (QS  5(AL-MA’IDAH):55)</p>
</blockquote>
<p style="text-align: left;">Kitab-kitab  tafsir, baik Sunnah maupun Syi’ah, menyebutkan bahwa ayat ini turun  berkenaan dengan Ali bin Abi Thalib. Pada suatu hari, Ali sedang di  masjid. Seorang Muslim datang ke masjid Nabi untuk meminta bantuan. Ali  memberi isyarat dengan telunjuknya. Orang itu mengambil cincin Ali  ketika Ali masih dalam keadaan ruku’. Allah memuji perilaku Ali itu dan  menurunkan ayat ini. Ayat ini terkenal sebagai ayat wilayah.<br />
Di antara kitab-kitab tafsir yang menceritakan hal ini adalah Tafsir Ibn  katsir, Tafsir al-Thabary, Tafsir al-Jashash, Tafsir al-Baghawy, Tafsir  al-Qurthuby, Tafsir al-Razy, Tafsir al-Baydhawy, Tafsir al-Nasafy,  Tafsir al-Khazin, Tafsir al-Nisabury, Tafsir al-Suyuthy, Tafsir  al-Alusy, Tafsir al-Zamakhsyary, Tafsir al-Manar.<br />
Hadits al-Ghadir yang terkenal sahih dan mutawatir, meriwayatkan sabda  Nabi:</p>
<p style="text-align: left;">“Barangsiapa  menganggap aku sebagai maulanya, maka harus pula menganggap Ali sebagai  maulanya.”</p>
<p style="text-align: left;">Rasulullah  saw. demikian jelas menunjukkan kepada ummatnya bahwa kepemimpinan  setelahnya adalah di tangan Imam ‘Ali bin Abi Thalib ‘a.s. dan sebelas  keturunan Rasulullah saw. melalui Imam’Ali bin Abi Thalib ‘a.s dan putri  Rasulullah Sayyidah Fathimah ‘a.s.</p>
<p style="text-align: left;">“J?bir ibn  Samurah: pada ‘Isya Jum’at ketika Aslami dirajam aku dengar Rasulullah  saw berkata: Agama ini akan terus langgeng sampai tiba as-S?’ah atau  duabelas khalifah memimpin kamu, semuanya dari Quraisy.”</p>
<p style="text-align: left;">“Jabir ibn  Samurah: Aku dengar Nabi saw. berkata: urusan manusia akan terus  berlanjut selama dua belas orang memimpin mereka. Kemudian Nabi saw.  berkata sesuatu yang tidak jelas kepada saya. Saya bertanya kepada  ayahku, “apa yang Nabi saw. katakan?” Dia berkata: “Seluruhnya dari  Quraisy.”</p>
<p style="text-align: left;">“Imam  al-Baqir: Rasulullah saw. bersabda: diantara anak-anakku ada dua belas  pionir(pemimpin) yang merupakan nujab?’, muhaddats, dan mufahham. Yang  terakhir dari mereka adalah Qa’im yang benar yang akan menyebarkan  keadilan di seluruh dunia setelah dunia dipenuhi penindasan.”</p>
<p style="text-align: left;">“Jabir bin  ‘Abdullah al-Anshar?: Ketika aku masuk ke (rumah) Fathimah as., di  depannya ada gumpalan berisi nama-nama wasi dari anak-anaknya. Aku  menghitungnya ada dua belas, salah satunya Q?’im, tiga diantaranya  Muhammad, dan empat diantaranya ‘Ali.”</p>
<p style="text-align: left;">“Jabir bin  ‘Abdullah al-Anshar?: ketika Allah ‘Azza wa Jalla menurunkan kepada Nabi  saw. Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul  (Nya), dan ulil amri di antara kamuAku berkata: “Wahai Rasulullah, kami  sudah tahu Allah dan Rasulnya. Maka siapakah ulil amri yang taat  kepadanya diletakkan di samping taat kepadamu?” Rasulullah saw. berkata:  “Mereka penggantiku wahai Jabir, dan pemimpin (Imam-Imam Kaum) Muslimin  setelahku. Yang pertama dari mereka adalah ‘Ali bin Abi Thalib,  kemudian Hasan dan Husain, kemudian ‘Ali bin Husain, kemudian Muhammad  bin ‘Ali yang dikenal dalam Taurat sebagai al-Baqir, Wahai Jabir! Kamu  akan bertemunya. Maka kapanpun kamu bertemu dengannya maka sampaikanlah  salam dariku kepadanya. Kemudian ash-Shadiq Ja’far bin Muhammad,  kemudian Musa bin Ja’far, kemudian ‘Ali bin Musa, kemudian Muhammad bin  ‘Ali, kemudian ‘Ali bin Muhammad, kemudian Hasan bin ‘Ali, kemudian yang  bernama sama dengan aku, Hujjah Allah di bumi dan yang tersisa dari  hamba-hambaNya (baqiyyatuhu), adalah anak Hasan bin ‘Ali. Dialah yang  Allah bukakan timur dan barat untuknya. Yang akan disembunyikan dari  pengikutnya dan pecintanya dan pada waktu itu tidak ada orang yang tetap  percaya Imamahnya kecuali orang-orang yang hatinya disucikan Allah  untuk Iman.”</p>
<p style="text-align: left;">Tentang  keparipurnaan pribadi Nabi Muhammad saw.serta bagaiman pengaruh  konstruktif ajaran Beliau saw.mengubah ummatnya, Jalaluddin Rakhmat  dalam bukunya Islam Alternatif menuliskan :</p>
<p style="text-align: left;">Iqbal pernah  mencoba melukiskan kebesaran Nabi Muhammad saw. dengan kata-kata:</p>
<p style="text-align: right;">Sungguh,  hati Muslim dipatri cinta nabi<br />
Dialah pangkal mulia<br />
Sumber bangga kita di dunia<br />
Dia tidur di atas tikar kasar<br />
Sedang Umatnya mengguncang tahta Kisra<br />
Inilah pemimpin bermalam-malam terjaga<br />
Sedang umatnya tidur di ranjang raja-raja<br />
Di gua Hira ia bermalam<br />
Sehingga tegak bangsa, hukum dan negara<br />
Di medan perang, pedangnya bersimbah darah<br />
Dibukanya pintu dunia dengan kunci agama<br />
Duhai, belum pernah insan melahirkan putra semacam dia</p>
