Tauhid For Teens, Bukti (9h): Bahwa Dia Maha Berkehendak dan KehendakNya adalah Yang Terbaik

January 25, 2010
By admin

Saduran bebas dan ringkasan dari Sayyid Muhammad Husayn Tabataba’I, Bidayat

KehendakNya(Iradah) adalah PengetahuanNya akan tatanan terbaik semesta. Dengan kata lain kehendakNya adalah PengetahuanNya bahwa suatu perbuatan tertentu adalah baik. Dengan pengertian ini, sifat KehendakNya(iradah) terbukti dengan sendirinya sebagai satu segi PengetahuanNya. Ini adalah sisi dzatiyahKehendakNya.

Penting untuk dicatat bahwadari sisi lain, yaitu dari sisi yang berhubungan dengan kemunculan sesuatu dalam semesta, KehendakNya adalah sifat fi’liyahNya(sifat perbuatanNya).Dari sisi ini, jelas bahwa pengetahuanNya mendahului kehendakNya. Hal ini diungkapkan dalam riwayat berikut.

bukti9h_gb1a

bukti9h_gb1b

“Dari Muhammad bin Abi Abdillah, dari Muhammad bin Isma’il, dari al-Husayn bin al-Hasan, dari Bakr bin Salih, dari Ali bin Asbat, dari al-Hasan bin al-Jahm, dari Bukayr bin A’yan, dia berkata: Aku berkata kepada Abu Abdillah (as.), “Apakah pengetahuan dan kehendak Allah berbeda atau sama?” Beliau menjawab, “PengetahuanNya bukanlah KehendakNya. Tidakkah kau lihat bahwa kamu berkata ‘jika Allah menghendaki, saya akan lakukan ini. ’ Dan bukan, ‘jika Allah mengetahui, saya akan melakukan ini. ’ Perkataanmu ‘jika Allah menghendaki’ adalah bukti bahwa Allah belum menghendakinya. Maka, jika Ia menghendaki apa yang Ia kehendaki, itu terjadi persis seperti Ia kehendaki. Dan PengetahuanNya mendahului kehendakNya.”” [1]

* * *

[1] Ash-Shaykh Abu Ja’far Muhammad Ibn Ya’qub ibn Is’haq al-Kulayni ar-Razi, Al-KAFI, WOFIS, Tehran, Vol. 1, Part 1, pp. 274.

Leave a Reply

Arsip