Prophethood for Teens, Bukti (8c): Kebutuhan akan Nabi sebagai Pemimpin Moral dan Penyuci Jiwa Manusia

March 1, 2010
By admin

Selain intelegensia dan akal budi, manusia memiliki kekuatan instinktif seperti syahwat, amarah, daya seksual, daya pemilikan. Bila daya-daya instinktif ini tidak dikendalikan dan jika mereka menguasai diri kita, intelegensia kita akan berubah dan berperilaku bak harimau ganas atau babi yang rakus, atau bahkan jauh lebih buruk lagi.

Pengendalian terhadap daya-daya instinktif hewaniah serta lebih jauh lagi daya instinktif syaithaniah yang ada dalam diri kita, bukanlah semata persoalan intelektual atau rasional. Sering kita mengetahui sesuatu adalah buruk bagi kita namun kita dengan sadar tetap melakukannya karena dorongan hawa nafsu.

Untuk tujuan ini, dibutuhkan seseorang model dan contoh nyata sekaligus panutan yang diperkuat dengan suatu kekuatan yang lebih dari dan tidak sekedar daya intelektual manusia biasa.

Beratnya perjuangan hawa nafsu ini digambarkan oleh suatu hadits sebagai berikut:

bukti 8c“… bahwa Nabi saw. ketika melihat pasukan yang kembali dari sebuah peperangan, beliau bersabda, ‘Selamat datang, wahai orang-orang yang telah melaksanakan jihad kecil dan masih tersisa bagi mereka jihad akbar. ’  Ketika orang-orang bertanya tentang makna jihad akbar itu, Rasul saw. menjawab, ‘Jihad melawan diri sendiri (jihad al-nafs)”

Orang yang mampu menjadi model, panutan dan pendidik umat manusia untuk mengendalikan daya-daya instinktif ini seharusnya telah berhasil menyucikan dirinya dengan sempurna (ma’shum, infallible, bebas dari kesalahan). Kemudian, orang ini mampu menarik kita semua, dengan kekuatan intelektual dan supra-intelektualnya, dari ketenggelaman dalam hawa nafsu dan syahwat kita, Lebih lanjut, orang ini mengajarkan kepada kita prinsip-prinsip moral (akhlaq) yang luhur seperti kasih sayang, kepahlawanan, pengorbanan, kedermawanan, kerendahhatian, keberanian.

Dan tidak mungkin karakter-karakter ini bersatu dalam diri seseorang kecuali mereka yang mempunyai hubungan khusus dengan Sang Pencipta, sehingga orang tersebut memperoleh karunia limpahan langsung PengetahuanNya dan penguatan langsung dariNya sehingga mampu mengantarkan manusia dari kegelapan-kegelapan hawa nafsunya menuju Alam Cahaya Murni!

bukti 8c_1

“Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman).Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. ”
(QS 2 (AL-BAQARAH):257)

* * *

[21] ‘Allamah Majlisiy, bihar al-anwar, Beirut, 1983, ahlulbayt library 1. 0, vol. 19, pp. 182

Leave a Reply

Arsip