<p style="text-align: left;">Bukan hanya  Iqbal dan pujangga-pujangga Muslim saja. Thomas Carlyle, Toynbee,  Michael Hart, Will Durant adalah sebagian kecil di antara “orang-orang  kafit” yang berusaha juga berkisah tentang manusia besar ini. Marilah  kita ambil contoh lukisan orang lain tentang Muhammad. Dalam sebelas  rangkaian “Kisah Peradaban” (The Story of Civilization), Will Durant  berkisah tentang Muhammad saw. Tentu, seperti kebanyakan pengamat Barat  tentang Islam, pandangannya tentang Rasulullah tidaklah bersih dari  prasangka dan kebodohan. Will Durant menutup riwayat Nabi Muhammad  seperti ini:</p>
<p style="text-align: left;">Jika kita mengukur kebesaran dengan pengaruh, maka ia adalah satu di  antara tokoh-tokoh besar dalam sejarah. Ia telah berusaha meningkatkan  tingkat ruhani dan moral suatu bangsa yang dicengkeram kebiadaban karena  panas dan ketandusan Sahara. Ia lebih berhasil dibanding setiap pembaru  mana pun. Begitu jarang orang bisa mewujudkan mimpinya sepenuh dia. Ia  mencapai tujuannya melalui agama, bukan saja karena ia sendiri beragama,  melainkan karena tidak ada medium lain yang dapat menggerakkan orang  Arab waktu itu.</p>
<p style="text-align: left;">Disentuhnya daya khayal mereka, takut dan harap mereka,  dan ia berbicara dengan bahasa yang bisa mereka pahami. Ketika ia datang  , Arabia adalah padang pasir yang dihuni para penyembah berhala; ketika  ia mati, Arabia adalah suatu umat,&#8230; Ia tegakkan agama yang sederhana,  jelas, dan kuat. Suatu akhlak yang memiliki keberanian luar biasa dan  menjadi kebanggaan, yang dalam satu generasi bergerak menuju ratusan  kemenangan. Dalam satu abad satu kerajaan besar. Bahkan sampai saat ini  umatnya tetap menjadi kekuatan dahsyat meliputi setengah dunia.</p>
<p style="text-align: left;">Will Durant  adalah penulis yang produktif, tetapi apakah tulisannya tentang Muhammad  sudah lengkap? Iqbal adalah filsuf dan sekaligus penyair, tetapi apakah  Muhammad telah dicerminkan sempurna dalam untaian sajaknya? Al-Barzanji  menghabiskan usianya untuk menggubah syair tentang Muhammad, tetapi  apakah ia berhasil menggambarkan semua kebesaran Rasulullah saw.?  jawabnya, tidak. Manusia besari ini mempunyai pribadi yang menembus  berbagai aspek kehidupan. Ia menghimpun semua unsur peradaban besar  dalam dirinya. Karena itu, merintihlah Dr. Ahmad Muhammad al-Hufy  sebelum menulis Min Akhlaq an-Nabiy, “Ya Rasulallah, Junjunganku? Apakah  kata-kata yang tak berdaya ini mampu mengungkapkan ketinggian dan  keluhuranmu? Apakah penaku yang tumpul ini dapat menggambarkan budi  pekertimu yang mulia? Bagaimana mungkin setetes air akan sanggup  melukiskan samudera yang luas? Bagaimana mungkin sebutir pasir akan  mampu menggambarkan gunung yang tinggi? Bagaimana mungkin sepercik  cahaya akan dapat bercerita tentang matahari? Sejauh yang dapat dicapai  oleh sebuah pena, hanyalah isyarat tentang keluhuran martabatmu,  kedudukanmu yang tinggi dan singgasanamu yang agung.?<br />
Karena itu, banyak ahli hanya mengambil satu aspek saja dari kehidupan  Nabi Muhammad saw..</p>
<p style="text-align: left;">Tulisan ini berkenaan dengan kepemimpinan  rasulullah. Tetapi Nabi Muhammad adalah pemimpin di segala bidang. Ia  memimpin umat di masjid, juga di medan pertempuran. Ia tampak seperti  seorang psikolog yang mengubah jiwa manusia yang biadab menjadi jiwa  yang memancarkan peradaban. Tetapi ia juga kelihatan seperti seorang  sosiolog yang bukan saja menyembuhkan berbagai masalah sosial, melainkan  juga menegakkan.<br />
Penulis lain, Michael Hart , menuliskan dalam bukunya “Seratus Tokoh  yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah” sebagai berikut:<br />
Jatuhnya pilihan saya kepada Nabi Muhammad dalam urutan pertama daftar  Seratus Tokoh yang berpengaruh di dunia mungkin mengejutkan sementara  pembaca dan mungkin jadi tanda tanya sebagian yang lain. Tapi saya  berpegang pada keyakinan saya, dialah Nabi Muhammad satu-satunya manusia  dalam sejarah yang berhasil meraih sukses-sukses luar biasa baik  ditilik dari ukuran agama maupun ruang lingkup duniawi.</p>
<p style="text-align: left;">Berasal-usul dari keluarga sederhana, Muhammad menegakkan dan  menyebarkan salah satu dari agama terbesar di dunia, Agam Islam. Dan  pada saat yang bersamaan tampil sebagai seorang pemimpin tangguh, tulen,  dan efektif. Kini tiga belas abad sesudah wafatnya, pengaruhnya masih  tetap kuat dan mendalam serta berakar.</p>
<p style="text-align: left;">Sebagian besar dari orang-orang yang tercantum di dalam buku ini  merupakan makhluk beruntung karena lahir dan dibesarkan di pusat-pusat  peradaban manusia, berkultur tinggi dan termpat perputaran politik  bangsa-bangsa. Muhammad lahir pada tahun 570 M, di kota Mekkah, di  bagian agak selatan Jazirah Arabia, suatu tempat yang waktu itu  merupakan daerah yang paling terbelakang di dunia, jauh dari pusat  perdagangan, seni maupun ilmu pengetahuan. Menjadi yatim-piatu di umur  enam tahun, dibesarkan dalam situasi sekitar yang sederhana dan rendah  hati. Sumber-sumber Islam menyebutkan bahwa Muhammad seorang buta huruf.  Keadaan ekonominya baru mulai membaik di umur dua puluh lima tahun  tatkala dia kawin dengan seorang janda berada. Bagaimanapun sampai  mendekati umur empat puluh tahun nyaris tak tampak petunjuk  keluarbiasaannya sebagai manusia.</p>
