Tauhid : Bukti (11)

Ada gradasi-gradasi yang ditemukan dalam semesta keberadaan. Kita melihat sesuatu yang lebih baik atau kurang baik, lebih mulia atau kurang mulia ketimbang yang lain dan seterusnya. Namun”lebih” dan “kurang” adalah istilah-istilah yang digunakan hal-hal yang berbeda dengan mengacu pada seberapa dekat mereka pada apa yang terbaik dalam jenisnya (sebagai contoh, sesuatu adalah “lebih panas” bila ia lebih dekat pada apa yang terpanas). Oleh karena itu ada sesuatu yang merupakan yang paling benar dan yang terbaik dan yang paling utama, dan oleh karena itu paling besar dalam wujud/keberadaan; karena hal-hal yang paling benar adalah paling besar dalam wujud/keberadaan, sebagaimana yang dikatakan Aristoteles dalam Metaphysics Book II. Sekarang apa yang kita sebut sebagai yang terbesar dalam setiap jenis adalah sebab dari segala sesuatu dalam jenis tersebut, seperti api, yang memiliki panas terbesar, adalah sebab segala sesuatu yang panas (sebagaimana yang dikatakan Aristoteles dalam buku yang sama). Jadi terdapat sesuatu yang merupakan sebab dari keberadaan dan kebaikan dan setiap kesempurnaan yang lain dalam segala sesuatu; dan kita menyebutnya Tuhan. [1]

[1] Paragraf ini dikutip dan disadur dari Santo Thomas Aquinas, Summa Theologica, Book I, pp. 16