Tauhid : Bukti (3)

Maka, kita memulai dengan menyebutkan penciptaan manusia. Maka perhatikanlah. Awalnya adalah pengaturan janin di dalam rahim. Ia terselubung didalam tiga kegelapan: kegelapan perut, kegelapan rahim dan kegelapan plasenta. Di mana ia tidak dapat mencari makanan dan menolak sakit. Ia tidak akan dapat memperoleh manfaat dan menolak bahaya. Melalui tali pusar disalurkan sari makanan dan air. Demikianlah seterusnya makanannya.

Hingga ketika telah sempurna penciptaannya, kokoh badannya dan kuat kulitnya untuk bersentuhan langsung dengan udara luar dan penglihatannya untuk menerima cahaya, maka tibalah bagi ibunya masa untuk melahirkannya. Ibunya mencemaskan dan menekannya hingga anak itu terlahir. Ketika telah lahir, maka makanan yang tadinya disalurkan dari darah kini beralih pada kedua susu ibunya. Berubahlah rasa dan warnanya menjadi rasa dan warna makanan yang lain. Hal itu lebih sesuai bagi bayi yang dilahirkan daripada yang disalurkan melalui darah. Maka hal itu didatangkan pada saat diperlukan. Setelah dilahirkan, ia menjulurkan lidahnya dan menggerakkan bibirnya mencari susuan. Maka ia mendapatkan tetek ibunya sebagai dua kantung yang menggantung untuk memenuhi kebutuhannya. Senantiasa ia makan dari air susu itu selama badannya rapuh, alat-alat pencernaannya masih lembut dan anggota-anggota tubuhnya lemah. Hingga ketika ia bergerak dan memerlukan makanan yang keras untuk menguatkan dan mengeraskan badannya, tumbuhlah gigi susu dan gigi depan untuk mengunyah makanan sehingga menjadi lembut dan mudah ditelan. …

Perhatikanlah keteraturan pada diri manusia dalam berbagai keadaan. Apakah hal seperti itu dapat terjadi dengan ketidaksengajaan? Tidakkah engkau perhatikan bahwa kalau ia berada di dalam rahim, sementara darah tidak mengalir kepadanya, bukankah ia akan menjadi layu dan kering seperti tumbuhan yang tidak mendapat siraman air? Kalau proses kelahiran tidak mengeluarkannya ketika sempurna tubuhnya, tidakkah ia akan berada di dalam rahim seperti orang yang dikubur hidup-hidup di dalam tanah? Kalaulah air susu tidak keluar ketika kelahirannya, tidakkah ia akan mati kelaparan atau memakan makanan yang tidak cocok baginya dan tidak baik bagi tubuhnya? Kalaulah tidak tumbuh gigi pada waktunya, tidakkah ia akan mendapat kesulitan dalam mengunyah makanan dan menelannya? Atau, ia terus-menerus menyusu sehingga badannya tetap lemah dan tidak mampu untuk bekerja? Kemudian ibunya disibukkan dengan mengasuh anak-anak yang lain?

Tidakkah engkau lihat bagaimana setiap ciptaan senantiasa diciptakan untuk tujuan kebaikan, dan  diciptakan dengan perhitungan, keteraturan dan keserasian. Dan bahwa penciptanya adalah satu. Dialah yang mengatur dan menyusun sebagian terhadap bagian lainnya dengan pengaturan yang terbaik. Mahaagung kesucianNya. Mahatinggi kemurahanNya, Mahamulia wajahNya dan tiada tuhan selainNya. Mahatinggi Dia dari apa yang dikatakan orang-orang yang ingkar (mulhid).