<p style="text-align: left;">Umumnya, bangsa Arab saat itu tak memeluk agama tertentu kecuali  menyembah berhala. Di kota Mekkah ada sejumlah kecil pemeluk-pemeluk  Agama Yahudi dan Nasrani, dan besar kemungkinan dari merekalah Muhammad  untuk pertama kali mendengar perihal adanya satu Tuhan Yang Mahakuasa,  yang mengatur seantero alam. Tatkala dia berusia empat puluh tahun,  Muhammad yakin bahwa Tuhan Yang Maha Esa ini menyampaikan sesuatu  kepadanya dan memilihnya untuk jadi penyebar kepercayaan yang benar.</p>
<p style="text-align: left;">Selama tiga tahun Muhammad hanya menyebar agama terbatas pada  kawan-kawan dekat dan kerabatnya. Baru tatkala memasuki tahun 613 dia  mulai tampil di depan publik. Begitu dia sedikit demi sedikit punya  pengikut, penguasa Mekkah memandangnya sebagai orang berbahaya, pembikin  onar. Di tahun 622, cemas terhadap keselamatannya, Muhammad hijrah ke  Madinah, kota di utara Mekkah berjarak 200 mil. Di kota itu dia ditawari  posisi kekuasaan politik yang cukup meyakinkan.</p>
<p style="text-align: left;">Peristiwa hijrah ini merupakan titik balik pentung bagi kehidupan Nabi.  Di Mekkah dia susah memperoleh sejumlah kecil pengikut, dan di Medinah  pengikutnya mulai makin bertambah sehingga dalam tempo cepat dia dapat  memperoleh pengaruh yang menjadikannya seorang pemegang kekuasaan yang  sesungguhnya. Pada tahun-tahun berikutnya sementara pengikut Muhammad  bertumbuhan bagai jamur, serentetan pertempuran pecah antara Mekkah dan  Madinah. Peperangan ini berakhir tahun 630 dengan kemenangan pada pihak  Muhammad, kembali ke Mekkah selaku penakluk. Sisa dua tahun setengah  dari hidupnya dia menyaksikan kemajuan luarbiasa dalam hal cepatnya  suku-suku Arab memeluk Agam Islam. Dan tatkala Muhammad wafat tahun 632,  dia sudah memastikan dirinya selaku penguasa efektif.</p>
<p style="text-align: left;">Apakah pengaruh Nabi Muhammad yang paling mendasar terhadap sejarah  ummat manusia? Seperti halnya lain-lain agama juga, Islam punya pengaruh  luar biasa besarnya terhadap para penganutnya. Itu sebabnya mengapa  penyebar-penyebar agama besar di dunia semua dapat tempat dalam buku  ini. Jika diukur dari jumlah, banyaknya pemeluk Agama Nasrani dua kali  lipat besarnya dari pemeluk Agama Islam, dengan sendirinya timbul tanda  tanya apa alasan menempatkan urutan Nabi Muhammad lebih tinggi dari Nabi  Isa dalamdaftar. Ada dua alasan pokok yang jadi pegangan saya.</p>
<p style="text-align: left;">Pertama,  Muhammad memainkan peranna jauh lebih penting dalam pengembangan Islam  ketimbang peranan Nabi Isa terhadap Agama Nasrani. Biarpun Nabi Isa  bertanggung jawab terhadap ajaran-ajaran pokok moral dan etika Kristen  (sampai batas tertentu berbeda dengan Yudaisme), St. Paul merupakan  tokoh penyebar utama teologi Kristern, tokoh penyebarnya, dan penulis  bagian terbesar dari Perjanjian Lama.</p>
<p style="text-align: left;">Sebaliknya Muhammad bukan saja bertanggung jawab terhadap teologi Islam  tapi sekaligus juga terhadap pokok-pokok etika dan moralnya. Tambahan  pula dia “pencatat” Kitab Suci Al-Qur’an, kumpulan wahyu kepada Muhammad  yang diyakininya berasal langsung dari Allah. Sebagian terbesar dari  wahyu ini disalin dengan penuh kesungguhan selama Muhammad masih hidup  dan kemudian dihimpun dalam bentuk yang tak tergoyangkan tak lama  sesudah dia wafat. Al-Qur’an dengan demikian berkaitan erat dengan  pandangan-pandangan Muhammad serta ajaran-ajarannya karena dia bersandar  pada wahyu Tuhan.</p>
<p style="text-align: left;">Sebaliknya, tak ada satu pun kumpulan yang begitu  terperinci dari ajaran-ajaran Isa yang masih dapat dijumpai di masa  sekarang. Karena al-Qur’an bagi kaum Muslimin sedikit banyak sama  pentingnya dengan Injil bagi kaum Nasrani, pengaruh Muhammad dengan  perantaraan al-Qur’an teramatlah besarnya. Kemungkinan pengaruh Muhammad  dalam Islam lebih besar dari pengaruh Isa dan St. Paul dalam dunia  Kristen digabung jadi satu. Diukur dari semata-mata sudut agama,  tampaknya pengaruh Muhammad setara dengan Isa dalam sejarah kemanusiaan.</p>
<p style="text-align: left;">Lebih jauh dari itu (berbeda dengan Isa) Muhammad bukan semata pemimpin  agama tapi juga pemimpin duniawi. Fakta menunjukkan, selaku kekuatan  pendorong terhadap gerak penaklukan yang dilakukan bangsa Arab, pengaruh  kepemimpinan politiknya berada dalam posisi terdepan sepanjang waktu.<br />
Dari berbagai peristiwa sejarah, orang bisa saja berkata hal itu bisa  terjadi tanpa kepemimpinan khusus dari seseorang yang mengepalai mereka.  Misalnya, koloni-koloni di Amerika Selatan mungkin saja bisa  membebaskan diri dari kolonialisme Spanyol walau Simon Bolivar tak  pernah ada di dunia. Tapi, misal ini tidak berlaku pada gerak penaklukan  yang dilakukan bangsa Arab. Tak ada kejadian serupa sebelum Muhammad  dan tak ada alasan untuk menyangkal bahwa penaklukan bisa terjadi dan  berhasil tanpa Muhammad. Satu-satunya kemiripan dalam hal penaklukan  dalam sejarah manusia di abad ke-13 yang sebagian terpokok berkat  pengaruh Jengis Khan.</p>
