Tauhid For Teens, Bukti (9o): Tentang Bahwa Dia Adalah Kebaikan Murni(al-Khayr al-Mahdh) Yang Dirindukan dan Diinginkan oleh sekalian alam

Tentang Ia sebagai Kebaikan Murni, Ibn Sina menuliskan sebagai berikut:

“Wujud Wajib sempurna dalam KeberadaanNya, karena tiada apa pun dari KeberadaanNya dan kesempurnaan-kesempurnaan KeberadaanNya yang kurang dariNya. Bahkan, Wujud Wajib di atas kesempurnaan; karena Ia tak hanya memiliki keberadaan bagi diriNya, namun juga seluruh keberadaan, maka mereka adalah (mengalir) dari KeberadaanNya, dan melimpah (baca pula: beremanasi) dariNya.

Wujud Wajib dalam ZatNya adalah Kebaikan Murni (Khayrun Mahdhun) Secara umum, kebaikan adalah ia yang diinginkan segala sesuatu, dan apa yang diinginkan segala sesuatu adalah keberadaan atau kesempurnaan keberadaan. Ketiadaan, dari sisinya sebagai ketiadaan, tidak diinginkan, namun ketiadaan hanya diinginkan dari sissi keberadaan atau kesempurnaan-kesempurnaan keberadaan yang mengikutinya. Maka yang secara hakiki diinginkan adalah keberadaan. Maka Keberadaan adalah Kebaikan Murni dan Kesempurnaan Murni.

Wujud mungkin bukanlah kebaikan murni, karena keberadaannya bagi dirinya sendiri tidak mesti dengan dirinya sendiri. Maka hakikatnya/zatnya mengandung ketiadaan; dan bahwa sesuatu yang dari suatu segi mengandung ketiadaan bukanlah kosong/terlepas dari keburukan (al-syarr) dan kekurangan (al-naqsh). Maka, Kebaikan Murni (al-Khayr al-Mahdh) adalah hanya Wajib al-Wujud bidzatihi. (Wujud Yang Mesti dengan ZatNya Sendiri). Yakni Dia Yang Maha Agung dan Maha Tinggi. ”

Lebih lanjut, sesuatu disebut baik terhadap sesuatu yang lain , bila ia memberikan atau ikut mewujudkan faktor-faktor yang mendukung sesuatu yang lain tersebut dalam mencapai kebaikan yang diinginkan, dibutuhkan dan dirindukan sesuatu yang lain tersebut. Dari sudut tinjauan ini, Ia  sebagai Sumber Emanasi semesta adalah Segala Kebaikan (al-Khayr ), yakni Yang Mahabaik; dan Dialah Yang Limpahan KebaikanNya meliputi Sekalian Alam. Seluruh sifat-sifat KebaikanNya yang ada pada tingkat kebaikan tertingginya, seperti Yang Maha Pemurah, Yang Maha Penyayang, Yang Maha Dermawan, Yang Maha Pemberi, dan lain-lain tidak lain adalah segi-segi dari kenyataan bahwa Dia adalah Kebaikan Murni dan Yang Maha Baik pada tingkatan eksistensialnya yang tertinggi.

bukti9o_gb1“…di tangan Engkau segala yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”(QS 3(ALI IMRAN):26)

Submit a Comment