Al-Ma’ad For Teens Bukti(25): Apa yang tetap ada di dunia berikutnya dari manusia di dunia ini; kontinyuitas atau keberlanjutan

Ketahuilah bahwa ketika ruh telah berpisah dari tubuh unsuriah, masih terdapat dengannya sesuatu yang mempunyai wujud; dalam riwayat Hadits, ini disebut  “akar dari ekor”. Abu Hamid al- Ghazali mengatakan bahwa itu hanyalah jiwa, dan dunia lain muncul dari ini.. Ibn al-‘Arabi mengatakan bahwa mereka adalah substansi arketip abadi (al-a’yaan ats-tsabitah).

Bukti demonstratif menunjukkan bahwa apa yang tersisa adalah kekuatan imaginal jiwa. Kekuatan imaginal ini mempunyai substansi yang secara esensial terpisah dari tubuh material. Kekuatan imaginal ini adalah akhir dari cara keberadaan fisik ini, dan dia merupakan awal dari cara keberadaan dunia berikutnya.

Ketika jiwa terpisah dari tubuh ia membawa kekuatan imaginal bersama dengan dirinya, sehingga ia dapat melihat hal-hal yang jasadi dan terindera dan melihat mereka secara langsung dengan indera batininya. Kekuatan ini merupakan sumber orisinil dari seluruh indera, sebagaimana yang telah dipelajari.

Jiwa, kemudian mengenali tubuhnya sendiri dalam bentuk sama dengan yang ia punyai di dunia ini ketika ia mati. Karena kedekatan hubungannya dengan tubuh dalam kehidupan ini, ia melihat hakikatnya sebagai wujud yang sama dengan manusia yang dikuburkan dan yang meninggal dalam bentuk ini.

Maka, ia dapat merasakan penderitaan-penderitaan yang menimpanya dengan cara siksaan-siksaan inderawi, sesuai dengan apa yang telah diuraikan dalam Hukum agama yang benar. Ini adalah “azab kubur” (yang disebutkan dalam berbagai riwayat)..

Jika jiwa melihat hakikatnya dalam bentuk yang menggembirakan dan membahagiakan, maka ini adalah “nikmat/pahala kubur”.

Ini seperti apa yang dikatakan dalam sabda (Nabi); Kubur adalah satu dari taman-taman Surga atau satu dari lubang-lubang Neraka.

Maka, ketika waktu tiba untuk Kehidupan Kembali dan Kebangkitan, jiwa yang diberkati akan dikaitkan pada sebuah tubuh spiritual yang cocok untuk Surga dan kegembiraan-kegembiraan Surga. Sedangkan, jiwa yang ahli maksiat yang dimurkai akan dikaitkan pada tubuh yang sesuai untuk Neraka dan kepedihan-kepedihannya.

This entry was posted in Mengenal Tuhan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>