<p style="text-align: left;">Penaklukan ini, walau lebih luas jangkauannya  ketimbang apa yang dilakukan bangsa Arab, tidaklah bisa membuktikan  kemapanan, dan kini satu-satunya daerah yang diduduki oleh bangsa Mongol  hanyalah wilayah yang sama dengan sebelum masa Jengis Khan.<br />
Ini jelas menunjukkan beda besar dengan penaklukan yang dilakukan oleh  bangsa Arab. Membentang dari Irak hingga Maroko, terbentang rantai  bangsa Arab yang bersatu, bukan semata berkat anutan Agama Islam tapi  juga dari jurusan bahasa Arabnya, sejarah dan kebudayaan. Posisi sentral  al-Qur’an di kalasngan kaum Muslimin dan tertulisnya dalam bahasa Arab,  besar kemungkinan merupakan sebab mengapa bahasa Arab tidak  terpecah-pecah ke dalam dialek-dialek yang berantakan. Jika tidak, boleh  jadi sudah akan terjadi di abad ke-13.</p>
<p style="text-align: left;">Perbedaan dan pembagian Arab ke  dalam beberapa negara tentu terjadi – tentu saja – dan nyatanya memang  begitu, tapi perpecahan yang bersifat sebagian-sebagian itu jangan  lantas membuat kita alpa bahwa persatuan mereka masih berwujud Tapi,  baik Iran maupun Indonesia yang kedua-duanya negeri berpenduduk Muslimin  dan keduanya penghasil minyak, tidak ikut bergabung dalam sikap embargo  minyak pada musim dingin tahun 1973-1974. Sebaliknya bukanlah barang  kebetulan jika semua negara Arab, semata-mata negara Arab, yang  mengambil langkah embargo minyak.</p>
<p style="text-align: left;">Jadi, dapatlah kita saksikan, penaklukan yang dilakukan bangsa Arab di  abad ke-7 terus memainkan peranan penting dalam sejarah umat manusia  hingga saat ini. Dari segi inilah saya menilai adanya kombinasi tak  terbandingkan antara segi agama dan segi duniawi yang melekat pada  pengaruh diri Muhammad sehingga saya menganggap Muhammad dalam arti  pribadi adalah manusia yang paling berpengaruh dalam sejarah manusia.</p>
<p style="text-align: left;">Satu tatanan sosial yang menakjubkan. Ia juga seorang politikus yang  mempersatukan suku-suku bangsa hanya dalam waktu kurang dari seperempat  abad. Ia juga pemimpin ruhani yang mengantarkan jiwa pengikutnya ke  kelezatan samawiah dan keindahan ilahiah. Ia juga pemimpin kaum wanita,  yang mengangkat kaum lemah ini dari sekedar pemuas nafsu menjadi manusia  yang “di bawah telapak kakinya ada surga”. Ia juga pemimpin kaum  fuqara’ dan masakin, hamba sahaya, dan kaum dhu’afa’.</p>
<p style="text-align: left;">* * *</p>
<p style="text-align: left;">Referensi :</p>
<ol>
<li>Lihat Prophethood for Teens bukti (10d)</li>
<li>Al-majlis al-A’la li al-Syu’un al-Islamiyyah, al-Ah?dits al-Qudsiyyah, Kairo, 1983, pp. 81-84, rujuk kepada Dr. M. Wildan Yahya, M.Pd., Menyingkap Tabir Rahasia Spiritual Syekh Abdul Muhyi, Pt. Refika Aditama, Bandung, 2007, pp.42. Hadits Qudsi ini juga dirujuk di 40 Hadits karya Sayyid Ruhullah al-Musawi Khomeini, dan Misykat al-Anwar ( kumpulan hadits Qudsi karya Muhyiddin Ibn Al-‘Arabi)</li>
<li>Nahjul Bal?ghah, Ansariyan Publications, Qum, 2002 M/1423 H, Vol. 1, Khutbah 1,  pp. 21</li>
<li>Nahjul Bal?ghah, Ansariyan Publications, Qum, 2002 M/1423 H, Vol. 2, Khutbah 201, pp. 133</li>
<li>Imam Ahmad bin Hambal , Musnad Ahmad, Beirut, juz 3, pp. 26, Ahlulbayt Library 1.0<br />
Imam Ahmad bin Hambal, Musnad Ahmad, Beirut, juz 5, pp. 86, Ahlulbayt Library 1.0<br />
Sunan al-Kibari no. 8145, dari An-Nasa’I , Sunan al-Kibari, Dar al-Kitab al-‘Ilmiyyah , Beirut, 1992, juz 5, pp. 45<br />
Lihat misalnya dalam “Manusia dan Agama” karya Syahid Muthahhari, Hikmah Islam karya Sayyid Thabathabai, dan al-Hikmah al-‘Arsyiyyah karya Mulla Shadra</li>
<li>At-Tirmidzi, Sunan at-Tirmidzi, juz 5, no. 3797, D?r al-Fikr li al-Thaba’ah wa al-nasyr wa al-tauzi’, Beirut, 1983, juz 5, pp. 297, Ahlul Bayt Library 1.0, book number 1739 dan Sunan al-Kibari no. 8145, dari An-Nasa’I, Sunan al-Kibari, Dar al-Kitab al-‘Ilmiyyah, Beirut, 1992, juz 5, pp. 45</li>
<li>Shahih Muzlim:3/1453/10, Musnad Ibnu Hambal:7/410/20869. Rujuk kepada Muhammadi Rayshahri, The Image of the Holy Prophet’s Household (ahl al-Bayt) In The Qur’?n and Had?th, Dar al-Hadith, Qum, 2002, pp.61<br />
Shahih Muslim:3/1452/6, al-Khish?l/473/27. Rujuk kepada Muhammadi Rayshahri, The Image of the Holy Prophet’s Household (ahl al-Bayt) In The Qur’?n and Had?th, Dar al-Hadith, Qum, 2002, pp.61</li>
<li>Al-K?f ?:1/534/18. Rujuk kepada Muhammadi Rayshahri, The Image of the Holy Prophet’s Household (ahl al-Bayt) In The Qur’?n and Had?th, Dar al-Hadith, Qum, 2002, pp.61</li>
<li>al-Kafi:1/532/9, Miraah al-‘Uqul:6/227/9. Rujuk kepada Muhammadi Rayshahri, The Image of the Holy Prophet’s Household (ahl al-Bayt) In The Qur’?n and Hadith, Dar al-Hadith, Qum, 2002, pp.61</li>
<li>QS 4(AN-NISA’):59</li>
