Keteraturan Sebagai Bukti Keberadaan Tuhan

December 2, 2009
By admin

Akal kita tidak akan pernah bisa menerima bahwa semua wujud yang ada di alam semesta ini terwujud secara kebetulan saja, dan bahwa sistem wujud itu muncul begitu saja. Akal kita tidak bisa menerima bahwa sejumlah potongan batu bata telah berkumpul bersama-sama secara kebetulan dan dengan sendirinya untuk membentuk sebuah rumah.

Menurut teori peluang, sebagai contoh, bila kita mengocok huruf yang tertulis dalam kertas masing-masing bertuliskan A, B, C hingga Z (ada 26 huruf). Kemudian kita ambil satu demi satu dan diletakkan di atas meja berurutan. Maka peluang kemunculan huruf-huruf tersebut berurutan ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ adalah kurang dari 0,0000000000000000000000000025 atau kurang dari seperempatratus trilyun trilyun.

Dalam tubuh manusia (70 kg) terdapat sekitar 7 trilyun trilyun trilyun atom (99%nya adalah Hidrogen, Oksigen dan Karbon).  Bisakah kita bayangkan betapa kecil kemungkinan 7 trilyun trilyun trilyun atom ini membentuk, menyusun, berinteraksi dengan sangat kompleks secara “kebetulan” sehingga seorang manusia mewujud di dunia dengan kelengkapan sistem kehidupannyanya ?

Bagaimana pula dengan masyarakat manusia yang terdiri atas milyaran manusia dan tak terhitung spesies-spesies tumbuhan dan hewan baik di daratan maupun di lautan yang tertata rapi membentuk rantai-rantai ekosistem dan berbagai keteraturan dan kesalingterkaitan?

Bagaimana pula dengan planet bumi yang terdiri atas trilyun trilyun trilyun ….. atom yang tertata sedemikian rapi dengan pergantian musimnya, hukum-hukum geologis, hukum-hukum meteorologi, siklus air, keteraturan arus-arus lautan, dan tak terhitung keteraturan-keteraturan lain?

Bagaimana pula dengan posisi bumi di tatanan tata surya, yang “melayang-layang” tanpa tiang bersama planet-planet lain; dan mengikuti berbagai aturan yang bahkan terukur dengan sangat nyata seperti hukum Keppler? Dengan posisi rotasi yang memungkinkan siklus empat musim? Bagaimana pula tata surya sebagai satu dari 100 milyar bintang yang berputar-putar mengitari pusat galaksi bima sakti?

2 Responses to “ Keteraturan Sebagai Bukti Keberadaan Tuhan ”

  1. Deewan on March 26, 2010 at 9:53 am

    Bukankah kemungkinan yg 0, sekian jg adalah msh mungkin. Jd tdk bs qt menutup kemungkinan tsb. Pertanyaannya bgmn membuktikan adanya sang pencipta secara sains?

  2. andre on August 25, 2010 at 2:36 am

    Pertanyaan deewan lucu
    apakah nol koma nol sekian (yang sangat tidak material) menjadi batu ganjalan bagi ujian keimanan?

    sangat mudah bagi Allah membuat manusia 100% yakin akan Nya. Tapi justru disitulah letak kualitas manusia diuji. Lebih jauh apa yang bisa manusia banggakan dihadapan Allah dibandingkan kambing misalnya karena 100% kambing itu beriman kepada Allah.

    Ini pertanyaan klasik dan Allah pun sudah berkali2 meyakinkan dalam sejarah. pernah Allah muncul dan bukit Sinai pun hancur dalam kisah nabi Musa. Bahkan kafir quraisy pun meminta nabi membelah bulan. Apakah mereka beriman? tidak juga. Sudah qodratnya manusia ada yang beriman dan tidak.
    Bukankah Allah adil? pilihan ada pada manusia itu sendiri.

Leave a Reply

Arsip