TAUHID Bukti (9j): Bahwa Dia Maha Berbicara (al-Mutakallim)

Pembicaraan menghubungkan makna dalam pikiran seseorang dengan kata-kata. Maka PembicaraanNya menghubungkan makna[1] dalam PengetahuanNya dengan wujud nyata makna tersebut dalam semesta. Melalui Kehendak (Irādah)Nya, Ia mewujudkan makna-makna dalam PengetahuanNya.

إِنَّمَا أَمْرُهُ إِذَا أَرَادَ شَيْئًا أَنْ يَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ [٣٦:٨٢]

“Sesungguhnya PerintahNya apabila Dia Menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya, “Jadilah!” Maka terjadilah ia.” (QS 36 (YĀSĪN):82)

 

Amirul Mukminin Imam ‘Ali bin Abī Thālib kw bersabda dalam Khutbah 186 Nahjul Balāghah sebagai berikut

 

يَقُولُ لِمَنْ أَرَادَ كَوْنَهُ : “كُنْ فَيَكُوْنَ” ، لَا بِصَوتٍ يَقْرَعُ ، وَلَا بِنِدَاءٍ يُسْمَعُ ؛ وَإِنَّمَا كَلَامُهُ سُبْحَانَهُ فِعْلٌ مِنْهُ أَنْشَأَهُ وَمَثَّلَهُ …

“ (Ia berkata kepada siapa yang Ia kehendaki keberadaannya “Jadilah maka jadilah ia”, tidak dengan suara yang dibacaNya, tidak pula dengan panggilan yang didengar. Namun Pembicaraan (kalaam) Nya, Yang Maha Suci, adalah perbuatan (baca pula: Aktivitas) dariNya yang dengan Nya Ia menciptakannya dan memberinya bentuk (matstsalahu))…” [2]

[1] Yakni yang disimbolkan dengan lafaz “Kun” (كن), artinya “Jadilah!”

[2]  Nahjul Balāghah, Ansariyan Publications, Qum, 2002 M/1423 H, Vol. 2,  pp.25