<li>Kamal al-din:253/3,: 1/282, Ta’wil al-Ayah al-Dzahirah:141</li>
<li>Jalaluddin Rakhmat, Islam Alternatif, Mizan, 1999, Bandung, 77</li>
<li>Michael H. Hart, Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah, Pustaka Jaya, Jakarta, 2002, pp. 15-17</li>
</ol>
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: right;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://filsafatislam.net/?feed=rss2&amp;p=584</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Prophethood for Teens, Bukti (11a): Kesempurnaan (Kamaliyah), ‘Ishmah, dan Ketulusan Niat Nabi Muhammad saw</title>
		<link>http://filsafatislam.net/?p=570</link>
		<comments>http://filsafatislam.net/?p=570#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Jun 2010 03:50:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mengenal Kenabian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://filsafatislam.net/?p=570</guid>
		<description><![CDATA[Penggambaran kamaliyyah dan ‘Ishmah Rasulullah Muhammad saw. merupakan bahasan yang teramat luas samudera tanpa batas. Hal itu adalah karena sebagai insan kamil yang paling paripurna, Rasulullah saw. adalah manifestasi samudera Nama-NamaNya. Kesempurnaan pribadi agung ini adalah bersumber dari Kesempurnaan Nama-NamaNya, pula kesucian pribadi agung ini juga bersumber dari Kesucian Nama-NamaNya.
Beberapa bahasan dalam tulisan ini hanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Penggambaran kamaliyyah dan ‘Ishmah Rasulullah Muhammad saw. merupakan bahasan yang teramat luas samudera tanpa batas. Hal itu adalah karena sebagai insan kamil yang paling paripurna, Rasulullah saw. adalah manifestasi samudera Nama-NamaNya. Kesempurnaan pribadi agung ini adalah bersumber dari Kesempurnaan Nama-NamaNya, pula kesucian pribadi agung ini juga bersumber dari Kesucian Nama-NamaNya.</p>
<p>Beberapa bahasan dalam tulisan ini hanya merupakan percikan-percikan penggambaran Kamaliyah dan ‘ishmah Rasulullah saw.. Dalam hal ‘ishmah mutlak para nabi adalah di luar jangkauan akal manusia untuk membuktikannya, karena pembuktiannya membutuhkan pengetahuan lahir batin pribadi-pribadi mulia ini dan pengetahuan hakiki atas Realitas. Hanya Ia-lah Yang Maha Mengetahui segala realitas! Maha Suci Ia Yang Maha Tinggi!</p>
<p>Beberapa percikan yang merupakan alamat tanda-tanda kesempurnaan dan ‘ishmah Rasulullah saw. adalah sebagai berikut.</p>
<p>Keparipurnaan pribadinya yang agung telah dan senantiasa menjadi panutan seluruh ummat Islam selama berabad-abad, dan menjadi pusat keimanan dan berseminya Cinta Ilahiah dalam lingkaran-lingkaran ruhaniah spiritualitas Islam.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-574" title="bukti11_a" src="http://filsafatislam.net/wp-content/uploads/2010/06/bukti11_a.jpg" alt="bukti11_a" width="311" height="53" /></p>
<p>“Dan sesungguhnya Engkau benar-benar berbudi pekerti yang agung” (QS 64 (AL-QALAM): 4)</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-575" title="bukti11_a_2" src="http://filsafatislam.net/wp-content/uploads/2010/06/bukti11_a_2.jpg" alt="bukti11_a_2" width="611" height="113" /></p>
<p>“Telah ada dalam diri Rasulillah suri teladan yang baik bagi orang-orang yang mengharapkan Allah dan hari akhir serta banyak mengingat Allah” (QS 33 (AL-AHZAB) : 21)</p>
<p>Pribadi dan perilakuRasulullah saw. tidak terkontaminasi oleh budaya jahiliyyah; baik penyembahan pada berhala, perendahan pada kaum wanita, berbangga-bangga dan ‘ashabiyah kesukuan, dan lain-lain. Kejujuran beliau dikenal bahkan sebelum Beliaw saw. memberitakan kenabiannya. Beliau dikenal sebaga al-Amin (yang bisa dipercaya);</p>
<p>Seorang penulis menuliskan: <span style="color: #ff0000;">[1]</span></p>
<p>Muhammad dianggap, sebagaimana yang telah kami kemukakan sebagai contoh ketampanan lahiriah. Wajahnya, seperti dinyatakan para penyair sesudahnya, sebagai “kitab al-Qur’an, mushhaf, yang indah”, dan “bulu-bulu halus” di pipinya “nash wahyu yang diturunkan”<span style="color: #ff0000;">[2]</span>.  Tetapi ketampanan lahiriahnya tidak lain adalah cermin keindahan dan kemuliaan batinnya, sebab Allahtelah menciptakannya sempurna dalam akhlak dan moral, khalqan wa khulqan. Ketika ‘A&#8217;isyah, istri kesayangannya yang masih muda, ditanya tentang akhlaknya, dia hanya berkata: “Akhlaknya adalah al-Qur’an – dia menyukai apa yang disukai al-Qur’an, dan menjadi marah bila al-Qur’an marah.”<span style="color: #ff0000;">[3]</span></p>
<p>Pembaca Barat, yang dibesarkan dalam tradisi yang telah tertanam berabad-abad untuk membenci Muhammad, barangkali akan terkejut bila mengetahui bahwa dalam semua catatan, akhlak yang terutama ditekankan dalam diri Nabi adalah kerendahan hati dan kebaikannya. Qadhi ‘Iyad, salah satu contoh pengagum Nabi yang sangat khas dalam keyakinan Muslim, menulis:</p>
