Prophethood for Teens, Bukti (6b) : Manusia butuh Kenabian
Prophethood for Teens, Bukti (6b) : Manusia butuh Kenabian [1]
Manusia saling membutuhkan satu sama lain dalam kehidupannya. Manusia tidak dapat hidup terpisah satu sama lain. Karena itu, manusia perlu hidup bermasyarakat. Manusia memiliki keinginan (interest). Sering terjadi konflik antara manusia karena keinginan (interest) ini. Karena itu, manusia membutuhkan hukum dan peraturan.
Hukum menjelaskan tugas seseorang dalam masyarakatnya. Dalam hal ini hukum berfungsi sebagai alat untuk mengkoordinir kegiatan masyarakat. Hukum mengatur seseorang bagaimana dia melakukan sesuatu.
Hukum mencegah manusia menyalahi hak-hak mereka satu sama lain. Hukum mencegah kekacauan dalam interaksi seseorang dengan orang yang lainnya. Hukum juga menjelaskan hukuman untuk pelanggar hukum tersebut.
Sebuah peraturan harus meliputi hal-hal tersebut. Sekarang kita membahas tentang siapa yang dapat membuat peraturan terbaik untuk manusia, yang meliputi hal-hal tersebut. Pembuat peraturan tersebut harus mengetahui sifat alamiah manusia dengan baik dan memahami insting, emosi, kebutuhan, dan masalah-masalah manusia. Dia juga harus memahami kemampuan semua manusia. Dia harus mampu memprediksi segala kemungkinan yang mungkin melibatkan banyak manusia. Dia tidak mungkin memiliki keinginan khusus sebagai manusia sehingga dia dapat membuat hukum tanpa memuaskan keinginan pribadinya. Dia harus bebas dari kesalahan, kebingungan, dan lupa.
Dia juga harus kuat sehingga tidak dapat diintimidasi oleh sebuah kekuatan. Dia juga harus baik hati dan simpatik. Apakah manusia mengetahui dirinya? Apakah selain Tuhan mengetahui kebutuhan manusia? Apakah ada orang dalam masyarakat manusia yang tidak memiliki keinginan? Adakah manusia yang bebas dari kesalahan dan kebingungan? Kita tahu bahwa yang memenuhi hal-hal tersebut adalah Tuhan. Tuhan telah menciptakan orang yang sempurna dan menunjukkan baginya petunjuk yang dapat menawarkan manusia hukum yang mencakup semuanya. Orang-orang akan mempercayai hukum ini dari Tuhan lalu kepercayaan ini akan menjaga peraturan tersebut.
Ibn Sina menuliskan dalam magnum opusnya asy-Syifa
“Tuhan tidak pernah mengabaikan kebutuhan dari setiap makhluk. Sebagai contoh, Dia memberi kita mata dengan bulu dan kelopak mata untuk melindunginya. Tuhan telah memberikan kelenjar air mata untuk setiap mata agar tidak kering. Tuhan juga telah membuat lubang kecil di pinggir mata manusia untuk membawa kelebihan air ke hidung. Jika tidak ada lubang ini, maka wajah kita terus dipenuhi oleh air mata. Tuhan telah menciptakan pupil manusia sensitif terhadap cahaya untuk melindungi bagian dalam mata dari kerusakan. Otot-otot di sekitar bola mata untuk melihat ke banyak arah.
Tuhan, Yang Telah Memberikan detil-detil kebutuhan manusia, tidak mungkin mengabaikan kebutuhan manusia yang jauh lebih besar, yaitu kebutuhan atas kenabian. ”
* * *
[1] Bukti ini disadur dan disarikan dari Ayatullah al-‘Uzhma Nasir Makarim Syirazi, Fifty Lectures on The Principles of Faith for Youth, The Ahl al-Bayt (as. ) World Assembly, Ten Lectures on Propethood, Second Lecture, pp. 153-158, di mana Nasir Makarim Syirazi juga merujuk kepada Ibn Sina, Asy-Syifa, bagian yang sama dengan yang kami rujuk pada bukti (6a) , terima kasih pada al-Ustadz al-‘Arif billah ‘Allamah Miftah Fauzi Rakhmat yang telah menghadiahkan buku Fifty Lectures on Prophethood ini pada kami.
[2] Ibnu Sina, Asy-Syifa (Metaphysics of Ibnu Sina), 2005, Brigham Young University Press, Provo, Utah, pp. 365
jika manusia butuh nabi, mengapa sekarang manusia dibiarkan sendiri ? tentu hal ini tidak adil bagi generasi sekarang. yang harus berdebat dalam menterjemahkan perintah Tuhan. yang bisa dituduh berdosa oleh orang-orang yang juga berdosa. jika manusia butuh nabi, apakah sekarang manusia tidak perlu nabi ?