<p>Allah telah meninggikan derajat NabiNya dan memberinya kebajikan-kebajikan, sifat-sifat terpuji dan hak-hak istimewa tertentu. Dia telah meninggikan derajatnya dengan cara begitu mengagumkan, sehingga tak sepotong lidah atau pena pun yang cukup memadai (untuk melukiskannya). Dalam KitabNya Dia telah secara jelas dan terbuka menyatakan peringkatnya yang tinggi, Dia memerintahkan para hambaNya untuk mendekatkan diri kepadanya dan mengikutinya dengan patuh. Allahlah  &#8211; Yang Maha Agung – yang memberikan kehormatan dan karunia, yang menyucikan dan membersihkan, Dia yang memuji dan memberikan imbalan pahala&#8230;</p>
<p>Dia menempatkan di depan mata kita sifatnya yang mulia, sempurna dan luhur dalam segala hal. Dia memberikan kepadanya kebajikan-kebajikan yang sempurna, sifat-sifat yang patut dipuji, kebiasaan-kebiasaan yang mulia dan banyak kelebihan yang mulia. Dia menunjang pesan-pesannya dengan mukjizat-mukjizat yang cemerlang dan bukti-bukti yang jelas serta tanda-tanda yang nyata. <span style="color: #ff0000;">[4]</span></p>
<p>Semua catatan membicarakan tentang sikap Muhammad yang ramah, baik hati, tetapi serius, dan menunjukkan bahwa dia tidak sering tertawa. (Sebuah hadis Nabi yagn terkenal, yang sering dikutip oleh kaum zahid awal, meyatakan: “Jika kalian tahu apa yang aku ketahui, maka kalian akan banyak menangis dan sedikit tertawa”).<span style="color: #ff0000;">[5]</span></p>
<p>Tetapi, dia juga dikatakan mempunyai senyum yang paling memikat yang senantiasa menarik hati para pengikutnya, dan al-Ghazali bahkan menyebutkan tentang kecenderungannya untuk tertawa<span style="color: #ff0000;">[6]</span>.  Humornya yang lembut terlihat dari beberapa kisah Islam awal, seperti berikut ini: “Suatu hari seorang wanita tua bertubuh kecil datang kepadanya dan menanyakan apakah wanita tua yang menyedihkan seperti dirinya itu juga akan masuk surga. ‘Tidak’, kata Nabi, ‘tidak akan ada wanita tua di surga!’ Dan kemudian, melihat kesedihan di wajahnya, Nabi meneruskan sambil tersenyum: ‘Mereka akan diubah semuanya di surga, sebab di sana hanya akan ada usia muda untuk semua penghuninya!’” <span style="color: #ff0000;">[7]</span></p>
<p>Sumber-sumber itu memuji kepedulian Muhammad terhadap kaum yang lemah, dan kebaikannya itu selalu ditonjolkan : “Dia tidak pernah memukul pelayan, apalagi pelayan wanita, atau salah seorang istrinya”, kata sebuah hadis. Tirmidzi menggambarkannya sebagai berikut: “Dia akrab dengan kesedihan, banyak berpikir, sedikit beristirahat, tidak berkata-kata untuk waktu yang lama, dan tidak berbicara tanpa sebab. Dia memulai dan mengakhiri pembicaraannya dengan kata-kata ‘Dengan nama Allah’. Pembicaraannya ringkas, tidak terlalu panjang juga tidak terlalu pendek, tidak kasar, tetapi juga tidak main-main, dan ringan. Dia menghormati setiap tanda karunia Allah, meskipun hanya kecil, dan tidak pernah menyalahkan apa pun.” <span style="color: #ff0000;">[8]</span></p>
<p>Nasihat praktis bagi umatnya juga tidak kurang. Ketika seorang Badui menanyakan kepadanya apakah, karena percaya kepada Allah dan perlindunganNya, dia boleh membiarkan untanya merumput dengan bebas, Nabi menjawab dengan ringkas, I’qilha wa tawakkal, “Pertama-tama tambatkanlah dulu, lalu percayakan kepada Allah.” <span style="color: #ff0000;">[9]</span></p>
<p>Pentingnya berusaha di dunia ini, tidak seperti fatalisme yang tidak sehat yang dalam jangka panjang akan mengakibatkan hilangnya tanggung jawab, terungkap dengan baik sekali dalam hadis yang sering dikutip ini: “Dunia ini adalah ladang persemaian bagi kehidupan di akhirat;”<span style="color: #ff0000;">[10]</span> setiap tindakan yang dilakukan manusia di sini akan menumbuhkan buah – entah baik entah buruk – di akhirat, pada Hari Kebangkitan. Lebih jauh lagi, setiap Muslim yang taat hendaknya selalu ingat akan doa pendek yang tepat dari Nabi, “Ya Allah, tambahkanlah pengetahuanku!” Orang yang beriman hendaknya juga meniru caranya berhubungan dengan orang-orang sezamannya dan caranya berperilaku di tengah masyarakat.</p>
<p>Untuk memberikan gambaran tentang perkataan-perkataan yang pendek itu, legenda-legenda yang panjang dan mengharukan dengan mudah bermunculan selama berabad-abad. Di antaranya adalah yang diceritakan oleh Rumi dalam karyanya, Matsnawi Seorang kafir mengunjungi Nabi dan, sebagaimana kebiasaan orang-orang kafir, dia makan “dengan tujuh perut”. Setelah mengenyangkan dirinya dia berbaring di ruang tamu, di sana dia mengotori kain lena (linen)nya, dan dengan membiarkan ruang itu kotor, menyelinap keluar sebelum fajar.</p>
<p>Tetapi, dia harus kembali untuk mencari azimat yang terlupakan ditinggalkannya di ruang itu, dan mendapati Nabi sedang mencuci kain lena tersebut dengan tangannya sendiri. Tentu saja dia dengan segera menjadi seorang Muslim, setelah dipermalukan sedemikian rupa oleh kerendahan dan kemurahan hati semacam itu <span style="color: #ff0000;">[11]</span>.  Cerita-cerita seperti itu tidak akan dapat diciptakan tanpa adanya dasar yang kuat; mungkin berasal dari sejarah awal, dan telah dielaborasi di masa-masa selanjutnya untuk membuat cita-cita kalangan zahid-sufi bersesuaian dengan contoh Nabi.</p>
<p>Dalam hal ini, kemiskinan Muhammad dan keadaan para anggota keluarganya yang tidak berkecukupan menjadi suatu tema penting dalam tradisi rakyat. Rotinya, diceritakan, terbuat dari biji-bijian yang tidak diayak, dan beberapa catatan melukiskan bagaimana dia dan keluarganya, terutama putrinya tercinta, Fathimah, merasakan kelaparan selama bermalam-malam. Dalam kenyataannya, Nabi selalu mengikatkan sebutir batu pada perutnya untuk menekan rasa lapar <span style="color: #ff0000;">[12]</span>,  dan kesengsaraan Fathimah telah dipaparkan dalam kisah-kisah yang menggetarkan hati (terutama dalam tradisi Syi’ah).</p>
<p>Bahkan diceritakan bahwa setelah Nabi kembali dari pengalaman sucinya, yaitu perjalanan ke langit, pagi berikutnya dia harus berutang biji gandum dari seorang pedagang Yahudi yang tidak simpatik, untuk meredam rasa laparnya. Tidakkah Allah ingin membuatnya menjadi nabi-raja sebagaimana Daud dan Sulaiman, meskipun dia lebih suka menjadi seorang nabi-hamba? “Aku makan sebagaimana seorang hamba sahaya makan, dan duduk sebagaimana seorang hamba sahaya duduk, sebab aku adalah seorang hamba (Allah).”</p>
<p>Doanya, yang sangat disukai di kalangan sufi dan zahid, adalah “Ya Allah, biarlah aku lapar sehari dan kenyang sehari. Ketika aku lapar aku akan berdoa kepadaMu, dan ketika aku kenyang aku akan menyanyikan pujian-pujian bagiMu.” Dan penderitaan yang ditanggungnya akibat ulah penduduk Makkah yang tak berperasaan mengakibatkan timpulnya pernyataan bahwa “mereka yang paling menderita adalah nabi, lalu orang-orang suci, dan kemudian yang lain-lainnya sesuai dengan kedudukan mereka.” <span style="color: #ff0000;">[13]</span></p>
<p>Diceritakan bahwa seorang datang kepada Nabi dan berkata “Aku mencintaimu, wahai Rasul Allah!” Untuk ini beliau menjawab: “Bersiaplah menerima kemiskinan!”<span style="color: #ff0000;">[14]</span> Dengan demikian kecintaan kepada kaum miskin menjadi tanda bagi kecintaan kepada Nabi: menghormati orang miskin dan bergaul dengan mereka berarti bukan saja mengikuti contohnya melainkan juga, dalam suatu pengertian tertentu, menghormatinya. Nasihat baik Nabi menyangkut perlakuan terhadap hamba sahaya – “biarlah mereka mengenakan apa yang kamu kenakan, dan biarlah mereka makan apa yang kamu makan” – sangat populer pada abad-abad sesudahnya, seperti yang dibuktikan dalam berbagai anekdot. <span style="color: #ff0000;">[15]</span></p>
<p>Di masa-masa sesudahnya perkataan Muhammad faqri fakhri, “Kemiskinanku adalah kebanggaanku”, menjadi semboyan para pencari di jalan tasawuf <span style="color: #ff0000;">[16]</span>.  Kemiskinan kini dipahami bukan semata-mata sebagai kepapaan, tetapi sebagai suatu tahap spiritual yang berupa pengetahuan manusia akan kerendahdiriaannya dan kemiskinannya di mata Tuhan, yaitu Allah yang tidak membutuhkan apa-apa (al-Ghaniy); Dengan demikian Nabi menjadi contoh bagi nihil habentes, omnia possedentes dalam Islam. Bagian dari konsep tasawuf menyangkut kemiskinan adalah rasa syukur. Kata-kata Ya’qub, “Allah telah memberi, Allah telah mengambilnya – terpujilah nama Allah!” mengungkapkan ideal bersyukurnya Muslim. Rasa syukur semacam inilah yang dipraktekkan oleh Nabi, dan perkataannya, “Aku tidak dapat menghitung puji-pujian yang patut kuhaturkan kepadaMu!” adalah sangat penting bagi perenungan kesufian mengenai rasa syukur dan pujian kepada Allah. <span style="color: #ff0000;">[17]</span></p>
<p>Kebaikan hati Muhammad yang penuh cinta kasih tertuju kepada semua makhluk. Dia terkenal cinta kepadaanak-anaknya, dan sering menyapa mereka di jalan-jalan, dan bermain dengan mereka. Balada-balada rakyat di masa-masa selanjutnya mengisahkan dalam sajak-sajakyang mengharukan bagaimana kedua cucu laki-lakinya, Hasan dan Husain – yang sering dipanggil al-Hasanain, Dua Hasan – menaiki punggung Nabi ketika beliau sedang melakukan shalat, <span style="color: #ff0000;">[18]</span></p>
<p>dia sama sekali tidak terganggu oleh anak-anak yang lincah itu, yang merupakan “subang (anting-anting) Tahta samawi.” <span style="color: #ff0000;">[19] </span>Sebab Nabi telah diberitahu oleh malaikat Jibril tentang nasib mereka yang menyedihkan di masa mendatang malaikat itu telah membawa tali hijau untuk Hasan dan tali merah untuk Husain sebagai tanda bahwa yang disebut pertama itu akan meninggal karena racun, sedangkan yang adiknya akan terbunuh dalam perang. <span style="color: #ff0000;">[20]</span></p>
<p>Nabi karenanya mempunyai hubungan dekat yang istimewa dengan kedua cucunya ini. Dan diceritakan bahwa ketika salah seorang sahabat melihat Nabi mencium Hasan, dan berkata dengan menghina, “Aku mempunyai sepuluh anak laki-laki tetapi tidak pernah mencium mereka seorang pun,” Nabi menyahut, “Orang yang tidak pernah menunjukkan kasih sayang, tidak akan menerima kasih sayang.” <span style="color: #ff0000;">[21]</span></p>
<p>Tentang ketulusan niat Nabi Muhammad saw., Murtadha Muthahhari menuliskan: <span style="color: #ff0000;">[22]</span></p>
<p>“Pada tahun-tahun awal misi kenabiannya, ketika jumlah orang-orang Muslim masih bisa dihitung dengan jari, Muhammad Rasulullah saw. mengumpulkan pemimpin-pemimpin Bani Hasyim dalam suatu pertemuan yang dicatat dalam sejarah sebagai Hari Peringatan (yaum al-indzar). Dia menyampaikan misinya kepada mereka dan memberitahukan dengan tegas dan terus terang bahwa agama yang dibawanya akan mencakup seluruh dunia, dan bahwa kebahagiaan mereka terletak pada penerimaan mereka atas ajakannya. Kata-kata yang disampaikannya itu demikian serius dan sukar dipercaya hingga mereka berpandangan satu sama lain dengan tercengang. Mereka tidak memberikan komentar apa pun, dan bubar.</p>
<p>Ketika Abu Thalib, paman Nabi, menyampaikan permintaan orang-orang Quraisy kepadanya, yang mengatakan bahwa jika ia bersedia berhenti menyampaikan pesan-pesannya, mereka bersedia mengangkatnya sebagai raja, menyerahkan puteri mereka yang paling cantik untuk menjadi isterinya, dan menjadikannya orang yang terkaya di antara suku mereka, dia menjawab, “Demi Allah, aku bersumpah, meskipun mereka meletakkan matahari di telapak tangan kananku dan bulan di tangan kiriku, aku tidak akan menghentikan misiku.” Ya, sebagaimana halnya keterbebasan dari dosa dan kekeliruan dalam memimpin umat manusia adalah karakteristik nabi-nabi, maka memperoleh wahyu dan hubungan dengan Tuhan, ketulusan, dan ketegasan, adalah karakteristik-karakteristik mereka yang lain.”</p>
<p>** *</p>
<p><strong>Referensi :</strong></p>
<ol>
<li>Annemarie Schimmel, Dan Muhammad Adalah Utusan Allah, Mizan, Bandung, 1985, pp.70-75</li>
<li>M. Khaqani, Hilyat, h. 16, 22, Khathth, “turun sampai ke pipi,” berarti terutama “baris, tulisan,” dan dengan demikian sesuai dengan permainan kata-kata “teks wahyu.” Untuk permainan kata-kata lebih jauh mengenai makna ganda khathth, karena banyak terdapat dalam puisi mistikal dan profan, lihat Schimmel, Calligraphy and Islamic Culture, terutama h. 128-34.</li>
<li>Abu Nu’aim, Dala’il al-Nubuwwah, h. 139: khulquhu’l-Qur’an.</li>
<li>Andrae, Die person Muhammads, h. 261, menurut Qadhi ‘Iyad, Syifa’, 1:9</li>
<li>Furuzanfar, Ahadits-i Matsnawi, no.157.</li>
<li>Zolondek, Book XX, hal. 28-30; bandingkan dengan Sellheim, “Das Lacheln des Propheten.”</li>
<li>Tirmidzi, Syama’il, dengan penjelasan oleh Bajuri, h. 193; terjm. H. Hosain, Islamic Culture 8: 288-89; dikisahkan kembali dalam Zafrulla Khan, Ilsam, h. 68-70, dan seringkali.</li>
<li>Tirmidzi, Syama’il, dengan penjelasan oleh Bajuri, h. 176; Andrae, Die person Muhammads, h. 200-201</li>
<li>Furuzanfar, Ahadits-i Matsnawi, no. 20.</li>
<li>Furunzafat, Ahadits-i Matsnawi, no. 338. Untuk tradisi-tradisi yang sama, lihat Goldziher, “Influences chretiennes dans la literature religiuse de l’Islam.”</li>
<li>Rumi, Matsnawi, jil. 5, baris 64 dan berikutnya. Lihat Furuzanfar, Ahadits-i Matsnawi, no. 449. Andrae, Die person Muhammads, h. 216-18, 374, telah mengemukakan bagaimana cita-cita sufi telah mewarnai gambaran tentang Nabi ini. Kelembutannya dan perhatiannya kepada setiap orang juga terbukti nyata dalam kisah-kisah maghazi yang legendaris; lihat Paert, Die legendare Maghazi-Literatur, h. 117</li>
<li>Tirmidzi, Syama’il, dengan penjelasan dari Bajuri, h. 289-91</li>
<li>Furuzanfar, Ahadits-i Matsnawi, no.320</li>
<li>Andrae, Die person Muhammads, h. 217</li>
<li>Aflaki, Manaqib al-‘Arifin, h. 407, bab 3, paragraf 344: Rumi memperingatkan putrinya, Malika Khatum, dnegan hadis ini, yang diubahnya menjadi sebuah syair pendek.</li>
<li>Furuzanfar, Ahadits-i Matsnawi, no.54</li>
<li>Furuzanfar, Ahadits-i Matsnawi, no.3</li>
<li>Demikianlah Baloch, Munaqibah, h. 343</li>
<li>Yunus Emre, Diyan, h. 569, no. CCXLIII; ungkapan ini sangat terkenal setidak-tidaknya di turki, sebab ia masih digunakan sampai masa kita sekarang ini oleh Kisakurek, Esselam, h. 111, no. 51</li>
<li>Abu Nu’aim, Dala’il al-Nubuwwah, h. 485. Puisi rakyat sering menggunakan tema Jibril yang mengatakan kepada Nabi tentang kematian cucu-cucunya, meskipun kematian mereka itu yagn sesungguhnya baru terjadi sekitar tiga puluh atau, dalam kasus Husain, hampir lima puluh tahun setelah Nabi sendiri wafat. Untuk contoh-contoh, lihat juga Paret, Die legendare Maghazi-Literatur, h. 210. Tema itu tentu saja memainkan peranan pokok dalam tradisi Syi’ah; lihat Ayoub, Redemptive Suffering in Islam. Dalam suatu pertemuan kaum wanita, majlis, yang saya kunjungi pada bulan Muharam (Oktober 1983) yang lalu di Lahore, wanita yang berkhutbah banyak sekali mengemukakan tentang legenda ini.</li>
<li>Furuzanfar, Ahadits-i Matsnawi, no. 15</li>
<li>Murtadha Muthahhari, Falsafah Kenabian, Pustaka Hidayah, Jakarta, 1911, pp. 15-17</li>
</ol>
<p><span style="color: #ff0000;"><br />
</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://filsafatislam.net/?feed=rss2&amp;p=570</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
